"When someone broke your heart,, cry out loud then move on!!"
Sekali dalam seumur hidup berarti tak ad kesempatan kedua. Hidup hanya sekali,, tak boleh sedikit pun d sia2kan. Aku begitu terbutakan dengan perasaanku sendiri saat akhirnya aku sadar bahwa semua yg terjadi dalam hidupku hanya untukku bukan untuk orang lain.
3 tahun yg kujalani hanya dengan sedikit keyakinan bahwa seseorang yg saat itu mengaku tak akan menyakitiku berakhir sudah. Seharusnya sdh sejak dulu aku melakukan keputusan itu,, tp entah apa yg ada dipikiranku saat itu hingga tetap bertahan dengan orang seperti dia. Tak perlu disebutkan siapa, darimana, anak siapa bgmna ceritanya. Aku hanya merasa bs diperlakukan lebih layak dan lebih baik. Lebih bs dihormati seperti cewek2 lain dan bjg layak dilindungi dari hal2 yg tak seharusnya dilakukan oleh seorang laki2 sejati.
2 bulan mengosongkan hati dan pikiran. Kembali berkutat dengan kesibukan kuliah saat itu membuatku membuang jauh2 keinginan untuk mencari seorang pengganti. cintaku utuh hanya untuk keluargaku. Hingga akhirnya Tuhan memberikan sebuah kejutan lagi untukku. Bertemu seseorang dari masa laluku,, yg dulu sempat ku harapkan menjadi seseorang yg istimewa untukku.
Terpisah selama 9 tahun tanpa tahu keberadaan walau lebih tepatnya aku tau dy berkuliah d sebuah kota besar d Indonesia. Tapi tak pernah bisa bertemu bahkan saling menghubungi. Hingga akhirnya hari itu untuk pertama kali aku menghubunginya. tak ad perasaan dan niat apa2 saat itu,, hanya sebatas sms yg memintanya datang ke pernikahan mantan pacarnya yg kbetulan saudaraku.
Malam itulah semua perasaan yg sudah lama bgtu tersimpan rapi untuknya hadir kembali. Namun dengan rapi pula aku menutupinya. Namun seperti nasihat seorang pujangga cinta, batuk, bersin dan cinta tak dapat disembunyikan.
5 jam bercerita dengannya sebelum kembali dengan rutinitas kampus yang menjadi kewajiban. Menumbuhkan sebuah rasa disana. Jauh terpendam di dasar hati. Namun tetap tersimpan rapi selama 2 bulan hingga akhirnya pertahananku rapuh dan terungkap begitu saja. Perasaan yg begitu membuatku mampu memiliki berat ideal untuk tubuhku yg jangkung. Saat itu terbersit dlm pikiran kami apakah tak terlalu cepat?? Atau apakah ini benar adanya?? Atau jangan2 ini hanya pelampiasan semata. Dan seperti yg selalu dikatankannya "Jika niatnya baik akan selalu ada jalan,, sabar yaa..."
Keraguan masih selalu datang,, meski itu sudah berlalu hampir setahun yang lalu. Jarak yg memisahkan,, 2 ego yg sulit disatukan,, latar belakang dan hoby yang jauh berbeda,, pandangan hidup dan sikap yg selalu bertolak belakang,, semua itu terhapus saat jauh di dalam matanya ku lihat ia begitu mencintaiku utuh tanpa sedikit keraguan. Saat semua yg kami lewati,, semua kepercayaan yg kami berikan,, semua kesulitan yang bisa kami hadapi,, semua fitnah yg selalu berusaha menghancurkan kami,, sehingga semua itu menjadi pelajaran berharga dalam hidup kami dan membuat semuanya mengalir apa adanya. Tanpa paksaan apa pun,, tanpa terluka sedikit pun.
Aku begitu tak percaya. Aku bisa menemukan kembali diriku yg dulu hilang terenggut akibat keegoisanku menjadi apa yg diinginkan orang lain. Ternyata semua memang ada waktunya dan terjadi tepat pada waktunya. Biarlah orang menganggap aku terlalu cepat jatuh cinta. Atau begitu cepat melupakan cinta yg telah kujalani 3 tahun lamanya. Tapi apa aku harus terganggu atau resah hanya karena semua itu? Tidak! Aku memiliki jalan hidupku sendiri. Aku telah menemukan seseorang yg mau menerima aku apa adanya diriku. Yang tak peduli seperti apa masa laluku. Yang tak pernah mempermasalahkan apa yg pernah kumiliki sebelumnya.
Waktu bukan masalah besar, jarak juga bukan hambatan besar. Walau terkadang rindu ini begitu menyiksaku, aku menikmatinya. Menikmati setiap detik mengingatnya. Menikmati setiap gejolak di hati yg hadir saat melihat senyumnya. Senyum yg mampu membuat hatiku tersenyum di saat mereka terus mengusikku dan menganggap aku pengkhianat. Senyum yg membuatku yakin dia akan selalu ada untukku. Senyum yang menyadarkanku bahwa tak ad yg bisa merubahku menjadi apa pun kecuali aku menginginkannya. Senyum yg mudah – mudahan tak akan pernah menyakitiku.
Aku percaya bahwa aku dan dia telah melewati perjalanan cinta yang panjang, yg kini mempertemukan kami di sebuah titik bernama kedewasaan. Yang ketika nanti ada rintangan atau tikungan yang kami sebut cobaan, dia akan ada untukku, untuk melindungi dan menjagaku. Dan bila setelah cobaan itu ada sebuah tempat peristirahatan yg indah dibanding rumah kami yang kami sebut godaan org ketiga, aku akan selalu percaya padanya bahwa cintanya hanya untukku, untuk tidak menyakiti hatiku hanya untuk menikmati keindahan yang sesaat.
Karena dari sinilah semua semua berawal, semua pengorbana yang nantinya akan menjadi kenangan terindah. Meyakinkanku dia tercipta untukku. Meski d awal doaku selalu ku ucapkan "dear God",, aku yakin Tuhan lebih menyayangiku hingga menyimpan semua hadiah indah ini untuk ku nikmati dengan orang yg tepat.
"Cinta adalah saat kita mampu dengan ikhlas memberikan kebahagiaan kita untuk orang yg kita cintai,, dan pada saat yang sama kita mampu meyakinkan bahwa dia adalah orang yang Tuhan berikan untuk melengkapi sisa perjalanan kehidupan yang entah akan sampai dimana"








