“Jika waktu adalah satu-satunya cara untuk membersihkan hati, maka jangan
sia-siakan waktu-waktu tersebut untuk mengingat-ingat kebencian tersebut.”
Dear readers,
Been a while since my last post. Year 2014 is almost get an end. If you see
that picture above you’ll find my name – finally – on that list as “peserta
ujian profesi advokat” yang lulus. It took thrice to me to get through the
examination to have my own license as lawyer. Yeah, you’ll never find this
system in other country. Just in my one and only beloved country Indonesia.
Sahabat,
Saya bisa mengatakan tahun 2014 adalah tahun saya. Berjuta kebahagiaan
datang dengan bertubi-tubi pada saya. Satu per satu impian dan doa saya
terwujud. Dan di tahun ini juga babhe, mama dan nenek saya diijinkan bertamu ke
rumah Allah. Dan alhamdulillah mereka diberikan kemudahan dan kelancaran dalam
beribadah. Bisa saya lihat wajah mama yang begitu sumringah dan sangat bersemangat
melakukan perjalanan haji.
“Waktu tidak pernah berjalan mundur, hari tidak pernah terulang, tapi pagi
selalu menawarkan awal yang baru.”
Mungkin sahabat sudah membaca betapa sedih dan sedikit putus asa-nya saya
ketika gagal pada ujian kedua mendapatkan lisensi advokat saya. Namun, dengan
ikhlas dan sabar, mama saya menyemangati saya untuk kembali mendaftar di ujian
ketiga. Lucky number 3 mungkin cocok untuk usaha saya. Dan saya tahu semua ini
juga berkat doa tulus mama yang begitu
ikhlas mendoakan anak gadis sulungnya. Saya pernah membaca bahwa doa tulus
seorang ibu mampu mengguncang langit dan mengubah yang sudah tertulis di lauhul
mahfuz. Begitu ajaibnya hingga saya yang hampir putus asa merasa sangat yakin
bahwa doa mama adalah berkah yang tiada habis.
“Jika engkau menginginkan sesuatu, maka pelan-pelanlah (tenanglah), hingga
Allah SWT akan menunjukkan padamu jalan keluarnya.” HR. Bukhari.
Mama dan babhe telah bersabar menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatan
beliau disela-sela permintaan ana-anaknya yang – jujur – sangat banyak untuk
bisa berangkat haji bersama nenek dan saya begitu berbahagia dan bangga bisa
ikut berpartisipasi dalam menabung – meskipun tidak banyak tapi paling tidak
saya bisa memberangkatkan haji orang tua saya. Hehehee.. (bukan riya’ loh ya..)
Saya masih ingat beberapa hari sebelum berangkat ke tanah suci mama bilang,
“kak, mama masih tidak percaya kalau mama mau berangkat haji.” Dengan mata
berbinar dan sangat bersemangat. Saya hanya tersenyum dan bilang,
“alhamdulillah to ma bisa ke mekkah..”
Komunikasi sejak mama berangkat hingga pulang juga lancar. Walaupun hanya
bisa sms tapi paling tidak mama atau babhe menyempatkan memberi kabar pada
kami. Satu sms mama yang membuat saya bangun dan bersujud penuh syukur adalah
ketika pukul 12:25 am waktu tanah air atau sekitar jam 8 lebih di saudi mama
mengirimkan sms yang isinya : “kak, disana jam berapa? Disini mama baru selesai
isya’..” Begitu polosnya mama saya hingga dengan gamblangnya bertanya jam. Tanpa
menunggu lama saya langsung menelpon dan mengatakan di tanah air sudah tengah
malam maa, dengan agak terkejut khas beliau, mama bilang “ooh, ya sudah bobok
lagi sudah besok kan kerja..” Saya hanya bilang “tidak apa-apa maa sekalian mau
lail, fit juga rindu mama..” dan obrolan pun berlanjut hingga mama pamit untuk
bersiap segera mau shalat sunnah. Saya menangis dalam sujud malam itu, bukan
karena sedih tapi bahagia tak terkira Allah mengijinkan orang tua dan nenek
saya menjadi tamu di rumah-Nya.
Segala puji hanya untuk Allah, babhe dan mama serta nenek diberikan
kemudahan dalam beribadah. Setelah tiba meskipun sedikit batuk karena cuaca dan
topografis saudi arabia yang berdebu mama dan babhe bersemangat menceritakan
pengalaman mereka selama di tanah suci, termasuk bertemu dengan almarhum kakek
dan nain. Mama dan babhe menghabiskan banyak waktu beribadah di masjid al-haram
mendoakan anak-anaknya. Dan mama begitu bahagia saat mampu mencium hajar aswad.
Sungguh saya tidak mampu menuliskan betapa bahagianya mama namun bisa saya
kiaskan seperti mendapatkan hujan di tengah kemarau yang tak berkesudahan. Mama
begitu bahagia.
Dan seperti yang sering diceritakan orang-orang yang sudah berhaji
sebelumnya, tak jarang ada yang tertimpa musibah kehilangan, nyasar dan sebagainya.
Kelancaran perjalanan mama semakin membuat saya yakin bahwa mama orang baik.
Mama adalah mama terbaik untuk saya dan adik-adik saya. Meskipun pernah berbuat
kesalahan, niat tulus dan doa yang tak putus untuk anak-anaknya menjadikan
jalan tersendiri untuk mengantarkan beliau kesana. Dan percaya atau tidak lewat
doa mama, garis hidup saya dan adik-adik saya telah dimudahkan.
"Saya percaya dengan cara yang entah bagaimana, Allah selalu memberikan yang lebih dari sekedar baik. Karena orang yang benar-benar ikhlas, sejatinya adalah orang yang tidak pernah berubah sikap atau perasaanya ketika dipuji, ditolak atau dimaki.."
Babhe saya selalu berpesan pada saya dan adik-adik saya bahwa apa yang kami miliki saat ini hanya titipan yang suatu saat akan diminta kembali oleh pemilik. Beliau juga selalu mengingatkan kami untuk selalu bersyukur. Mensyukuri hari ini dan mengikhlaskan masa lalu.
Ditahun yang penuh kejutan ini satu per satu impian saya terwujud. Masih banyak yang harus dicapai, masih ada yang harus diwujudkan. Seperti yang sudah sering saya posting dalam tulisan-tulisan sebelumnya bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita sudah tertulis rapi dan tersimpan dalam mega server bernama lauhul mahfuz. Terdengar sangat dangkal, tapi saya percaya doa tulus seorang ibu mampu menggetarkan langit dan mengubah apa yang sudah dituliskan dalam lauhul mahfuz. Bukankan Allah sudah berjanji tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali dia mau berubah? Dan bukankan Allah juga sudah bilang mintalah pada-Ku maka akan Aku berikan.
Keputusasaan yang sempat datang seketika hilang saat mama, babhe, adik-adik dan juga teman-teman seperjuangan memberikan semangat. Tidak mudah memang, tapi bukan tidak mungkin.
H A P P Y N E W Y E A R
2 0 1 5
Its been a great year. Thank you for being part of it. Wish you all the best and the blesed. Resolusi saya semoga saya masih dipercaya Allah untuk lebih bermanfaat bagi sesama, dipercaya oleh sahabat-sahabat untuk lebih memberikan cinta dan kedamaian. Nobody's perfect kata Jessie J, but Have a little faith in me, jawab Bonjovi, because I don't wanna miss a thing, harapan Aerosmith.
P.S. Tulisan kali ini bisa dibaca sambil dengerin lagunya Another Year Has Gone By-nya Celine Dion


