“Hidup itu tentang belajar. Belajar bersyukur meski
terasa kurang, belajar ikhlas meski mungkin tak rela, belajar taat meski kadang
berat, belajar memahami meski mungkin tak sehati, belajar bersabar meski
terbebani, belajar untuk setia meski sangat tergoda, belajar memberi walau
sedikit, belajar mengasihi meski disakiti, belajar tenang meski gelisah atau
belajar percaya meski terlalu ragu...”
Happy Eid Al Adha Mubarak to all friends and relatives.
Dear readers,
Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H. Semoga kita semakin
taat dan ikhlas serta sabar yaa..
Hampir sama seperti Idul Adha tahun-tahun sebelumnya,
saya melakukan rutinitas yang saya sebut “balada emak-emak”. Hahahaa.. feel
free to laugh out loud. Saya katakan balada emak-emak karena tugas memasak dari
menyiapkan bumbu, menguleknya, menyiapkan bahan masakan dan memasak akan jadi
sebuah rutinitas yang terlihat sangat melelahkan but I’m kinda enjoy it.
Terjaga hingga pukul 2 dini hari dan bangun pukul 4 subuh. Jika pada hari
biasanya saya akan sangat mengantuk, namun untuk hari yang spesial ini, tentu saja
saya akan dengan senang hati bangun dari kasur.
Semua rutinitas itu mengingatkan saya kepada maknyak yang
dengan rajin dan ikhlasnya terjaga hingga larut malam dan akan bangun sangat
awal. Menyiapkan dan memastikan semua masakannya sempurna (believe me, her
dishes are so delicious which maybe I can compare it to chef Ramsay’s fenomenal
beef wellington) dan meski anak-anak maknyak sudah beranjak dewasa, beliau
tetap memperlakukan kami seperti anak-anak kecilnya. Jadi, sabar dan ikhlas itu
selalu mengikuti kemanapun cinta pergi. Cinta maknyak kepada kami membuatnya menjadi
our wonder woman, our master chef, our guardian angel. Begitu juga kecintaan
saya kepada adik-adik saya. Oke, mereka terkadang mengesalkan dan terkadang
membuat jantung saya terasa akan meledak jika melihat mereka begitu kurang
bersyukur. But hey, mereka hanyalah adik-adik, mereka masih butuh waktu untuk
belajar. Sama seperti saya.
“Cinta yang sejati itu dinamis dan campuran gado-gado
dari tertawa terpingkal-pingkal tentang sesuatu yang tidak lucu, bertengkar
hebat karena sebab yang sepele, cemburu yang berpotensi talak 47 yang tak
beralasan, gemes tanpa sebab, sebel kesumat tanpa alasan, dan mabuk kangen
padahal dia dekat.” – Mario Teguh –
Cinta itu pengorbanan. Ketika mencintai, seseorang telah
menyetujui sebuah perjanjian kasat mata mengenai perngorbanan. Sehingga
terkadang pengorbanan merupakan wujud tertinggi dari mencintai. Namun, banyak
yang mungkin salah berkorban baik cara ataupun yang dikorbankan. Percayalah
saya juga pernah melakukan kesalahan itu. But lets left the mistakes we did
behind.
Sahabat,
Sadarkah kita bahwa setiap hari ketika kita bangun adalah
kesempatan kedua yang selalu diberikan kepada kita? Entah kesempatan kedua yang
sudah ke berapa, namun tetap merupakan kesempatan kedua. Kesempatan kedua untuk
menjadi yang lebih baik dari hari kemarin. Lebih baik dalam melakukan
pekerjaan, lebih baik dalam memperlakukan orang-orang disekitar kita dan lebih
dalam mencintai orang-orang yang mengasihi kita. Saya sering menyebutkan bahwa
keluarga saya adalah yang terpenting untuk saya. Sehingga, no matter how hard life took me down, I always
have reason to get up again or at least I know where I’m going to run. Yes. My
family.
Sahabat,
Kabar bahagia datang dari my one and only best friend.
Hahaaa. He’s become the groom and will getting married on october 12th, 2014.
Percaya tidak percaya he finally meet his other half. If you ever watch Julia
Robert’s movie “My Best Friend Wedding” you’ll know how I feel but not the part
when she believe her best friend is in love with her. Just the sad part that
she’ll no longer become the only woman he can talk to all day. Hehehee...
He’s become my best friend for 5 years. He’s already
become a big brother to me. And just
like all the siblings do, we make fun to each other, mocking arround, and
sometimes (a lot of time) we talk so serious about the future, the dream or
maybe just an imagination of two young adults who still up at 2 am. Most of the
people who saw us for the first time and never know our story will always tell
that we’re the love birds. Trust me I’m feel so not flattered. Hahahaaa. I’m
joking.
I love him, as the very best friend of me. I learned so
much about law with him. I adore him like I adore steve jobs, he’s the smart
one and for the return, I’ll become his madam mediator to all of his girl fans
who has become a “victims” of kharisma cinta sang arjuna. Hahahahaaa... And
tebak siapa yang akan menjadi sasaran kecemburuan para gadis itu?? Yup, me. But
it’s ok. I’m kinda enjoy it. Karena entah kenapa saya belajar sesuatu dari
mereka. Mengetahui sisi lain dari sahabat saya itu yang mungkin sebelumnya
tidak saya ketahui.
“Love is many things, but it is never deceitful..
Because, nothing toxic comes from genuine love..”
Manis ya kata-kata diatas, tidak ada yang beracun yang
berasal dari cinta yang murni.
Menurut sahabat, seperti apa sih cinta yang murni itu?
Bagi saya cinta yang murni itu hanya cinta punya orang tua
ke anak. Cinta yang pengorbanan dan ketulusannya tidak akan pernah tergantikan.
Saya mungkin begitu mencintai charming saya, tapi tidak bisa melebihi cinta
saya kepada babhe saya. Saya mungkin begitu mencintai miss livi saya, tapi
tetap akan berbeda rasanya jika mengendarainya bersama maknyak. Babhe dan
maknyak adalah cinta sejati saya.
Sahabat,
Tahun ini menjadi tahun yang penuh keberkahan. Babhe,
maknyak, dan nenek berkesempatan menjadi tamu Allah di baitul-Nya. Maknyak
begitu bersemangat. Nenek apalagi. Beliau-beliau berkomentar sama, “rasanya
seperti mimpi bisa berangkat haji”. Maknyak saya bukanlah seorang wanita dengan
gelar sarjana, atau yang begitu canggih menggunakan gadget. Saya masih ingat
ketika tiba di jeddah dengan polosnya maknyak saya mengirimkan sebuah sms
sederhana pada pukul 11:35 PM waktu tanah air hanya untuk menanyakan,”kak,
dijogja jam berapa? Disini baru selesai shalat magrib”. Saya tersenyum simpul
membaca sms maknyak itu, meski sedikit mengantuk saya sempatkan membalas kalau
di jogja sudah hampir tengah malam dan menjelaskan bahwa jogja dan jeddah
berbeda 4 jam lebih cepat. Sesederhana itu, dan sebahagia itu. Saya berpikir
bahwa itulah buah kesabaran babhe dan keikhlasan maknyak. Dan juga perjuangan
almarhum kakek saya yang membesarkan babhe.
Komunikasi jogja-jeddah lumayan lancar. Meski beberapa
hari sama sekali tidak ada kontak. Mama begitu antusias menceritakan perjalanan
beliau. Dan tentu saja berbagai fenomena-fenomena yang terjadi di holly land
itu. Dan tak pernah ketinggalan mama menanyakan kabar anak-anak kesayangannya.
Sebesar itu dan seindah itu cinta mama kepada kami.
Sahabat,
Tidak habis rasanya jika kita berbincang tentang cinta,
pengorbanan dan ketulusan ya.. Saya bukan ahli dalam hal membicarakan hal-hal
tersebut. Tapi jika hanya sekedar berbagi cerita, saya punya banyak cerita dari
teman-teman saya yang tidak enggan berbagi tentang kisah mereka. Namun, dari
cerita merekalah saya belajar arti mencintai, mengorbankan dan tentu saja
ketulusan. Seperti cuplikan percakapan di bawah ini :
24/6/2014 00:29: CT: Nyet.. do you believe in love?
24/6/2014 00:30: LR: Yes..I believe..why??
24/6/2014 00:31: CT: What is it nyet
24/6/2014 00:32: LR: Piye ya jelasinnya ya..
24/6/2014 00:33: LR: Hhmm..kalo aku ngeliatnya dr 2 macem..dalam
arti luas sama dalam arti sempit
24/6/2014 00:36: LR: Dalam arti luas tuh "love"
yg ditujukan kepada siapa pun,dan semua yg ada di keseharian kita. Orang
tua..temen..bahkan sampe ke tanaman,hewan atau benda mati sekali pun
24/6/2014 00:38: LR: Kalo dalam arti sempit aku
ngeliatnya lebih ke interaksi antar manusia dimana ada unsur perasaan disitu.
Tp itu interaksi yg ke arah positif. Untuk mencapai "love" itu butuh
waktu,kesabaran,ikhlas,dll..
24/6/2014 00:38: CT: Wow
24/6/2014 00:38: CT: Subhanallah bgt si kamu
24/6/2014 00:38: CT: Dan pertanyaanku smcm random
24/6/2014 00:38: CT: Gahahahha
24/6/2014 00:38: CT: Km pernah ga ngerasain hal yg
berbeda pas km ktm sm org yg km suka
24/6/2014 00:38: LR: Asemm..pdhal aku ngetiknya sambil
mikir tp mata ngeliat bola..
24/6/2014 00:38: CT: Beda rasanya sm yg dulu2
24/6/2014 00:39: CT: Atau gini deh.. km prnh ngrasain
cinta ga?
24/6/2014 00:39: CT: *hiyek bgt
24/6/2014 00:39: LR: Wakakakaka..pernah lah neng..bahkan
sampe tahap menghilangkan logika..
24/6/2014 00:40: LR: Ngeri kan..kan..kan..
24/6/2014 00:47: CT: Ngeri bgt
24/6/2014 00:47: CT: Sama sape nyet?
24/6/2014 00:47: CT: *ngrumpik
24/6/2014 00:48: LR: Settdahh..mau dibahas neh??
24/6/2014 00:48: CT: Lha
24/6/2014 00:48: CT: Knp??
24/6/2014 00:50: LR: Yaa gpp..
24/6/2014 00:50: LR: Aku jujur2an aja yaa ceritanya..
24/6/2014 00:50: CT: Iyalaah
24/6/2014 00:50: CT: Sapa yg suru km boong kl ngmg sm aku
24/6/2014 00:50: CT: Wkwkwkwkwk
24/6/2014 00:53: LR: Waktu aku suka sm kamu. Walopun ngerasain
kecewa,dll aku gak berubah dr apa yg aku rasain. Tetep "menikmati"
rasa suka itu,dan dr sekitarku walopun dah bilang supaya dicukupkan dan dihentikan
yaa aku tetep bablas aja..
24/6/2014 00:53: CT: Mmm oke
24/6/2014 00:54: LR: Merasa nyaman yg gak aku dapet dr
orang lain,dan rasa2 lainnya itu yg bikin aku tetep bertahan.
24/6/2014 00:55: CT: Aaaa onyeeet
24/6/2014 00:55: CT: Huhuhu
24/6/2014 00:55: LR: Makin kesini aku sadar,mungkin emang
itu bukan takdirku tp aku jadiin pelajaran gmn caranya mengikhlaskan,dan
sabar..
24/6/2014 00:55: CT: Subhanallah
24/6/2014 00:56: CT: Ya igt aja dl km mesti ngediemin aku
brapa bulan kl lg mrh
24/6/2014 00:56: CT: Ya kan
24/6/2014 00:57: LR: Iyaa diem..soalnya aku gak mau
marah2 secara frontal di depan kamu. Krn aku tau,aku gak bisa kaya gtu ke kamu.
Buat aku diem itu mengakomodir emosiku,tp kan akhirnya balik normal lg. Krn aku
step by step untuk sabar..dan ikhlas itu td..
24/6/2014 00:59: LR: Simplenya gini deh neng..pernah gak
aku ngomong sama kamu dgn nada tinggi,muka garang,atau bahkan sampe gebrak meja
atau apa gtu??
24/6/2014 00:59: CT: Kagaaaa
24/6/2014 00:59: CT: Manaaa ada km kaya gt
24/6/2014 01:00: CT: Suabaaaar bgt km
24/6/2014 01:00: CT: Hehe
24/6/2014 01:01: LR: Krn aku gak bisa neng..gak bisa
sampe kaya gtu..beda pas aku ngamuk2 di tim MCC sampe gebrak meja..
24/6/2014 01:01: CT: Bedaaa
24/6/2014 01:01: CT: Iyaa sih
24/6/2014 01:02: LR: Se-ngeselin2-nya kamu neng ke
aku..maksimal aku diem aja..
24/6/2014 01:04: LR: Apa gara2 liat mukamu ya
neng..mukamu kan melas'i..jd gak tega kalo mau marah2..
24/6/2014 01:29: LR: Ehh iya neng..ada satu lg yg belom
aku ceritain td. Aku ngertiin yg kamu omongin waktu di leker dulu itu,aku paham
itu. Tp kata2mu itu aku jadiin motivasiku.. jd sesulit apa pun kondisi
kita,hubungan aku sama kamu harus terjaga dgn baik. Krn kita harus saling
ngingetin,saling ngertiin,dan saling support.. Makasi yaa neng..
Jika dibaca sepintas percakapan itu layaknya percakapan
biasa antara seorang cewek dan cowok. Tapi entah kenapa saya paham betul apa
yang sedang mereka bicarakan. Pasangan diatas itu merupakan pasangan yang
terjebak friendzone. Yang nggak mau merusak persahabatan yang sudah dibangun
sejak lama dengan perasaan cinta yang entah mungkin belum pasti. Percaya atau tidak,
ada yang dikorbankan dalam hubungan macam itu.Tapi jelas ada sebuah komitmen yang tulus disana. Trust me I knew it.
Masih banyak sebenarnya yang berkisah sama seperti itu.
Atau justru ada kisah seorang pria yang sudah memiliki kekasih namun merasa
kurang bahagia kemudian jatuh cinta kepada wanita lain dan saat mengetahui
wanita yang dijatuh cintai juga memiliki perasaan yang sama, kemudian sang pria
meninggalkan kekasihnya. Cinta itu melumpuhkan logika dan akan selalu mencari
alasan pembenar untuk setiap tindakannya yang terkadang menyakiti orang lain.
Saya sempat berpikir, jika sang pria itu mampu mencintai gadis lain saat dia
sedang memiliki seorang kekasih, apakah dikemudian hari dia tidak akan
melakukan hal yang sama? Dengan alasan yang mungkin juga bisa sama yaitu merasa
tidak bahagia dengan wanitanya yang sekarang. Saya pun pernah merasakan hal
seperti itu. Dan entah untuk alasan pembenar yang keberapa, saya dilumpuhkan
oleh cinta tersebut.
Oke. Mari kita tinggalkan bahasan tentang masa lalu
itu...
Semua yang berasal dari hati akan selalu menyentuh
hati...
Pernah mendengar kalimat seperti itu? Jika pernah coba
dipahami. Sebenarnya dalam kalimat itu saja sudah mengajarkan kita untuk selalu
berbuat baik dan yang terpenting adalah ikhlas. Melakukan sesuatu tanpa
berharap akan diperlakukan sama suatu saat. Dan saya tegaskan bahwa ikhlas itu
tidak bisa disangkut pautkan dengan surat Al-ikhlas yang ada dalam al-qur’an!!
Surat itu tidak membicarakan tentang keikhlasan. Karena banyak dari teman-teman
yang terkesima membaca kalimat yang kalau tidak salah ingat tertulis : “ikhlas
itu seperti surat al-ikhlas yang tidak tersebutkan kata ikhlas.” Entah apa
karena ingin terlihat shalih/shalihah sehingga tanpa memahami maksud dari surat
tersebut langsung menjadikan kalimat itu sebagai jargon untuk sebuah keikhlasan.
Posting kali ini cukup panjang. Dan saya memberikan titel
pengorbanan, cinta dan ketulusan. Karena selain saya masih belajar untuk
melakukan ketiga hal tersebut, semua yang saya sebutkan itu saling berkaitan. Cinta
yang tulus akan selalu meminta pengorbanan. Pengorbanan dalam berbagai bentuk. Dan
sampai akhirnya pengorbanan itu akan berubah menjadi sebuah kewajiban yang
membahagiakan.
Siapa pun yang berupaya membahagiakan orang yang
dicintainya akan menjadi mampu. Bukan karena dia kuat dan memiliki wewenang,
tapi karena Tuhan memampukan orang-orang yang mendahulukan kebahagiaan orang
lain. Dia yang mengutamakan kebahagiaan keluarga dan sahabat, sesungguhnya
telah menyerahkan peran pembahagiaan dirinya kepada Tuhan. Dan itulah ikhlas...
P.S. History chat diatas itu milik seorang teman yang sudah saya anggap adik saya sendiri dan dia sendiri yang megirimkan kepada saya via email. Dia juga sudah setuju chat-nya itu dipublish. Ada beberapa yang saya hapus karena berisi emoticon yang tidak terbaca di blog ini.
P.S.S. Blog ini saya tulis dengan kombinasi lagu-lagu di playlist netbuk saya. Tapi lagu yang pas bisa coba baca blog ini dengan backsound Key To My Heart by Jessica Jarrell.




