Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Senin, 31 Desember 2012

ANOTHER YEAR HAS GONE BY

"Learn from yesterday, Live for today, and hope for tomorrow". -Albert Einstein-

Dear Readers....
Tidak terasa ya sudah dipenghujung tahun. Atau tahun ini terasa begitu lama berlalu? Untuk sebagian orang mungkin iya. Tapi bagi saya setahun terlewati lagi. Masih mengevaluasi sudah sejauh apa perjalanan saya. But so far so great. ;)

Saya sudah mencapai beberapa impian saya. Mendapat pekerjaan yang begitu saya inginkan, Bertemu dengan orang-orang baru yang begitu mengagumkan, dan kembali pulang bersama orang yang begitu mencintai saya. Sound so 'alay'?? perhaps. But love will find the way, right??

"...Write in your heart that every day is the best day in the year..."

Setahun terlewati lagi. Impian dan harapan masih terus ada dan menunggu untuk digapai. Dan seperti biasa, saya tidak sedang berusaha menjadi motivator atau berbicara untuk sok menasehati. Saya hanya sedang mengingatkan diri sendiri. Pernahkan kita seringkali mengerjakan sesuatu dengan terburu-buru? Saya sering melakukannya. Dan rasanya sangat tidak menyenangkan. Saya sering berpikir kenapa perlu ada lampu lalu lintas di setiap perempatan jalan? Ya, selain untuk mengatur lalu lintas kendaraan, traffic lights itu mengajarkan saya bahwa terkadang dalam hidup kita harus berhenti sejenak dari riuhnya kesibukkan dan mencoba untuk mengingat seberapa bermanfaat kita untuk orang lain? Apakah banyak yang sudah kita bahagiakan? Apa sudah banyak yang kita berikan? Sudah berapa banyak janji yang kita ucapkan dan apakah itu sudah ditepati ataukah justru teringkari? Dan untuk saya hampir semua jawabannya belum cukup. Berharap sahabat semua jauh lebih baik dari saya.

Tahun ini, kejadian-kejadian penting terjadi dalam hidup saya. Dan saya begitu amat sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk melewati setahun yang begitu penuh berkah.
"We can be the kings and queens of everything if we believe. Its written in the stars that shines above. I don't wanna close my eyes, I don't wanna miss a thing..."

Allah...
Thanks for another year..
For everything I know that I don't even deserve..
For always make me learn that everything happened for a reason..
For the love that I know you keep that only for me..
For always be there for me whenever I need You...
Allah...
I'm sorry for always make You on the second place...
For always blame You if something bad happened to me...
For maybe forgot you sometimes and almost..
For every mistake that I did and make You little jealous..
Allah...
If I may make wishes can I ask to pliss make my parents health and long live..
To help me make them happy...
To make my family proud to have me..
To love them who love me, and love them more who hates me..
And pliss heal aa's mom just like she was before or better.. Much healthier..

Cos for me, new year's eve we celebrates love, hope, forgiveness, second chance and for all of that we know how far we has gone..

...Happy New Year all...





Sabtu, 15 Desember 2012

UNTOLD STORY 5

"Once in an age, God sends to some of us a friend who loves us... not the person that we are, but the angel we may be."

Dear readers,
Rainy day now. Musim hujan mulai melanda. Bagi sebagian orang, hujan itu identik dengan kesedihan, kemuraman dan kedukaan. Mungkin mereka belum pernah menari dibawah guyuran hujan dan merasakan nikmatnya air hujan membasahi kulit. Yaa meski ujung-ujungnya sakit (minimal flu, maksimal demam dan sakit kepala) tapi saya begitu menikmati bermain hujan belasan tahun lalu.

Dan dalam perjalanan pulang dari Magelang ke Jogja (acara arisan keluarga rutin) hujan yang turun lumayan deras sehingga saya menyetel viper mobil saya dikecepatan yang paling tinggi. Sambil menikmati suara audio yang lumayan menghibur, saya melihat kerja viper yang lumayan bikin mata pegel. Tapi kemudian saya teringat satu kenangan masa kecil saya. Yaa hujan selalu mengingatkan saya pada sebuah nama. ADAM ISNAIN RUMODAR. Almarhum adik saya. Dulu memiliki sebuah mobil hanya impian yang kejauhan. Dulu almarhum adik saya itu suka sekali bermain menjadi seorang supir. Dengan modal tutup ember dan obeng dia akan mulai memainkan peran sebai seorang supir. Tutup ember dia gunakan sebagai setir dan obeng dia gunakan sebagai tuas persneling. O,iya tidak lupa sofa tua berwarna merah yang tidak ada empuk-empuknya sebagai "mobil khayalan". Bagi almarhum adik saya itulah permainan mewahnya. Dan saya pun akan berperan sebagai penumpang dari angkutan umum yang dikemudikan adik saya itu. Sudah terlihat bukan minat adik saya itu pada otomotif, itu sebabnya dia memilih untuk masuk Sekolah Kejuruan bukan sekolah umum seperti saya. Dan jurusan yang diambilnya pun otomotif. Dan meski dia tidak sempat menyelesaikan sekolahnya itu, dia tetap supir dan mekanik kesayangan saya.

Ada perasaan rindu yang tidak bisa terlukiskan saat mengingat kenangan itu. Membuat saya ingin menukar semua yang saya punya sekarang agar adik saya bisa kembali (sound so silly and so selfish) tapi itulah yang saya rasakan. Saya merindukan almarhum adik saya. Saya tahu dia sudah berada ditempat terindah yang bisa Allah berikan dan meski dia tak terlihat saya percaya dia melihat saya sekarang dan saya juga yakin Allah pasti memberitahunya bahwa saya begitu merindukannya. Merindukan panggilan "kak chaianknya", dan tentu saja merindukan bermain bersama lagi seperti dahulu kala itu.

"... And I surrounded by a million people I still feel alone I wanna go home I miss you so much...." Home by Michael Buble

Dari seluruh anggota keluarga saya, almarhum adik saya itu yang selalu lebih dulu dan mampu mengendarai semua yang tidak kami miliki saat itu. Kami dulu tidak punya sepeda, motor bahkan mobil tapi dia entah belajar dimana dan sama siapa, bisa mengendarai semua itu. Dan yang paling saya ingat adalah ketika dia dengan sabar mengajari saya mengendarai sepeda. Yaaa, dia mentor saya. Teringat saat itu kami hanya punya satu sepeda dan dia dengan ikhlas akan membiarkan saya yang menginjak pedal sepeda sementara dia akan bertugas sebagai juru mudi alias yang mengendalikan stang sepeda kami. Selain itu, ketika saya masih bersekolah dan sangat butuh uang, nain dengan senang hati mengantar mama ke ATM untuk transfer uang saat babhe sedang dalam perjalanan dinas. Dia menyetir mobil babhe dan menerjang hujan deras saat itu hanya untuk mengantar mama mentransfer sejumlah uang yang kalau tidak salah ingat hanya sebesar seratus lima puluh ribu rupiah. Semua itu meyakinkan saya bahwa dialah belahan jiwa saya. Mau berapa banyak pria yang mengaku mencintai saya, tidak ada yang bisa mencintai saya sebesar nain mencintai saya.

Dulu, saat handphone merupakan benda mewah, dan jumlah pulsa yang dihabiskan sebulan juga masih ditentukan, dan penggunaan email yang tidak sederas sekarang, membuat kami jarang berkomunikasi. Dan meski begitu saya tahu nain merindukan saya sebesar saya merindukannya. Dan hingga detik ini, kerinduan saya padanya masih sama besar dan bertambah besar ketika saya menjumpai masalah dan tidak ada yang bisa mengerti selain almarhum adik saya itu. Dia adik kesayangan saya. Belahan jiwa saya. Dan meski setiap mengingatnya selalu bisa membuat saya menangis, tapi percayalah bukan saya tidak ikhlas dan menyalahkan takdir, saya hanya merindukan sosoknya. Yang penuh tawa ceria dan candaan yang selalu menyegarkan suasana. Dan ketika dia hadir dalam mimpi saya, saya tahu dia juga merindukan saya.

"Dalam setiap episode kehidupan, kita akan bertemu dengan kejadian yang berbeda atau bahkan kejadian yang sama dan pernah terjadi sebelumnya. Saat itulah kita diuji apakah kita akan melewatinya dalam artian lari dari kejadian itu, ataukah belajar untuk menikmati setiap proses pendewasaan yang meski kadang datang jauh sebelum kita siap. Tapi inilah hidup, kita diuji terlebih dahulu lalu kemudian belajar. Belajar untuk menjadi lebih ikhlas, lebih sabar, dan yang terpenting adalah lebih bersyukur."  

 

Jumat, 26 Oktober 2012

INSIDE STORY (Ied Adha Special)

"Berbahagialah aku memiliki seorang putera yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Kira-kira begitu kata nabi Ibrahim saat memeluk puteranya nabi Ismail ketika beliau mendapat perintah yang menguji kecintaan dan ketaatannya kepada Tuhan-nya untuk menyembelih putera kecintaannya. Can you imagine how big that love?

Kita sering mendengar atau berkoar-koar soal cinta dan pengorbanan, tapi apa kita sudah benar-benar sadar dan yakin dan paham apa arti pengorbanan yang real dan bukan hanya sekedar kedok atau karena mengharap balasan??

Ini tahun keempat saya melakukan qurban (bukan mau pamer loh yaa..) yang alhamdulillah meski belum bisa berqurban yang besar, tapi paling tidak saya konsisten. Karena perbuatan baik yang walau kecil tapi dilakukan terus menerus dan konsisten itu jauh lebih bagus dibandingkan perbuatan baik yang besar yang hanya dilakukan sekali-sekali saja. Ada kalimat yang entah saya dapat dari mana saat "bernegosiasi" dengan menteri keuangan keluarga saya alias mama (heheheee...) yang intinya itu adalah "masa buat beli hape 2,5 juta bisa tapi buat beli kambing untuk qurban nego sih ma, gak papalah nanti fitry ikutan nambahin" (gaya banget ya ngomongnya.. hahahaa...). Tapi hanya dengan tertawa, saya yakin kok mama paham maksud kalimat saya itu. Dan sekali lagi dan tidak akan pernah berhenti buat ngingetin bahwa saya ini bukan anak ustadz atau alumni pondok pesantren berkelas internasional. Saya mendapatkan ilmu aqidah dari ayah dan kakek saya. Dan sendableg-ndablegnya (bahasa jawa keras kepala) saya, atau segila-gilanya saya terhadap gaya hidup benua barat sono yang terkesan bebas dan cuek, saya masih sadar dan cukup paham kalau saya masih dalam gerbong kereta yang benar yang dimasinisi babhe saya (alhamdulillah yaa sesuatu.. ) hehee... :)

"Cinta dan pengorbanan itu berjalan beriringan. Tidak besar salah satunya melainkan akan sama besarnya. Karena pengorbanan itulah yang membedakan mana suka, mana butuh dan mana cinta yang tulus dan tak bersayarat".
 
Kalau kita membaca atau mendengar kisah nabi Ibrahin dan nabi Ismail sepertinya cinta mereka kepada Sang Maha Cinta begitu luar biasa dan mungkin pada jaman seperti sekarang akan jarang atau bahkan tidak ada orang tua yang rela anaknya disembelih. Tapi bukan berarti pengorbanan yang tulus seperti itu gak ada. Hal yang paling dekat dan bisa kita lihat sehari-hari coba lihat mama kita, dengan begitu ikhlasnya bangun pagi-pagi untuk menyipakan sarapan, menyiapkan semua yang anak-anaknya butuhkan. Dan saat hidup sendiri dengan adik-adik saya pun saya baru sadar betapa beratnya bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan  makanan istimewa di hari raya seperti sekarang. Atau merelakan tangan kecipratan minyak goreng, atau olah raga alami alias ngulek yang efeknya jauh lebih cepat daripada angkat barbel. (curhaaatttt... ) ;p

Dan entah kenapa semua itu saya lakukan dengan kesadaran penuh dan sangat saya nikmati. Dan tersadar bahwa seperti inilah kira-kira pengorbanan yang dilakukan mama (jauh lebih baik dari saya) untuk kami semua. Mengorbankan jam tidur mama, waktu istirahat mama dan mungkin banyak hal lain yang tidak saya pahami. Dan walaupun saya begitu sangan mengantuk dan lelah, semuanya terbayar saat melihat iiq dan ina makan masakan saya dengan lahap dan tidak hanya sekali tapi berkali-kali. Yaaa,, ada kebahagiaan tersendiri melihat mereka begitu menikmati masakan ala rumah meski tidak persis sperti buatan mama.

Saya menyadari satu hal ketika menyiapkan semua masakan itu (ceritanya pas masak itu ngelamun) bahwa cinta yang sesungguhnya itu seperti memasak, tak perlu sekolah boga untuk menghasilkan makanan enak, asal dilakukan rutin dan selalu belajar dari setiap kejadian yang terjadi saat memasak kita akan tahu rasa dan bumbu yang pas itu seperti apa. :)

"Jangan pernah beranggapan berkorban itu beban, atau melakukan kebaikan itu seperti tanggung jawab berat, nikmati semuanya seperti kita menikmati rejeki yang selalu Allah kasih ke kita".

Begitu pesan babhe ditelepon kemarin. Dan itu sudah cukup bagi saya untuk tidak berhenti bersyukur betapa banyak karunia yang mungkin tak akan habis terhitung. :)

HAPPY IED ADHA MUBARRAK ALL... TETAP BERSABAR DAN IKHLAS YAA... (^_^)V

 

Minggu, 21 Oktober 2012

UNTOLD STORY 4 (Babhe Special)

"Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu penting.."

Begitu kira-kira pesan babhe saya beberapa hari yang lalu. Dalam sekali ya kalo dibaca? Mungkin babhe hanya sedang berusaha menghibur saya setelah saya mengeluh dan merasa kecewa tentang perlakuan orang-orang disekitar saya yang tidak sesuai dengan dugaan saya. Yaa, jelek-jelek begini saya juga kan cuma manusia biasa coy, yang bisa marah dan kecewa juga.. (halaahh apa yo ini??) hahaa.. :) That's it. Cukup deh ya ngeluh-ngeluhnya. Secara tujuan saya buat blog itu buat curhat dan share motivasi sama mereka-mereka yang suka dan punya waktu buat baca, bukan curhat soal keluhan-keluhan atau ngata-ngatain orang ;)

"Jangan pernah merasa dimanfaatkan karena itu bibit kesombongan. Pada dasarnya kita semua diciptakan untuk bermanfaat bagi sesama. Karena sebaik-baiknya umat adalah yang bermanfaat bagi sesamanya."

Saya ingat sekali dulu saat krisis ekonomi sekitar tahun 1998 (meskipun saya saat itu belum paham apa artinya itu) saya dan almarhum adik saya nain begitu menikmati makan siang jambu biji (dalam bahasa kami giyawas) yang tumbuh dan berbuah sangat lebat tanpa kenal musim dengan sangat riang. Bagi kami itu adalah nikmat yang luar biasa. Dan sampai sekarang jika mengingat saat-saat itu, tanpa saya kehendaki saya dibawa kembali pada kenangan masa kecil yang bagi saya sangat berharga. Saat dimana hanya kenangan-kenangan itu yang mampu mengobati kerinduan saya pada almarhum adik saya. Saya ingat saat dimana babhe mengajarkan surat pendek dari Al-Qur'an dan bukan surat al-Alaq tetapi surat Al-Humazah. Yaa.. Surat yang isinya adalah ancaman Allah terhadap orang-orang yang mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah (jalan kebaikan).

Saya memang bukan anak seorang ustad, kakek saya hanya guru ngaji di kampung halaman ayah saya. Saya juga tidak bersekolah di pondok pesantren bertaraf internasional, apalagi sampai menghafal Qur'an dan hadits. Waahh,, itu sungguh diluar jangkauan saya. Meskipun saya mungkin bukan kriteria istri idaman cowok-cowok diluar sana yang berharap dapat istri solehah (ceileh),, babhe saya mengajarkan ilmu agama yang saya yakin meskipun tidak sekelas syekh di pesantren, tetapi saya bersedia kok diuji. (sok yes) hahahaha

Babhe itu ustad, syekh, guru, motivator, penyanyi, algojo, mentor hukum, dan pahlawan saya. Beliau selalu mengajarkan kepada saya dan adik-adik saya pentingnya membantu sesama meski kita pun dalam kesulitan. Karena kata babhe : "kebaikan itu seperti menanam bibit. Harus sabar dan ikhlas dalam merawatnya. Jangan berhenti ketika bibit itu tidak mau tumbuh atau sudah berbuah lebat. Harus terus menerus dijaga." (sampe nangis saya denger babhe bilang begini). Jadi maksud babhe itu jangan pernah berhenti melakukan kebaikan sampai Allah sendiri yang menghentikkan kita. (jadi religius gini saya) hehehee

Babhe juga selalu mengajarkan pada saya untuk tidak sombong, karena yang berhak sombong itu cuma Allah doang. Saat itu saya dengan sangat mendadak disuruh datang ke kampus untuk ujian skripsi bin pendadaran (tau lah ya ceritanya kaya apa gitu kisruhnya). Dan ketika ngasih tahu babhe pendadarannya sukses, babhe dengan sangat down to earth bilang : "iya nak, alhamdulillah, ingat yaa jangan sombong trus bilang inilah kerja saya, inilah saya yang pintar. Tidak boleh, jangan. Cuma Allah saja yang berhak sombong. Kita boleh senang karena berhasil tapi jangan terlalu berlebih." Dan meski saat itu saya tidak begitu paham apa yang dimaksud babhe (karena sedang girang nilai pendadaran A), saya percaya ada rasa bangga yang tersirat dalam kata-kata babhe dan yang saya tangkap waktu itu adalah jangan lupa bersyukur.

"Nikmat dan cobaan itu semua rejeki nak.. Tergantung bagaimana kita menempatkan diri untuk bersyukur dan ikhlas serta tawakal.."

Hmm.. Mungkin ini bawaan kangen babhe dan musik yang saya dengar jadi untold story kali ini agak bernuansa mellow. Tapi mudah-mudahan tidak membosankan ya.. :)

Babhe saya itu motivator dan mediator terhebat sejagad raya. Beliau mengajarkan saya untuk lebih sering mendengar atau tepatnya menjadi pendengar setia daripada banyak bercerita. Meskipun ayah saya tipe orang yang suka sekali mengobrol. Tentang apa saja. Dari politik, hukum, olah raga, agama, cinta (yang satu ini luar biasa), humor, apa saja. Dan babhe saya itu tipe orang yang suka SKSD alias sok kenal sok deket (hehehee maaf ye bhe). Tapi kata beliau begitulah kalau ingin punya banyak teman dan kolega. Babhe akan menegur dan menyapa siapa saja yang ditemuinya di tempat umum apalagi kalau orang-orang yang disapa babhe itu adalah orang-orang dari papua (kelihatan banget soalnya). Tanpa canggung sedikit pun babhe akan langsung menyapa dan kemudian terlibat obrolan yang santai seolah mereka itu adalah teman lama babhe. Dari sifat babhe yang satu ini saya belajar, dari manapun kita berasal, agama dan keyakinan apa pun yang kita anut, pada akhirnya dunia ini seperti cermin, cobalah tersenyum maka dunia pun akan tersenyum balik pada kita. :)

Hingga pada posisi babhe yang sekarang, babhe tidak pernah membatasi pergaulan babhe. Dari kalangan dan suku manapun semua segan dengan babhe. Meskipun memang itu tugas babhe tetapi bagi saya pekerjaan yang tidak diniatkan dengan ketulusan hati, hanya akan bertahan sepanjang pekerjaan itu saja, diluar itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Dan seperti hal yang lainnya, meski banyak juga orang-orang yang tidak suka dengan babhe, babhe selalu tahu bagaimana harus bersikap. Bukan dengan membenci, tetapi membuktikan bahwa babhe benar melakukan semuanya dengan kebaikan. O,iya hampir lupa. Ada lagi kata-kata babhe yang pernah bilang bahwa setiap kebaikan yang babhe atau mama lakukan tidak pernah mengharap balasan, hanya dengan niat menolong dan membantu dengan harapan bisa didoakan supaya bisa lebih banyak membantu orang lain yang butuh. (dan saya juga ikut-ikutan itu niatnya) :)

"Semakin sering kita mengecewakan orang lain, maka semakin tidak berkah rejeki yang kita peroleh karenanya. Maka, kalau soal style atau gaya mengalirlah seperti air sungai, tetapi kalau soal prinsip, teguhlah seperti karang." (nasehat babhe via telpon pas dibeliin miss livi)



Selasa, 09 Oktober 2012

UNTOLD STORY 3

"Rumah yang indah adalah rumah yang di dalamnya terdapat tiang-tiang kuat yang terdiri dari cinta kasih, saling melengkapi, saling menghargai dan melindungi. Setelah itu, rumah tersebut dipagari oleh do'a yang akan menjaga keindahan rumah itu."






This is the story about months ago. In Iedul Fitri 1433 H where my family gathers in jogja. Beautiful time to spent with my family. My parents, my brothers and sister. And of course the road trip to Sragen, Purworejo and Magelang will be written below. So, enjoy. :)

Finally,, setelah sebulan berpuasa di Ramadhan yang penuh keberkahan, akhirnya tiba saat berbahagia menyambut kemenangan. Dan Idul Fitri kali ini terasa berbeda karena akhirnya saya dan keluarga saya bisa berkumpul tanpa harus terpisah pulau. hehehee.. Yaaa,, karena akhirnya bisa lebaran sama-sama. Meski tetap berasa kurang karena almarhum adik saya tidak ada. But, its time to realize that he's happy in the other place.





Tradisi sungkeman memang lumrah saat lebaran. Dan entah kenapa setiap kali meminta maaf ke babhe dan mamakhe saya selalu menangis (mungkin karena kebanyakan dosa sama orang tua kali ya?? hehehe) dan saat dipeluk babhe itu berasa dunia cuma punya saya. Yeeaa, I'm dady's girl. Makanya pas ditanya kriteria suami seperti apa yang bakal masuk short list (ceileh), jawaban saya adalah mau yang seperti babhe! Good looking, pinter, humoris, serius, perhatian dan religius (hahahaaa.... What you guys think). Dan pesan babhe saat saya bilang begitu adalah "bisa memang dapat pria seperti itu tapi mikir lagi tanya sama diri sendiri, kakak (panggilan babhe untuk saya karena saya memang anak pertama) pantas atau tidak dikasih suami seperti itu sama ALLAH..?? Karena laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik, dan sebaliknya." Eeeng iinngg eeenggg... Tiba-tiba langsung mikir udah pantes belum ya?? Dan sampai sekarang saya masih berusaha memantaskan diri untuk siapa pun itu nanti dengan kriteria begitu. Insya Allah :)

Setelah menikmati hasil masakan saya berkolaborasi dengan mamakhe (karena saya bertugas menjadi asisten super chef alias mama) babhe kemudian bercerita tentang hakikat lebaran, agama, Shalat, do'a, dan ilmu-ilmu aqidah yang tidak kami pelajari di sekolah. Juga cerita tentang 25 tahun silam kepada adik-adik saya. Yaaa, masa-masa dimana saya dan almarhum adik saya belum mengerti apa sebenarnya arti dari hidup susah itu. Yang kami tahu saat itu susah adalah saat ada PR dan kami tidak bisa menyelesaikannya. Seperti biasa, babhe selalu mensiratkan nasehat-nasehat tidak langsung yang kalimat-kalimatnya itu walau tidak sekelas bapak Mario teguh, tapi sangat ampuh membuat saya tersadar-sadar. :)

Babhe bercerita dan bernostalgia tentang kehidupan kami sekitar tahun 1990an. Mengenang setiap episode kehidupan babhe, mamakhe, saya dan almarhum nain. Bercerita indahnya mensyukuri nikmat yang begitu melimpah (walau kadang saya berpikir tidak begitu). Ada satu cerita yang baru saya ketahui saat lebaran ini. Saat kami sedang bercerita tentang almarhum nain yang begitu ceria, yang sudah bisa menyetir saat masih SMA kelas 1 meski kami tidak punya mobil saat itu. Babhe bilang "setiap yang diambil oleh Allah akan digantikan, begitu juga sebaliknya". Saya tidak mengerti maksud babhe sampai babhe cerita bahwa malaikat Izrail dengan perintah Allah sebenarnya sudah berulang kali ingin menjemput almarhum nain. Pertama, saat babhe mengajaknya memancing di belakang pulau. Malam yang gelap, serta ombak yang lumayan tinggi tidak menggoyahkan semangat nain dan babhe waktu itu. Saat itu nain duduk di bagian belakang perahu sedangkan babhe dan seorang paman duduk di depan. Dan saat ombak menerjang adik saya itu terjatuh ke laut dengan kedalaman puluhan meter yang dingin dan syukurnya babhe dan paman masih menemukannya dan menariknya naik ke perahu. Yang kedua, saat babhe menyetir dan hampir menabrak tugu peringatan di Timika. Yang ketiga, saat mobil hampir tergelincir karena hujan deras. Tertegun dan saya hanya bisa haah?? Seolah tidak percaya bahwa Allah begitu menginginkan adik saya cepat kembali pada-Nya. Babhe juga selalu mengingatkan untuk senantiasa bersyukur dan mengingat almarhum nain saat kami bersenang-senang. Dan saat mengingat ekspresi ceria almarhum adik saya itu, saya hanya bisa berbisik dalam hati "Allah, bahagiakan nain seperti yang kami rasakan sekarang".

Ada perasaan yang tidak pernah hilang saat saya selalu berandai-andai kalau saja saat ini nain masih disini bersama saya dan keluarga saya. Berseda gurau dengan saya dan adik-adik saya. Bertukar cerita mop (cerita-cerita lucu dari papua) karena nain adalah rajanya cerita mop. Dan dialah yang mampu menghidupkan suasana saat ada acara keluarga, entah itu kumpul keluarga seperti lebaran, atau ada acara silaturahmi dari keluarga besar babhe. Nain dekat dengan siapa saja, bisa melakukan apa saja, punya teman dari kalangan dan suku mana saja, dan dia adalah montir tercinta saya. Adik saya itu charming, sangat tampan sampai teman-teman sekolah saya dulu suka sekali menggodanya.

"Kerinduan itu seperti mutiara, proses terbentuknya sangat menyakitkan tapi setelah terbentuk menjadi mutiara akan sangat berharga."










Dan nikmat Allah yang mana lagi yang akan aku dustakan..?? Saya punya semua yang saya butuhkan. Orang tua yang selalu bisa merangkap tugas menjadi psikiater, adik-adik saya yang kadang berganti peran menjadi sahabat terbaik dan entertainer sejati. Hahaha.. :)

Dan meski terkadang saya dibuat stres oleh tingkah polah adik-adik saya, bagi saya dan yang selalu dipesankan oleh babhe saya kalau ini adalah pelajaran yang mungkin masih akan saya terima jauh di depan sana, namun dengan kemurahan-Nya, Allah memberikan saya pelajaran melampaui batas usia saya dan itu membuat saya bisa berpikir jauh lebih bijak tentang apa yang harus lakukan. Dan walaupun terkadang saya protes dengan keadaan melihat teman-teman seusia saya waktu itu bisa dengan mudah menikmati kehidupan remaja mereka tanpa harus berpikir nilai saya harus bagus, atau IPK saya harus bagus, atau apa yang akan disampaikan guru kelas adik-adik saya, atau tagihan listrik, telepon dan air, atau apa yang harus saya lakukan kalau adik saya sakit. Dan meski berulang kali saya hanya bisa menangis dan marah pada babhe atau mamakhe, mereka berulang kali juga dengan sabar mengingatkan saya bahwa inilah tahap kehidupan, siapa yang belajar dan menyiapkan diri lebih dulu kelak akan lebih siap dan mampu menghadapi semua permasalahan hidup dengan mudah.

Dan saat mendengar lagu yaa nabi salam alaika punyanya Maher Zain, saya dengan begitu mudahnya terharu mengingat dulu babhe selalu melantunkan lagu itu sebagai lullaby saya dan almarhum adik saya. Dan entah kenapa itu membuat saya semakin merindukan babhe dan almarhum nain. Meski awalnya berat (sampe sekarang sih) tapi I enjoy it little bit. Hahaa.. ;)

Sampai beberapa waktu yang lalu mama menanyakan kapan menikah..?? Seketika rasanya pandangan kabur dan buram (lebaaaayyyy lebaayyy) hahaaaa.. Tapi jujur memang itu yang saya rasakan. Dan dengan alasan yang selalu sama, saya bilang saja masih senang jadi anak babhe dan sedang menikmati kesibukan baru menjadi associate lawyer (ceileh dah nih). Mamakhe dengan santainya juga bilang : "jangan sampai lupa saja, mama cuma mengingatkan menikah itu penting". Gedubraakk gombreng gak kalau mamakhe sudah bilang begitu?? dan saya cuma bisa jawab iya maa ini juga sambil jalan (hahahaa ngeles banget yuah). Tapi saya menikmati itu sebagai reminder bahwa hidup saya masih panjang meski tidak tahu akan sepanjang apa. Dan dengan apa yang saya miliki sekarang sepertinya saya belum merasa butuh seseorang dengan gelar suami. hihihii.. I'll let you know when I meet someone who potential to be my man.

"There is always a problem during your life, but make sure everything you did is always about to make others happy. Li'an Allahu ya'imurnaa antuukiwwuna mufiiydah lil aakhiraynii (because Allah commands us to be usefull to others)"

Kamis, 27 September 2012

Journey To The Center of Your Heart

"To be capable of steady friendship or lasting love, are the two greatest proofs, not only of goodness of heart, but of strength of mind."

Waktu dan durasi memang tidak menjamin bertahannya sebuah hubungan, namun apa yang terjadi sepanjang durasi itu. Entah itu hubungan cinta ataukah persahabatan. Dan kebanyakan orang akan menyayangkan durasi kebersamaan yang begitu lama tapi kemudian putus atau berhenti di tengah jalan. Yang sering terlupa adalah bahwa tidak semua hal yang awalnya begitu indah tidak memiliki masalah yang akhirnya mengakibatkan semua yang indah itu menjadi biasa saja. (curhaaattt hahaa)

Seperti yang selalu saya tulis bahwa cinta itu menyembuhkan, baik yang memberi maupun yang menerima, saya punya keyakinan sendiri (walau mendapat dukungan dari teteh paling cantik teh devi) bahwa setiap orang punya hak untuk berbahagia, dan caranya pun memang disesuaikan dengan yang mau berbahagia. Karena kita berhak punya kriteria dan batasan tertentu untuk menentukkan apakah kita bahagia ataukah tidak. Dan yang terpenting adalah kita sudah membuat diri kita pantas untuk berbahagia. Karena tidak mungkin kan kita ingin bahagia tapi tidak pernah membahagiakan orang lain? So,, sudah pantaskah kita berbahagia? (tanya kenapa ^_^)


"Cinta itu soal jiwa, bukan soal penampilan luar yang hanya sementara. Cinta itu penuh hormat dalam kelembutannya. Cinta tidak memudar jika ketertarikannya tidak memudar".

I tried my best to keep all the beautiful thing in my love life. Keep falling in love with him every single day I woke up. And even I must said sorry for a thing I didn't think that's a mistake. I tried to make everything perfect until I realize that this is too far or too big to me to handled. So, I decide to stop being someone else and try to make everyone see me as I am. I stopped that train we called relationship that didn't mean I stop loving you but for sure I'm stop hurting your heart and mine too  caught in the relationship where we don't even know where to go. (halaaahh apa sih ini??)

Saya pernah membaca sebuah buku oleh pujangga cinta terkenal, bahwa cinta tidak dibangun oleh panjangnya waktu perkenalan, tapi oleh kesesuaian jiwa. Jika dua jiwa tidak sesuai bagi satu sama lain, tidak ada jumlah waktu yang cukup untuk menjadikan mereka belahan jiwa. Tapi jika jiwa mereka sesuai, bahkan sebelum mereka bertemu pun mereka sudah belahan jiwa bagi satu sama lain hanya saja belum dipertemukan oleh Tuhan.

Banyak kisah dan cerita cinta yang luar biasa yang berakhir bahagia dan ada juga yang berakhir tragis. Tapi bagi saya, the greatest love story adalah cerita cinta orang tua saya. Babhe dan Mamakhe sudah 25 tahun menikah dan masih tetap disini untuk berbagi kehidupan. Babhe yang punya sifat humoris di usia yang ke-49 saat ini masih bisa membuat mama tersipu malu atau istilah kerenya sekarang digombalin. Hahahaaa. Itu memang sifat babhe saya. Dan mama meski tidak terlalu humoris, mampu mengimbangi gombalan itu. Kalau 10 tahun lalu saya berfikir bunga, coklat, candle light dinner adalah hal paling romantis, maka sekarang hal paling romantis untuk sebuah kehidupan yang penuh cinta itu adalah saat babhe sama mamakhe duduk berdua minum teh di ruang tamu sambil cerita-cerita nostalgia dan bersyukur untuk hari ini. (nguping sayaah ^_^ ) Karena sebuah keluarga yang baik, dimulai dengan cinta, tumbuh dengan kelemah lembutan dan dirawat dengan kasih sayang yang tanpa pamrih. Dan itu menjadi pengalaman dan pelajaran tersendiri bagi saya. Yang juga menjadi impian saya untuk bisa jatuh cinta pada orang yang tepat. Bukan menurut saya tapi menurut Allah. (ini pesan babhe saya) :)

"Dalam sekejap mata, kuperdengarkan kisah cinta pertamaku. Aku mulai mengharapkan dan menanti-nantikanmu. Aku tak menyadari betapa butanya cintaku padamu. Kisah cinta tak berakhir tanpa tujuan, karena saat mencintaimu, aku telah sampai ke tujuanku."

Cinta berbicara dengan bahasanya. Dan memang hanya orang-orang yang paham tentang cinta saja yang akan mengerti. Cinta memang punya definisi berbeda bagi setiap orang. Bagi saya cinta adalah melihat mama yang masih tetap bisa tersipu salah tingkah karena babhe saya, candaan adik-adik saya, dan ejekan lucu sahabat saya. Karena cinta bukan hanya sekedar perasaan dan kebutuhan yang timbul dengan lawan jenis tetapi juga tentang kepatuhan, kesetiaan, dan kekuatan untuk saling mendukung. Bukan juga tentang kerinduan yang menyiksa dan air mata kepedihan, tapi tentang kejujuran dan kepentingan kebahagiaan bersama yang diutamakan.

Dan biarlah perjalananku menuju hatimu membuatku semakin yakin bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan ini sudah tersimpan di mega-server lauhul mahfuz dan menunggu saat yang tepat untuk dipertemukan. Seperti kisah cinta Fatimah az-zahra dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, yang dengan sabar menunggu dan berusaha mendapatkan cinta. :)


"Semua yang ada dalam kehidupan adalah tentang cinta. Matahari yang cinta pada bumi sehingga selalu menghangatkannya, embun yang cinta pada pagi sehingga selalu hadir sebelum matahari membuatnya sirna, dan bunga yang cinta pada lebah yang dengan ikhlas memberikan nectar untuk kemudian diubahnya menjadi madu. Semua yang hidup pasti akan mencinta dan dicinta. Karena Allah menciptakan manusia karena kecintaan-Nya."


Minggu, 02 September 2012

Best Friend Matters

"Sahabat sejati itu adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan sandaran, walaupun saat itu mereka lebih bisa berada di tempat lain yang lebih menyenangkan"

Dear beloved readers,
Its September again. How fast time flows. We meet again on the brightest month in a year (they said). Sebenarnya saya bingung mau menulis apa? Karena jujur saja saat ini saya sedang tidak ada ide untuk bisa dibagi. Tapi beberapa hari terakhir saya menghabiskan hari bersama sahabat saya (you know who lah). And whatever they look or see or said about me and my best friend, bukan sebuah ancaman besar untuk saya karena bagi saya ini kehidupan saya, dan pendapat-pendapat negatif tentang saya dan sahabat saya itu adalah pelengkap kisah kami yang pada akhirnya justru semakin mengukuhkan bahwa sahabat itu seperti daun semanggi, sulit ditemukan tapi beruntung jika memilikinya (meski saya sendiri belum pernah melihat bentuk asli four leaf clover seperti apa tapi saya percaya memang seperti itulah sahabat).

Banyak artikel, kata-kata bijak, buku, novel, bahkan film yang dibuat berdasarkan kisah persahabatan. Saat-saat dimana kita masih mencari dan terus mencari arti dari kehidupan yang kita jalani, saat-saat dimana kita merasa menemukan seseorang untuk dicintai yang pada akhirnya menyakiti, saat-saat dimana sahabat menemani keterpurukan, saat-saat dimana kita tersadar bahwa malaikat itu ada dan berwujud seorang sahabat. Sahabat punya 1001 cara untuk membuat kita tertawa dan menangis disaat yang hampir bersamaan, membuat kita berpikir berasal dari planet mana sebenarnya sahabat ini. Dan selalu muncul disaat kita benar-benar butuh seseorang untuk bisa kita andalkan.

Sahabat berbagi cerita tentang apa saja. Kisah masa lalu yang penuh kepolosan dan tingkah khas, kisah yang sedang dialami saat ini yang diwarnai intrik, juga rencana masa depan yang bersemangat. Dan untuk point yang terakhir jika 'salah' memilih sahabat maka dia akan menyangka bahwa ada sesuatu yang lebih dari sekedar sahabat dalam rencana masa depan itu. Yang sudah sering disebutkan orang kebanyakan bahwa persahabatan antara dua jenis manusia yang berbeda akan berakhir dalam hubungan romantisme. Saya bukan skeptis, hanya saja masih harus dibuktikan apa benar begitu? Toh dari sekian banyak kisah sahabat jadi kekasih, masih  banyak kisah persahabatan yang tetap sahabat. And I have one. Me and my best friend still just best friend.

"If you're alone I'll be your shadow. If you want to cry, I'll be your shoulder. If you want a hug, I'll be your cutest teddy bear. If you need to be happy, I'll be your smile. But anytime you need a friend, I'll just be me."

Sahabat mengerti segala hal tentang kita. Mengetahui apa yang kita inginkan tanpa harus bertanya. Paham situasi kita tanpa harus melakukan survei. Dan meski terkadang menghibur dengan cara yang paling tidak menyenangkan sekali pun, mereka tetap memiliki tempat istimewa di hati kita. Sahabat memaafkan layaknya orang tua, bercanda layaknya kakak beradik, dan romantis dan perhatian layaknya seorang pecinta. :)

Best friend do anything for you whatever it takes, whenever you need, and wherever you are. They glad when you're happy, and care when you're sad. Meski butuh lebih dari sekedar perhatian untuk menjadi seorang sahabat sejati, tapi itulah yang perlu kita lakukan. Karena persahabatan bukan sekedar cerita tentang 2 orang atau lebih yang bersenang-senang bersama, menyusuri jalan sepi pada pukul 2 dini hari hanya untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan, atau cerita tentang bagaimana dirimu begitu berkharisma menaklukan hati para penggemarmu, atau tentang mantan kekasihmu yang masih belum rela setelah melepasmu ke pasar bebas, atau cerita tentang kriteria pasangan hidupmu dan juga rencana masa depanmu yang seringkali berubah setiap jamnya, atau tentang menjadikanmu supir pribadi dan sekretaris pribadi, atau menjadi penonton setia saat kau mengeluarkan jurus maut menaklukan hati gadis-gadis diluar sana, atau tentang seseorang dari masa lalumu yang tiba-tiba muncul dengan fitnahan sahabatmu merebutmu dari mantan kekasihmu, atau mungkin tentang fitnahan yang menjadikan dirimu dan sahabatmu selebritis dadakan yang diikuti paparazzi karena kedekatan kalian yang luar biasa terlihat sangat ber-chemistry. ;P
Karena pada akhirnya entah kapan, cerita-cerita itu yang membuat kita merasa telah hidup diseparuh usia dan betapa bersyukurnya kita memiliki sahabat-sahabat yang benar-benar peduli bahwa hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan orang-orang yang tidak tepat.

"Cos only true friend can see the truly you, can see your true smile, and truly care of you no matter what or whatever it takes."


 

Minggu, 12 Agustus 2012

UNTOLD STORY 2

"Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan orang yang berpikiran baik selalu dapat menikmati hidup."

Tidak terasa sebentar lagi Lebaran dan momen yang tidak pernah terlewat adalah tradisi mudik. Yaaa.. mengingatkan saya tentang tahun-tahun yang telah lewat dimana saya menjadi salah satu anggota dari tradisi tahunan itu. Dan memang betul bahwa seiring bertambahnya umur dan berubahnya keadaan serta pola pikir, membuat tradisi mudik yang biasa saya lakukan menjadi bukan prioritas utama. Bukan karena tidak rindu keluarga, tapi mencoba realistis. Jarak yang luar biasa dan trans-cost yang amazing membuat saya berpikir lebih baik dana itu saya gunakan untuk yang lebih penting dan menjadi prioritas {bukan untuk beli gadget terbaru loh ya (*o*) }

Saya begitu menikmati menjadi mahasiswa perantauan yang ternyata bila dilihat kembali menjadi saksi perubahan kota Jogja yang jika dulu saat musim mudik tiba, kota budaya ini selalu lengang tapi sekarang justru semakin ramai padahal tidak semua orang yang mudik ke Jogja adalah warga Jogja justru warga kota lain yang ingin menghabiskan liburan bersama keluarga di kota Jogja.

"Kita hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Kita konsisten menjalankannya. Karena hidup itu memang tidak mudah tetapi yakinlah bahwa Kita bisa."


How do they look?? Hahaaa I can see the smile on your face. Look how professional they are. Tell me what you think. Yaaa.. Hari ini 3 tahun yang lalu, saya dan orang-orang hebat dalam foto itu menjadi salah satu orang beruntung yang diijinkan masuk ke ruangan Sekretaris/Panitera (kalo di Pengadilan Indonesia) yang kebetulan adalah teman kami di Kompleks Mahkamah Kuala Lumpur (Mahkamah Agungnya negara Malaysia). Look at their face, bisa melihat yang saya lihat? Itu adalah wajah-wajah calon petinggi bangsa ini besok (amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn).

Saya dulu tidak pernah menyangka bisa mendapatkan kesempatan untuk study di luar negeri (yaa meski cuma deket sih). Setelah saya ditikung dan merasa tidak diberi kesempatan waktu SMP untuk mengikuti jambore dunia (masih inget saja) saya merasa bahwa mungkin kesempatan itu bukan milik saya dan bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau merendahkan orang lain atau mungkin kalian berpikiran saya ini pendendam, tapi jujur saja itu sudah bukan masalah besar lagi buat saya. I've got my chance. Dulu semua yang saya alami sekarang hanya sebatas 'mbathin' alias cuma saya ucapkan dalam hati. Dengan kata-kata awal "suatu saat saya ingin..................." (isi aja sama impiannya). Sampai tibalah saat dimana kesempatan itu datang dan tanpa berpikir lama, saya menyiapkan semua yang diperlukan untuk seleksi dan FYI bahasa inggris saya tidak sebagus teman-teman saya yang lolos waktu itu. Bisa dibilang saya ini beruntung bisa lolos (meski berita kelolosan itu diwarnai insiden macam-macam seperti yang sudah saya ceritakan duluuuuuu sekali). Siapa yang menyangka, bahkan saya sendiri takjub bahwa keberangkatan saya ke Kuala Lumpur 3 tahun lalu merupakan langkah besar pertama yang mengubah seluruh hidup saya, cara berfikir saya, cara pandang saya, dan saya menemukan sahabat-sahabat yang benar-benar peduli. Ya orang-orang hebat dalam foto di atas tadi. Itu baru sebagian kecil rencana saya yang terwujud masih banyak rencana yang harus diwujudkan, karena bagi saya rencana adalah jembatan menuju mimpi, jika tidak membuat rencana itu sama seperti kita tidak memiliki pijakan langkah menuju cita-cita. Bahasanya seperti outline atau kerangka, mau apa, kemana, dengan cara apa, apa yang dibutuhkan dan sama siapa. Kita harus menyiapkan semuanya, memikirkan resiko apa yang akan kita ambil atau dengan siap kita akan bertemu, apakah orang yang akan mendukung ataukah orang yang ditugaskan Allah untuk menguji kita. But we don't have to worry, kita harus yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.

"Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, janganlah kita berduka, sebab apa yang kita kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan, seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan keudara, hanya menangkap kekosongan semata."


Jumat, 10 Agustus 2012

Somewhere Only We Know

"As we grow up, we learn that even the one person that wasn't supposed to ever let us down, probably will. You'll have your heart broken and you'll break others' hearts. You'll fight with your best friend or maybe even fall in love with them, and you'll cry because time is flying by. So take too many pictures, laugh too much, forgive freely, and love like you've never been hurt. Life comes with no guarantees, no time outs, no second chances. You just have to live life to the fullest, tell someone what they mean to you and tell someone off, speak out, dance in the pouring rain, hold someone's hand, comfort a friend, fall asleep watching the sun come up, stay up late, be a flirt, and smile until your face hurts. Don't be afraid to take chances or fall in love and most of all, live in the moment because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back."

Persahabatan itu seperti pohon yang tumbuh, jika tidak disirami maka akan mati. Dan itu benar-benar terjadi. Banyak orang yang masuk dalam kehidupan saya dan mengaku sebagai sahabat yang pada akhirnya justru pergi saat saya butuhkan. Hingga pada akhirnya saya sadar bahwa sahabat sejati saya adalah keluarga saya. Mama, Babhe, ina, iiq, opik dan almarhum nain. But still,, siapapun orangnya itu jika niat bersahabatnya tulus maka dia juga keluarga saya or maybe my family to be.. (aiiihh hahahaa)

Pernah ada yang bertanya (you know who?) "kenapa kamu lebih memilih sahabatmu dari pada pacar (ex)??". The answer is so simple, "they can't make me smile like you did, but they'll never make me cry like you do". Saya bukan manusia alim yang luar biasa kualitas agamanya, tapi paling tidak saya berhak memilih dengan cara apa saya berbahagia. Dan saya memilih melupakan penat pikiran dan hati bersama sahabat-sahabat saya. They know how to tell a life story in funny way, that's why I love them with all of my heart. :)

"Life is a miracle,, wise man follow the stars like the way I follow my heart. And whatever will come out someday is not a faith but a try to go through. A friend is one that knows you as you are, understands where you have been, accept what you have become, and still, allows you to grow"

Persahabatan itu lebih penting dari cinta. Dalam sebuah persahabatan pasti ada cinta tapi dalam sebuah cinta belum tentu ada persahabatan. Maka tak heran jika Friedrich Nietzsche bilang kalau "bukan kurangnya cinta yang menghancurkan sebuah pernikahan, tapi kurangnya persahabatan dalam pernikahan yang menghancurkannya" atau dialog antara Alphonso (George Lopez) dan Reed Bennet (Ashton Kutcher) di film Valentine's Day (2010) saat Reed bertanya, "how do you know your wife is the one?", dan Alphonso menjawab, "Its easy, I married my best friend!" (mulai nih lirik-lirik sahabat cantik or cakep di samping, hahaa)

Bude saya pernah bilang "fit, nikah ki ora mung status opo mung nggo menghalalke sing haram, ning yo nggo kekancan mbat-mbat-an (yang translatenya kurang lebih : kalau nikah itu bukan sekedar status atau untuk menghalalkan yang haram tapi juga untuk teman cerita, bertukar pendapat dan sharing). Butuh waktu lama sehingga saya bisa benar-benar mencerna maksud dari bude saya itu tapi pada akhirnya saya membenarkan kata-kata bude. Kita pasti suka dengan orang-orang yang memiliki sifat bersahabat, baik tutur kata maupun sikap dan perilakunya. Karena pada dasarnya semua manusia suka diperlakukan baik.

"...Itulah gunanya sahabat, ada pada saat-saat susah". -arjuna Ute-

Bagi yang baru pertama baca kalimat itu pasti mikir buset dah gue ada pas loe butuh doang dong. Tapi bagi yang sudah membaca 3x atau lebih akan berpikir seperti ini : sahabat ada saat susah bukan karena kita hanya dibutuhkan saat sahabat kita kesulitan atau pas butuh aja tapi jauh karena sahabat itu membantu menguatkan sahabat yang lain, menjadi sandaran saat gak ada tembok atau bagi seorang single fighter menjadi "pacar" yang paling setia (termasuk nemenin antri panas-panas daftar tes CPNS #nomention) dan juga menjadi "beloved clown" untuk sahabatnya karena sahabat itu menghibur, atau menjadi dosen dan mentor karena sahabat mengajarkan segalanya yang dia tau tentang ilmu atau bisa saja kehidupan. True friends are ones who never let you face your problems by yourself, they'll always there to help you make it through. Best friends makes tears of joy.

Ada saat dimana suatu saat kita akan mengenang semua hal dan kejadian yang kita lewati bersama sahabat-sahabat kita yang bagi saya jelas priceless, tidak bisa ditukar dengan sejuta dollar pun (kalo semilyar mungkin bisa hahaa joking). Kita mungkin tidak bisa memilih menghapus luka akibat dari kesalahan di masa lalu tapi kita bisa memilih sahabat mana yang akan membantu menyembuhkannya. Because true friends stabs you in the front.

Last but not least, saya pernah membaca tulisan Henry J.M. Nouwen di bukunya The Road To Day Break : A Spiritual Journey, "When we honestly ask ourselves which person in our lives mean the most to us, we often find that it is those who, instead of giving advice, solutions, or cures, have chosen rather to share our pain and touch our wounds with warm and tender hand. The friend who can be silent with us in a moment of despair or confusion, who can stay with us in an hour of grief and bereavement, who can tolerate not knowing, not curing, not healing and face with us the reality of our powerlessness, that is a friend who cares.


Kamis, 02 Agustus 2012

UNTOLD STORIES 1

"Orang miskin, orang gagal, orang yang tidak bahagia, dan orang sakit adalah orang-orang yang menggunakan kata "besok" paling banyak. Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebihan".



Saya menulis postingan ini dalam keadaan yang sangat bingung alias galau dan sekaligus bahagia dan bersyukur. Kalau baca judulnya pasti pada mikir saya akan membeberkan rahasia-rahasia yang tidak pernah diketahui atau sedang dalam proses mencari tahu yang sekarang keren dengan istilah "kepo".

Banyak orang yang melakukan fitnah dan menceritakan hal yang sebenarnya tidak ada lebih karena : 
1. Dia sedang tidak punya kerjaan;
2. Dia sedang bermasalah dengan hidupnya;
3. Dia sedang mencari perhatian yang tidak pernah didapatkannya; dan
4. Dia adalah seorang sosiopat yang tidak bisa melihat orang lain bahagia.
(waah, jangan-jangan saya juga. Tapi insya Allah saya bukan seorang sosiopat yang merasa terancam jika orang lain bahagia)
Saya berbahagia dengan cara saya. Dan cara yang paling sederhana adalah melihat tingkah adik perempuan saya yang meski sudah duduk di kelas 3 SMA tetapi sikap dan perilakunya masih seperti anak SD (bagi saya dia masih adik kecil saya) dan itu merupakan hiburan tersendiri bagi saya. Karena bagi saya untuk berbahagia, kita tidak perlu memiliki hal yang luar biasa. Berbahagia adalah cara kita menyikapi setiap hal yang datang pada diri kita. baik kecil atau besar, susah atau mudah, sedih atau tersenyum.

 "Kita semua berada di kolong langit yang sama, tapi kita tidak memiliki cakrawala pandang yang sama".

Pernah mendengar atau membaca atau mungkin menonton sebuah kisah tentang orang kaya yang punya segalanya memilih bertukar peran dengan orang miskin yang tidak punya apa-apa hanya karena ingin memiliki seseorang yang bisa menerima dirinya tanpa melihat siapa dia, dari kalangan mana atau berapa jumlah mobil yang diparkir di garasinya (walau belum tentu  itu mobil dia, siapa tahu itu punya orang dititipin ;) ). Atau mungkin kita bertemu dengan orang yang punya segalanya tapi masih mengeluh kebosanan karena hidupnya hanya begitu-begitu saja. Jalan-jalan, shoping, foya-foya dan segala aktifitas yang menurut saya sangat luar biasa. Dan ini nyata bukan rekayasa saya. Karena kebanyakan orang termasuk saya juga pasti pernah mengeluh tidak memiliki kesibukan tapi setelah disibukkan dengan pekerjaan yang amat sangat banyak dan menumpuk lantas saya akan mulai berpikir "oohh,, saya sangat merindukan masa dimana saya bisa berbaring rileks sambil menonton televisi, juga bisa jalan-jalan menikmati hebohnya dunia dan tetap mendapatkan uang bulanan (yaa,, saya masih menerima tanggungan dari orang tua saya) yang ujung-ujungnya mengendap direkening saya. Tell me about that. I know all things jika kalian bertanya hidup seorang "pengacara" alias pengangguran banyak acara karena saya salah satunya. Meski sempat menjadi outsourcing employee, saat ini saya sedang sibuk mempersiapkan diri untuk sebuah tugas besar yang saya sebut "The Future Plan Project" alias mempersiapkan diri menjadi seorang istri, ibu dan calon bidadari surga (ceileeehhh lagaknya yah. hahahaa) tapi amiiiinnnn semoga bisa.

Banyak orang yang mengaku bersyukur tapi tetap mengeluhkan kehidupannya. Mungkin kita sedang lupa saja bahwa masih banyak orang di luar sana yang berharap bisa berada di posisi kita. Menikmati cukupnya kebutuhan, nyamannya berteman, dan amannya terlelap. Babhe saya selalu berpesan kepada saya terutama (karena saya seorang kakak tua eh tertua) bahwa kita boleh sedikit bangga dengan apa yang kita punya, tapi bukan menyombongkan diri karena seperti halnya tukang parkir di malioboro, semua kendaraan itu bukan punya dia suatu saat bisa diambil lagi. Dan selalu niatkan bahwa setiap nikmat dan rejeki yang kita miliki senantiasa untuk mendekatan diri pada Allah bukan untuk mendapat predikat dari sesama hamba. Saya perlu waktu 3 tahun untuk bisa memahami apa yang selalu dipesankan babhe saya. Melihat kembali perjalan kehidupan saya hingga sampai dititik saya menyadari bahwa hal yang dulunya hanya sebatas impian, saat ini berada tepat di depan saya. Seorang teman pernah bilang bahwa hidup ini berawal dari impian besar, jangan pernah takut dan berhenti bermimpi untuk sesuatu yang baik karena semua berawal dari sana.

Kita semua berhak berbahagia, dan caranya tergantung dari diri kita sendiri. Kita yang memilih akan bahagia ataukah terpuruk dan menjadi galau. Bersyukurlah secara sadar dan tanpa dugaan. Masa depan itu masih rahasia, kita hanya perlu hidup untuk hari ini, dan jika besok kita masih diberi kesempatan lagi maka itu adalah bonus dan lakukan hal yang sama seperti kemarin tapi lebih baik.

"Cinta, pujian, dan dukungan lebih bermanfaat bagi kita yang masih hidup. Karena itu, jangan pelit memberikan pujian dan semangat karena itulah suplemen motivasi sehari-hari".

Haaaa... Kalau baca kata- kata di atas kok kesannya saya ini pendukung gombalers dan jilaters (penjilat maksud saya) ya?? Tapi jujur, siapa di dunia ini yang tidak butuh cinta? pujian? apalagi dukungan? Semua pasti setuju apalagi saya. Dan tentu saja ketiga hal itu pastinya datang dari hati yang tulus tanpa maksud jahat yaa.. Ingat dulu berapa belas tahun yang lalu saat pertama kalinya dalam hidup kita memenangkan sebuah pertandingan? meski hanya lomba makan kerupuk acara 17an di kampung tapi dengan bangganya kita bersorak seakan memenangkan jackpot. Ingat tidak siapa saja yang bersorak disekitar kita ayoo ayoo ayoo yang entah darimana asalnya membuat hati dan semangat kita terpacu? Naaahh, sudah ketemu dan sadar bahwa kita memang butuh 3 hal itu? Saya memiliki dan mendapatkan ketiga hal itu dari keluarga saya. Saya bukan seorang yang pandai tapi bisa ikut Student Exchange ke Malaysia, saya bukan finalis miss Indonesia tapi sepanjang sejarah saya belum pernah bertemu orang yang ketika saya tersenyum kepadanya orang itu akan melempar saya dengan kaleng minuman (iihh amit-amit jangan sampai hehee), saya juga bukan seorang yang alim dan hafal kitab atau lulusan pondok pesantren tetapi paling tidak saya tahu mana yang baik dan tidak. Dan asal tahu saja, meski kakek-kakek saya dan even babhe saya jago baca Qur'an, jujur saya baru bisa baca Qur'an saat masuk sekolah swasta waktu SMA. Betapa malunya saya dan karena malu itulah saya bertekad untuk bisa baca Qur'an. Walaupun saya hafal 23 surat pendeknya tapi tetap saya buta huruf arab. Dan alhamdulillah sampai sekarang saya masih belajar untuk bisa sempurna. Karena buat saya tidak perlu takut dengan hal besar, karena beberapa orang memang dilahirkan menjadi besar, beberapa orang dengan usahanya dan beberapa yang lain mendapatkan kebesarannya karena dipaksakan.

Kita tidak perlu bersusah payah mencari perhatian atau melakukan hal buruk untuk mendapat dukungan. Cukup dengan cara kita saja, sederhana dan berkesan untuk orang lain. seperti kata shakespeare semua yang asalnya dari hati akan selalu menyentuh hati.


To be continued..........

Sabtu, 16 Juni 2012

Family Matters (Kasih Sayang Keluarga)

"Keluarga adalah soal cinta yang mengatasi siksaan emosional. Kita tidak bisa memilih keluarga kita, mereka adalah anugerah Tuhan untuk kita, begitu pula kita untuk mereka"

"Keluarga", satu kata yang punya banyak definisi. Apa yang ada dipikiran kamu saat membaca kata itu. Ke-lu-ar-ga? Untuk saya,, keluarga adalah :











How do they look..?? Cute, gorgeous, everything can't compare. Itulah keluarga saya. Cinta, persaingan antar saudara kandung, anugerah, kenangan, rahasia, pengalaman lucu, rasa aman, kearifan, drama. Keluarga bagi saya adalah segalanya, mungkin teman-teman juga memikirkan hal yang sama. Mereka mengajarkan banyak hal kepada saya. Terutama adik-adik saya. Kami memang tidak selamanya akur tapi pada akhirnya kami selalu bisa tertawa bersama saat mengingat pertengkaran yang baru saja terjadi. 24 tahun hidup saya meski 9 tahun diantaranya saya hidup terpisah dari keluarga saya karena harus menempuh pendidikan di luar pulau. Keputusan hebat pertama yang saya yakini saat itu adalah keputusan terbaik. Meski ditahun-tahun pertama hidup berjauhan saya lalu dengan - jujur - banyak penyesalan. Namun ayah saya selalu mengingatkan bahwa ini adalah pilihan saya dan saya wajib bertanggung jawab atas pilihan saya itu. (pelajaran I, tanggung jawab). Saat jauh dari keluarga saya, waktu yang paling saya tunggu adalah libur panjang sebelum Idul Fitri karena saya bisa mudik alias pulang kampung. (pelajaran II, sabar).

Saya sulung dari 5 bersaudara, meski seorang adik saya almarhum, saya masih tetap menganggap bahwa kami masih 5 bersaudara sampai kapan pun.

Dia ADAM ISNAIN RUMODAR, my beloved brother. Salah satu pelawak di keluarga kami yang lebih dulu dipanggil pulang oleh Sang Pencipta, saya berpikir mungkin Tuhan butuh hiburan lebih jadi dia menjemput adik saya untuk menemaninya. Pikiran konyol, biarkan saja. Saya masih tetap merindukannya seperti 9 tahun yang lalu saat dia masih sering menanyakan kabar dan mengingatkan saya untuk menjaga kesehatan saya selama diperantauan. Dia dengan panggilan "kak chaiank-nya" selalu memberikan semangat dan mencerahkan hari-hari saya. Beda usia kami memang sangat dekat jadi kami tumbuh besar bersama, berbagi permainan dan teman-teman bermain kami pun sama. Dan yang paling penting saya dan nain - panggilan saya untuknya - melewati masa sulit awal-awal kehidupan kami bersama. Berangkat ke sekolah yang sama dengan berjalan kaki kurang lebih 20 menit dari rumah. Bergantian membeli sepatu baru - meski seringnya dia memakai bekas sepatu saya - merupakan kenangan yang tidak bisa saya lupakan, seolah itu tersimpan dalam folder kehidupan saya. Dia selalu menjadi sahabat terbaik saya, menjadi inspirasi saya dan selalu menjadi belahan jiwa saya.


"Dalam keluarga, kita akan mengenal berbagai karakter, belajar menyelaraskan sifat dan sikap, juga belajar bagaimana berbesar hati"



MUHAMMAD IQBAL RUMODAR, dia adik kedua saya, anak nomor 3, sifatnya yang pendiam, kalem, serius dan tipe pemikir sesuai namanya Iqbal - ayah saya berharap dia menjadi seorang profesor - dia menjadi yang terpandai, terajin, terdisiplin dan tersabar diantara kami berlima. Melihat sifat dasarnya yang seperti itu saya belajar arti sebuah kesabaran, disiplin, dan perfeksionisme. Dia juga mengajarkan saya sifat rendah hati yang so down to earth. Dia jarang meminta sesuatu kepada orang tua saya. Dia beranggapan selama masih bisa dipakai dia tidak akan meminta ganti baru. Dia juga memutuskan untuk melanjutkan sekolah menengahnya di kota yang sama dengan saya. Dia punya kadar intelektual luar biasa, namun karena dia adalah siswa yang berasal dari luar pulau - rayon dalam bahsa pendidikannya- maka nilai UNAS-nya harus dikurangi 1,0 sehingga dia tidak bisa masuk dalam daftar SMA Negeri - kebijakan yang aneh bukan??- oleh sebab itu, dia pun saya daftarkan di SMA swasta milik salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam terkenal di Jogja. Dia beradaptasi dengan cepat. Karena sekolah swasta Islam, maka mata pelajaran pun tidak sama dengan sekolah negeri pada umumnya. Tapi dengan mudahnya dia bisa merebut perhatian guru-guru disekolahnya itu dengan prestasinya - I'm not surprised - yang cemerlang hingga ia menyelesaikan sekolahnya dengan nilai yang fantastis. Sayangnya meski dulu ia pernah berniat untuk kuliah dijurusan teknik kimia, saat ini dia justru memilih mengikuti hobinya - yang berubah drastis - yaitu musik. He have his passion to do things like that. As a family and his big sister, saya harus tetap mendukungnya. Lagi pula dia sudah mantap dengan pilihannya.


Hey!! Don't even think to compare. Hahahahaaa... She's pretty right? Yes, she is my one and only little sister FACHRINA RAMLAH RUMODAR, FYI, her middle name is given by me and she always complain about that name. Rina, panggil dia rina atau ina, dia anak nomor 4, berbeda usia 2 tahun dengan Iqbal meski dia sekarang duduk dibangku kelas 2 SMA yang membuat orang berfikir dia dan iqbal hanya berbeda setahun, tapi entah kenapa sejak TK dan SD, mama memilih memasukkannya ke sekolah meski umurnya belum "pas" - begitu aku menyebutnya. Dia juga punya sifat yang sangat berbeda dengan kami semua. Cuek, apa adanya, eplas ceplos, riang, dan mesik kadang kala dia plin plan dan menyebalkan, saya selalu merindukannya saat pergi jauh atau dia tidak didekat saya. Sounds so weird?? I don't think so. Ina juga mengikuti saya dan iqbal untuk melanjutkan sekolah di Jogja. Niat awalnya hanya ingin main ke Mall - mengingat di kota asal saya Mall sebesar Ambarukmo Plaza tidak ada - jadilah dia ikut "nimbrung" di jogja. Ina tidak memiliki otak encer seperti kakaknya, tetapi dia menyadari kekurangannya dan berusaha belajar lebih keras meski terkadang saya mendapatinya tertidur dengan buku-buku sekolah yang berserakan. Dia juga rajin, tapi hanya pada waktu dan mood yang hanya dia yang tahu. Dia juga memiliki sejumlah keanehan-keanehan yang hanya dia sendiri yang mengerti. Misalnya saja, dia bukan orang yang suka makanan pedas, tapi dia suka sekali memakan cemilan-cemilan yang berbumbu pedas. Atau dia bukan pencinta susu, tapi jika ada yang membeli susu kemasan berasa, dia akan menjadi salah satu penggemar berat. Tak jarang saya dan dia bertengkar, tapi hanya akan bertahan sehari. Karena bagi saya adik perempuan adalah seorang teman dan pembela, pendengar, teman sekongkol, penasehat, dan pembagi kegembiraan juga kesedihan.



Dari semuanya, adik bungsu saya TAUFIQ RAMDHANI RUMODAR, menjadi penutup sifat yang luar biasa. Dia merupakan perpaduan sempurna dari kami berempat. Nakal, keras kepala, rajin, pola pikir yang luar biasa, humoris, dan juga perhatian. Pola pikir dan sikapnya jauh lebih dewasa dibandingkan saya, meski dia bungsu, dia tidak bersikap manja atau tergantung pada orang tua saya - paling tidak dia berbeda dengan kebanyakan anak bungsu pada umumnya - karena ayah saya sering tugas keluar kota dan mama juga pasti ikut menemani. Dia tidak pernah mengeluh kenapa dia selalu ditinggal sendirian di rumah. Atau saat papa dan mama mengunjungi kami bertiga di jogja dan dia tinggal di rumah sendirian bukanlah masalah besar. Dia pernah meminta untuk ikut juga bersekolah di Jogja, tapi saya menyarankan agar dia menemani mama saat papa harus ke luar kota sendirian. Dan dengan sangat berbesar hati dia menerimanya. Dengan begitu banyaknya alasan kami selalu bisa sayang padanya meski dia melakukan hal-hal antik, tak ada alasan bagi kami untuk lama-lama marah padanya. He's the last child but act like the old one. :) 

"Sebut itu klan, sebut itu jaringan, sebut itu suku, sebut itu keluarga. Tapi apa pun kau menyebutnya, siapa pun dirimu, kau butuh satu"

Sebagai anak sulung, saya menjadi role model bagi adik-adik saya. Apa yang saya lakukan dan apa yang saya capai menjadi tolak ukur adik-adik saya. Dan meski terkadang menjadi beban tersendiri, itu menjadi semangat lain untuk saya agar selalu meraih prestasi dan berharap adik-adik saya bisa lebih hebat dari saya. Banyak orang yang beranggapan saya cemburu atau iri hati dengan pencampaian adik-adik saya yang luar biasa. Tapi, bagi saya, pencapaian mereka itu sama seperti pencampaian saya diwaktu saya dulu. Ini waktu mereka, kenapa saya harus iri hati? Atau kecemburuan tentang keadaan sosial yang jauh berbeda saat saya dan adik saya almarhum dulu. Saya justru sangat bersyukur dengan rejeki yang datang dan menguntungkan adik-adik saya. Meski terkadang saya marah dengan sikap mereka yang terkesan arogan, bukan tugas saya untuk merubah mereka. Mereka sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Tugas saya hanya mengingatkan dan memberi pengarahan agar mereka tidak keluar jalur. Dan beruntungnya saya, saya memiliki adik-adik yang mau menerima saran juga kritik dan tidak sungkan memprotes jika saya melakukan kesalahan yang menurut mereka kurang "pas". Tapi pada akhirnya, saya adalah seorang kakak, dan kakak tahu segalanya, hahahaa itu motto saya. Karena memang adik-adik saya selalu bertanya pada saya tentang apa pun dan apa saja juga kapan saja.

Gelar "KAKAK" di depan nama saya jauh lebih berat tanggung jawabnya daripada gelar "SARJANA HUKUM (S.H.) di belakang nama saya. Dan saya merasa sangat bangga pada semua kakak di dunia yang meski haknya selalu ada diurutan terakhir tapi mereka selalu berbahagia untuk adik-adik mereka. Saya dan kakak-kakak lainnya di dunia akan dengan sangat berbahagia berkorban dan melakukan apa saja untuk adik-adik kami. Saya ingat pernah berbagi uang jajan bersama adik saya almarhum. Dan dengan adik perempuan saya, kami berbagi apa saja termasuk pakaian dan kerudung. Meski dia lebih banyak meminjam pakaian saya, saya justru merasa sangat bangga saat pakaian saya jauh lebih bagus saat dia memakainya. Entah perasaan apa itu tapi yang jelas saya menikmatinya.


"Syukur adalah sikap terbaik, Tawa adalah obat terbaik, karena persaudaraan adalah ikatan terkuat"


Love is to be ridiculous together...
Yaa,, saya dan adik-adik saya punya selera humor yang luar biasa lucu, mungkin karena ayah kami juga punya sifat itu. Diusia beliau yang setengah abad,, beliau masih saja bisa bercanda dengan kami atau teman-teman kami. Kami bersyukur memiliki ayah seperti babhe - saya biasa memanggil ayah saya dengan sebutan itu, and believe me saya bukan keturunan betawi - karena meski lelah dengan tanggung jawab sebagai kepala kantor, babhe masih sempat bercerita dan bercanda dan tipe ayah seperti itu hanya 1:10.000 saja di dunia ini. Kami berlima punya julukan yang terdengar keren "FURIOUS FIVE",, sounds like a movie tittle.. :)


Keluarga adalah segalanya untuk saya. Tempat pelarian paling sempurna yang pernah saya miliki. Tidak ada yang bisa menandiningi pelukan mama yang selalu bisa membuat hati dan pikiran nyaman, tidak ada yang bisa mengalahkan kata-kata babhe yang selalu bisa membuat jiwa bergetar dan tersadar bahwa hidup bukan hanya sekedar mengeluh apa yang tidak kita miliki, dan tidak ada yang lebih membahagiakan daripada bisa berkumpul dan bercanda dengan adik-adik saya. Even mr. bean or edie murphy are the best comedian ever, my brothers and sister are the great joke maker. Itu semua terbukti saat saya sedang menyusun skripsi saya dan saat itu saya benar-benar menyerah dan merasa tidak sanggup lagi. Doa dan harapan adik-adik saya meski disampaikan dengan cara dan nada bercanda,, but that's means a lot for me.

Saya selalu berharap bisa memiliki satu keluarga milik saya sendiri yang seperti ini. Yang selalu saling mendukung meski kami juga bersaing untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Yang meski selalu berantem karena hal kecil, kami tetap mencintai satu sama lain. Dan yang selalu menghibur, meski terkadang hiburan itu tidak masuk akal. Dan walaupun saya merasa sangat iri karena ketiga adik saya dibesarkan dalam keadaan yang sangat memanjakan, saya tetap mencintai mereka sebanyak saya mencintai almarhum adik saya nain. Saya seorang kakak, kata babhe meski saat ini mungkin mereka tidak patuh pada saya, suatu saat pasti mereka akan mencari saya. Karena saya kakak mereka yang akan selalu perhatian kepada mereka, who always love them no matter what. ;)

"Segala hal bisa saja mengubah kita, tapi kita berawal dan berakhir dengan keluarga karena kedekatan kakak dan adik itu seperti kaki dan tangan. Mereka seperti sahabat yang tak mungkin kita singkirkan, sebab apa pun yang kita lakukan mereka akan selalu mendampingi"

Alhamdulillah yah sesuatu... ;)
Keluarga adalah "sesuatu" saya yang tidak akan pernah tergantikan oleh apa pun. Saya berasal, belajar dan akan kembali pada mereka. Karena bagi saya kasih sayang dan cinta yang dianugerahkan oleh keluarga saya adalah tanda bahwa Tuhan telah dan selalu memberikan saya belahan jiwa yang tidak akan pernah meninggalkan saya sepanjang hidup saya dan seburuk apa pun keadaan saya.



I LOVE MY FAMILY, J'AIME MA FAMILLE, AMO LA MIA FAMIGLIA, AMO A MI FAMILIA, أنا أحب أسرتي