Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Minggu, 12 Agustus 2012

UNTOLD STORY 2

"Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan orang yang berpikiran baik selalu dapat menikmati hidup."

Tidak terasa sebentar lagi Lebaran dan momen yang tidak pernah terlewat adalah tradisi mudik. Yaaa.. mengingatkan saya tentang tahun-tahun yang telah lewat dimana saya menjadi salah satu anggota dari tradisi tahunan itu. Dan memang betul bahwa seiring bertambahnya umur dan berubahnya keadaan serta pola pikir, membuat tradisi mudik yang biasa saya lakukan menjadi bukan prioritas utama. Bukan karena tidak rindu keluarga, tapi mencoba realistis. Jarak yang luar biasa dan trans-cost yang amazing membuat saya berpikir lebih baik dana itu saya gunakan untuk yang lebih penting dan menjadi prioritas {bukan untuk beli gadget terbaru loh ya (*o*) }

Saya begitu menikmati menjadi mahasiswa perantauan yang ternyata bila dilihat kembali menjadi saksi perubahan kota Jogja yang jika dulu saat musim mudik tiba, kota budaya ini selalu lengang tapi sekarang justru semakin ramai padahal tidak semua orang yang mudik ke Jogja adalah warga Jogja justru warga kota lain yang ingin menghabiskan liburan bersama keluarga di kota Jogja.

"Kita hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Kita konsisten menjalankannya. Karena hidup itu memang tidak mudah tetapi yakinlah bahwa Kita bisa."


How do they look?? Hahaaa I can see the smile on your face. Look how professional they are. Tell me what you think. Yaaa.. Hari ini 3 tahun yang lalu, saya dan orang-orang hebat dalam foto itu menjadi salah satu orang beruntung yang diijinkan masuk ke ruangan Sekretaris/Panitera (kalo di Pengadilan Indonesia) yang kebetulan adalah teman kami di Kompleks Mahkamah Kuala Lumpur (Mahkamah Agungnya negara Malaysia). Look at their face, bisa melihat yang saya lihat? Itu adalah wajah-wajah calon petinggi bangsa ini besok (amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn).

Saya dulu tidak pernah menyangka bisa mendapatkan kesempatan untuk study di luar negeri (yaa meski cuma deket sih). Setelah saya ditikung dan merasa tidak diberi kesempatan waktu SMP untuk mengikuti jambore dunia (masih inget saja) saya merasa bahwa mungkin kesempatan itu bukan milik saya dan bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau merendahkan orang lain atau mungkin kalian berpikiran saya ini pendendam, tapi jujur saja itu sudah bukan masalah besar lagi buat saya. I've got my chance. Dulu semua yang saya alami sekarang hanya sebatas 'mbathin' alias cuma saya ucapkan dalam hati. Dengan kata-kata awal "suatu saat saya ingin..................." (isi aja sama impiannya). Sampai tibalah saat dimana kesempatan itu datang dan tanpa berpikir lama, saya menyiapkan semua yang diperlukan untuk seleksi dan FYI bahasa inggris saya tidak sebagus teman-teman saya yang lolos waktu itu. Bisa dibilang saya ini beruntung bisa lolos (meski berita kelolosan itu diwarnai insiden macam-macam seperti yang sudah saya ceritakan duluuuuuu sekali). Siapa yang menyangka, bahkan saya sendiri takjub bahwa keberangkatan saya ke Kuala Lumpur 3 tahun lalu merupakan langkah besar pertama yang mengubah seluruh hidup saya, cara berfikir saya, cara pandang saya, dan saya menemukan sahabat-sahabat yang benar-benar peduli. Ya orang-orang hebat dalam foto di atas tadi. Itu baru sebagian kecil rencana saya yang terwujud masih banyak rencana yang harus diwujudkan, karena bagi saya rencana adalah jembatan menuju mimpi, jika tidak membuat rencana itu sama seperti kita tidak memiliki pijakan langkah menuju cita-cita. Bahasanya seperti outline atau kerangka, mau apa, kemana, dengan cara apa, apa yang dibutuhkan dan sama siapa. Kita harus menyiapkan semuanya, memikirkan resiko apa yang akan kita ambil atau dengan siap kita akan bertemu, apakah orang yang akan mendukung ataukah orang yang ditugaskan Allah untuk menguji kita. But we don't have to worry, kita harus yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.

"Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, janganlah kita berduka, sebab apa yang kita kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan, seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan keudara, hanya menangkap kekosongan semata."


Jumat, 10 Agustus 2012

Somewhere Only We Know

"As we grow up, we learn that even the one person that wasn't supposed to ever let us down, probably will. You'll have your heart broken and you'll break others' hearts. You'll fight with your best friend or maybe even fall in love with them, and you'll cry because time is flying by. So take too many pictures, laugh too much, forgive freely, and love like you've never been hurt. Life comes with no guarantees, no time outs, no second chances. You just have to live life to the fullest, tell someone what they mean to you and tell someone off, speak out, dance in the pouring rain, hold someone's hand, comfort a friend, fall asleep watching the sun come up, stay up late, be a flirt, and smile until your face hurts. Don't be afraid to take chances or fall in love and most of all, live in the moment because every second you spend angry or upset is a second of happiness you can never get back."

Persahabatan itu seperti pohon yang tumbuh, jika tidak disirami maka akan mati. Dan itu benar-benar terjadi. Banyak orang yang masuk dalam kehidupan saya dan mengaku sebagai sahabat yang pada akhirnya justru pergi saat saya butuhkan. Hingga pada akhirnya saya sadar bahwa sahabat sejati saya adalah keluarga saya. Mama, Babhe, ina, iiq, opik dan almarhum nain. But still,, siapapun orangnya itu jika niat bersahabatnya tulus maka dia juga keluarga saya or maybe my family to be.. (aiiihh hahahaa)

Pernah ada yang bertanya (you know who?) "kenapa kamu lebih memilih sahabatmu dari pada pacar (ex)??". The answer is so simple, "they can't make me smile like you did, but they'll never make me cry like you do". Saya bukan manusia alim yang luar biasa kualitas agamanya, tapi paling tidak saya berhak memilih dengan cara apa saya berbahagia. Dan saya memilih melupakan penat pikiran dan hati bersama sahabat-sahabat saya. They know how to tell a life story in funny way, that's why I love them with all of my heart. :)

"Life is a miracle,, wise man follow the stars like the way I follow my heart. And whatever will come out someday is not a faith but a try to go through. A friend is one that knows you as you are, understands where you have been, accept what you have become, and still, allows you to grow"

Persahabatan itu lebih penting dari cinta. Dalam sebuah persahabatan pasti ada cinta tapi dalam sebuah cinta belum tentu ada persahabatan. Maka tak heran jika Friedrich Nietzsche bilang kalau "bukan kurangnya cinta yang menghancurkan sebuah pernikahan, tapi kurangnya persahabatan dalam pernikahan yang menghancurkannya" atau dialog antara Alphonso (George Lopez) dan Reed Bennet (Ashton Kutcher) di film Valentine's Day (2010) saat Reed bertanya, "how do you know your wife is the one?", dan Alphonso menjawab, "Its easy, I married my best friend!" (mulai nih lirik-lirik sahabat cantik or cakep di samping, hahaa)

Bude saya pernah bilang "fit, nikah ki ora mung status opo mung nggo menghalalke sing haram, ning yo nggo kekancan mbat-mbat-an (yang translatenya kurang lebih : kalau nikah itu bukan sekedar status atau untuk menghalalkan yang haram tapi juga untuk teman cerita, bertukar pendapat dan sharing). Butuh waktu lama sehingga saya bisa benar-benar mencerna maksud dari bude saya itu tapi pada akhirnya saya membenarkan kata-kata bude. Kita pasti suka dengan orang-orang yang memiliki sifat bersahabat, baik tutur kata maupun sikap dan perilakunya. Karena pada dasarnya semua manusia suka diperlakukan baik.

"...Itulah gunanya sahabat, ada pada saat-saat susah". -arjuna Ute-

Bagi yang baru pertama baca kalimat itu pasti mikir buset dah gue ada pas loe butuh doang dong. Tapi bagi yang sudah membaca 3x atau lebih akan berpikir seperti ini : sahabat ada saat susah bukan karena kita hanya dibutuhkan saat sahabat kita kesulitan atau pas butuh aja tapi jauh karena sahabat itu membantu menguatkan sahabat yang lain, menjadi sandaran saat gak ada tembok atau bagi seorang single fighter menjadi "pacar" yang paling setia (termasuk nemenin antri panas-panas daftar tes CPNS #nomention) dan juga menjadi "beloved clown" untuk sahabatnya karena sahabat itu menghibur, atau menjadi dosen dan mentor karena sahabat mengajarkan segalanya yang dia tau tentang ilmu atau bisa saja kehidupan. True friends are ones who never let you face your problems by yourself, they'll always there to help you make it through. Best friends makes tears of joy.

Ada saat dimana suatu saat kita akan mengenang semua hal dan kejadian yang kita lewati bersama sahabat-sahabat kita yang bagi saya jelas priceless, tidak bisa ditukar dengan sejuta dollar pun (kalo semilyar mungkin bisa hahaa joking). Kita mungkin tidak bisa memilih menghapus luka akibat dari kesalahan di masa lalu tapi kita bisa memilih sahabat mana yang akan membantu menyembuhkannya. Because true friends stabs you in the front.

Last but not least, saya pernah membaca tulisan Henry J.M. Nouwen di bukunya The Road To Day Break : A Spiritual Journey, "When we honestly ask ourselves which person in our lives mean the most to us, we often find that it is those who, instead of giving advice, solutions, or cures, have chosen rather to share our pain and touch our wounds with warm and tender hand. The friend who can be silent with us in a moment of despair or confusion, who can stay with us in an hour of grief and bereavement, who can tolerate not knowing, not curing, not healing and face with us the reality of our powerlessness, that is a friend who cares.


Kamis, 02 Agustus 2012

UNTOLD STORIES 1

"Orang miskin, orang gagal, orang yang tidak bahagia, dan orang sakit adalah orang-orang yang menggunakan kata "besok" paling banyak. Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebihan".



Saya menulis postingan ini dalam keadaan yang sangat bingung alias galau dan sekaligus bahagia dan bersyukur. Kalau baca judulnya pasti pada mikir saya akan membeberkan rahasia-rahasia yang tidak pernah diketahui atau sedang dalam proses mencari tahu yang sekarang keren dengan istilah "kepo".

Banyak orang yang melakukan fitnah dan menceritakan hal yang sebenarnya tidak ada lebih karena : 
1. Dia sedang tidak punya kerjaan;
2. Dia sedang bermasalah dengan hidupnya;
3. Dia sedang mencari perhatian yang tidak pernah didapatkannya; dan
4. Dia adalah seorang sosiopat yang tidak bisa melihat orang lain bahagia.
(waah, jangan-jangan saya juga. Tapi insya Allah saya bukan seorang sosiopat yang merasa terancam jika orang lain bahagia)
Saya berbahagia dengan cara saya. Dan cara yang paling sederhana adalah melihat tingkah adik perempuan saya yang meski sudah duduk di kelas 3 SMA tetapi sikap dan perilakunya masih seperti anak SD (bagi saya dia masih adik kecil saya) dan itu merupakan hiburan tersendiri bagi saya. Karena bagi saya untuk berbahagia, kita tidak perlu memiliki hal yang luar biasa. Berbahagia adalah cara kita menyikapi setiap hal yang datang pada diri kita. baik kecil atau besar, susah atau mudah, sedih atau tersenyum.

 "Kita semua berada di kolong langit yang sama, tapi kita tidak memiliki cakrawala pandang yang sama".

Pernah mendengar atau membaca atau mungkin menonton sebuah kisah tentang orang kaya yang punya segalanya memilih bertukar peran dengan orang miskin yang tidak punya apa-apa hanya karena ingin memiliki seseorang yang bisa menerima dirinya tanpa melihat siapa dia, dari kalangan mana atau berapa jumlah mobil yang diparkir di garasinya (walau belum tentu  itu mobil dia, siapa tahu itu punya orang dititipin ;) ). Atau mungkin kita bertemu dengan orang yang punya segalanya tapi masih mengeluh kebosanan karena hidupnya hanya begitu-begitu saja. Jalan-jalan, shoping, foya-foya dan segala aktifitas yang menurut saya sangat luar biasa. Dan ini nyata bukan rekayasa saya. Karena kebanyakan orang termasuk saya juga pasti pernah mengeluh tidak memiliki kesibukan tapi setelah disibukkan dengan pekerjaan yang amat sangat banyak dan menumpuk lantas saya akan mulai berpikir "oohh,, saya sangat merindukan masa dimana saya bisa berbaring rileks sambil menonton televisi, juga bisa jalan-jalan menikmati hebohnya dunia dan tetap mendapatkan uang bulanan (yaa,, saya masih menerima tanggungan dari orang tua saya) yang ujung-ujungnya mengendap direkening saya. Tell me about that. I know all things jika kalian bertanya hidup seorang "pengacara" alias pengangguran banyak acara karena saya salah satunya. Meski sempat menjadi outsourcing employee, saat ini saya sedang sibuk mempersiapkan diri untuk sebuah tugas besar yang saya sebut "The Future Plan Project" alias mempersiapkan diri menjadi seorang istri, ibu dan calon bidadari surga (ceileeehhh lagaknya yah. hahahaa) tapi amiiiinnnn semoga bisa.

Banyak orang yang mengaku bersyukur tapi tetap mengeluhkan kehidupannya. Mungkin kita sedang lupa saja bahwa masih banyak orang di luar sana yang berharap bisa berada di posisi kita. Menikmati cukupnya kebutuhan, nyamannya berteman, dan amannya terlelap. Babhe saya selalu berpesan kepada saya terutama (karena saya seorang kakak tua eh tertua) bahwa kita boleh sedikit bangga dengan apa yang kita punya, tapi bukan menyombongkan diri karena seperti halnya tukang parkir di malioboro, semua kendaraan itu bukan punya dia suatu saat bisa diambil lagi. Dan selalu niatkan bahwa setiap nikmat dan rejeki yang kita miliki senantiasa untuk mendekatan diri pada Allah bukan untuk mendapat predikat dari sesama hamba. Saya perlu waktu 3 tahun untuk bisa memahami apa yang selalu dipesankan babhe saya. Melihat kembali perjalan kehidupan saya hingga sampai dititik saya menyadari bahwa hal yang dulunya hanya sebatas impian, saat ini berada tepat di depan saya. Seorang teman pernah bilang bahwa hidup ini berawal dari impian besar, jangan pernah takut dan berhenti bermimpi untuk sesuatu yang baik karena semua berawal dari sana.

Kita semua berhak berbahagia, dan caranya tergantung dari diri kita sendiri. Kita yang memilih akan bahagia ataukah terpuruk dan menjadi galau. Bersyukurlah secara sadar dan tanpa dugaan. Masa depan itu masih rahasia, kita hanya perlu hidup untuk hari ini, dan jika besok kita masih diberi kesempatan lagi maka itu adalah bonus dan lakukan hal yang sama seperti kemarin tapi lebih baik.

"Cinta, pujian, dan dukungan lebih bermanfaat bagi kita yang masih hidup. Karena itu, jangan pelit memberikan pujian dan semangat karena itulah suplemen motivasi sehari-hari".

Haaaa... Kalau baca kata- kata di atas kok kesannya saya ini pendukung gombalers dan jilaters (penjilat maksud saya) ya?? Tapi jujur, siapa di dunia ini yang tidak butuh cinta? pujian? apalagi dukungan? Semua pasti setuju apalagi saya. Dan tentu saja ketiga hal itu pastinya datang dari hati yang tulus tanpa maksud jahat yaa.. Ingat dulu berapa belas tahun yang lalu saat pertama kalinya dalam hidup kita memenangkan sebuah pertandingan? meski hanya lomba makan kerupuk acara 17an di kampung tapi dengan bangganya kita bersorak seakan memenangkan jackpot. Ingat tidak siapa saja yang bersorak disekitar kita ayoo ayoo ayoo yang entah darimana asalnya membuat hati dan semangat kita terpacu? Naaahh, sudah ketemu dan sadar bahwa kita memang butuh 3 hal itu? Saya memiliki dan mendapatkan ketiga hal itu dari keluarga saya. Saya bukan seorang yang pandai tapi bisa ikut Student Exchange ke Malaysia, saya bukan finalis miss Indonesia tapi sepanjang sejarah saya belum pernah bertemu orang yang ketika saya tersenyum kepadanya orang itu akan melempar saya dengan kaleng minuman (iihh amit-amit jangan sampai hehee), saya juga bukan seorang yang alim dan hafal kitab atau lulusan pondok pesantren tetapi paling tidak saya tahu mana yang baik dan tidak. Dan asal tahu saja, meski kakek-kakek saya dan even babhe saya jago baca Qur'an, jujur saya baru bisa baca Qur'an saat masuk sekolah swasta waktu SMA. Betapa malunya saya dan karena malu itulah saya bertekad untuk bisa baca Qur'an. Walaupun saya hafal 23 surat pendeknya tapi tetap saya buta huruf arab. Dan alhamdulillah sampai sekarang saya masih belajar untuk bisa sempurna. Karena buat saya tidak perlu takut dengan hal besar, karena beberapa orang memang dilahirkan menjadi besar, beberapa orang dengan usahanya dan beberapa yang lain mendapatkan kebesarannya karena dipaksakan.

Kita tidak perlu bersusah payah mencari perhatian atau melakukan hal buruk untuk mendapat dukungan. Cukup dengan cara kita saja, sederhana dan berkesan untuk orang lain. seperti kata shakespeare semua yang asalnya dari hati akan selalu menyentuh hati.


To be continued..........