Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Kamis, 01 Januari 2015

UNTOLD STORY (Good Things Happened For Those Who Wait)





“Jika waktu adalah satu-satunya cara untuk membersihkan hati, maka jangan sia-siakan waktu-waktu tersebut untuk mengingat-ingat kebencian tersebut.”

Dear readers,
Been a while since my last post. Year 2014 is almost get an end. If you see that picture above you’ll find my name – finally – on that list as “peserta ujian profesi advokat” yang lulus. It took thrice to me to get through the examination to have my own license as lawyer. Yeah, you’ll never find this system in other country. Just in my one and only beloved country Indonesia.

Sahabat,
Saya bisa mengatakan tahun 2014 adalah tahun saya. Berjuta kebahagiaan datang dengan bertubi-tubi pada saya. Satu per satu impian dan doa saya terwujud. Dan di tahun ini juga babhe, mama dan nenek saya diijinkan bertamu ke rumah Allah. Dan alhamdulillah mereka diberikan kemudahan dan kelancaran dalam beribadah. Bisa saya lihat wajah mama yang begitu sumringah dan sangat bersemangat melakukan perjalanan haji.

“Waktu tidak pernah berjalan mundur, hari tidak pernah terulang, tapi pagi selalu menawarkan awal yang baru.”

Mungkin sahabat sudah membaca betapa sedih dan sedikit putus asa-nya saya ketika gagal pada ujian kedua mendapatkan lisensi advokat saya. Namun, dengan ikhlas dan sabar, mama saya menyemangati saya untuk kembali mendaftar di ujian ketiga. Lucky number 3 mungkin cocok untuk usaha saya. Dan saya tahu semua ini juga berkat doa tulus mama yang  begitu ikhlas mendoakan anak gadis sulungnya. Saya pernah membaca bahwa doa tulus seorang ibu mampu mengguncang langit dan mengubah yang sudah tertulis di lauhul mahfuz. Begitu ajaibnya hingga saya yang hampir putus asa merasa sangat yakin bahwa doa mama adalah berkah yang tiada habis.


“Jika engkau menginginkan sesuatu, maka pelan-pelanlah (tenanglah), hingga Allah SWT akan menunjukkan padamu jalan keluarnya.” HR. Bukhari.

Mama dan babhe telah bersabar menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatan beliau disela-sela permintaan ana-anaknya yang – jujur – sangat banyak untuk bisa berangkat haji bersama nenek dan saya begitu berbahagia dan bangga bisa ikut berpartisipasi dalam menabung – meskipun tidak banyak tapi paling tidak saya bisa memberangkatkan haji orang tua saya. Hehehee.. (bukan riya’ loh ya..)

Saya masih ingat beberapa hari sebelum berangkat ke tanah suci mama bilang, “kak, mama masih tidak percaya kalau mama mau berangkat haji.” Dengan mata berbinar dan sangat bersemangat. Saya hanya tersenyum dan bilang, “alhamdulillah to ma bisa ke mekkah..”

Komunikasi sejak mama berangkat hingga pulang juga lancar. Walaupun hanya bisa sms tapi paling tidak mama atau babhe menyempatkan memberi kabar pada kami. Satu sms mama yang membuat saya bangun dan bersujud penuh syukur adalah ketika pukul 12:25 am waktu tanah air atau sekitar jam 8 lebih di saudi mama mengirimkan sms yang isinya : “kak, disana jam berapa? Disini mama baru selesai isya’..” Begitu polosnya mama saya hingga dengan gamblangnya bertanya jam. Tanpa menunggu lama saya langsung menelpon dan mengatakan di tanah air sudah tengah malam maa, dengan agak terkejut khas beliau, mama bilang “ooh, ya sudah bobok lagi sudah besok kan kerja..” Saya hanya bilang “tidak apa-apa maa sekalian mau lail, fit juga rindu mama..” dan obrolan pun berlanjut hingga mama pamit untuk bersiap segera mau shalat sunnah. Saya menangis dalam sujud malam itu, bukan karena sedih tapi bahagia tak terkira Allah mengijinkan orang tua dan nenek saya menjadi tamu di rumah-Nya.

Segala puji hanya untuk Allah, babhe dan mama serta nenek diberikan kemudahan dalam beribadah. Setelah tiba meskipun sedikit batuk karena cuaca dan topografis saudi arabia yang berdebu mama dan babhe bersemangat menceritakan pengalaman mereka selama di tanah suci, termasuk bertemu dengan almarhum kakek dan nain. Mama dan babhe menghabiskan banyak waktu beribadah di masjid al-haram mendoakan anak-anaknya. Dan mama begitu bahagia saat mampu mencium hajar aswad. Sungguh saya tidak mampu menuliskan betapa bahagianya mama namun bisa saya kiaskan seperti mendapatkan hujan di tengah kemarau yang tak berkesudahan. Mama begitu bahagia.

Dan seperti yang sering diceritakan orang-orang yang sudah berhaji sebelumnya, tak jarang ada yang tertimpa musibah kehilangan, nyasar dan sebagainya. Kelancaran perjalanan mama semakin membuat saya yakin bahwa mama orang baik. Mama adalah mama terbaik untuk saya dan adik-adik saya. Meskipun pernah berbuat kesalahan, niat tulus dan doa yang tak putus untuk anak-anaknya menjadikan jalan tersendiri untuk mengantarkan beliau kesana. Dan percaya atau tidak lewat doa mama, garis hidup saya dan adik-adik saya telah dimudahkan. 
"Saya percaya dengan cara yang entah bagaimana, Allah selalu memberikan yang lebih dari sekedar baik. Karena orang yang benar-benar ikhlas, sejatinya adalah orang yang tidak pernah berubah sikap atau perasaanya ketika dipuji, ditolak atau dimaki.."

Babhe saya selalu berpesan pada saya dan adik-adik saya bahwa apa yang kami miliki saat ini hanya titipan yang suatu saat akan diminta kembali oleh pemilik. Beliau juga selalu mengingatkan kami untuk selalu bersyukur. Mensyukuri hari ini dan mengikhlaskan masa lalu. 

Ditahun yang penuh kejutan ini satu per satu impian saya terwujud. Masih banyak yang harus dicapai, masih ada yang harus diwujudkan. Seperti yang sudah sering saya posting dalam tulisan-tulisan sebelumnya bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita sudah tertulis rapi dan tersimpan dalam mega server bernama lauhul mahfuz. Terdengar sangat dangkal, tapi saya percaya doa tulus seorang ibu mampu menggetarkan langit dan mengubah apa yang sudah dituliskan dalam lauhul mahfuz. Bukankan Allah sudah berjanji tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali dia mau berubah? Dan bukankan Allah juga sudah bilang mintalah pada-Ku maka akan Aku berikan.

Keputusasaan yang sempat datang seketika hilang saat mama, babhe, adik-adik dan juga teman-teman seperjuangan memberikan semangat. Tidak mudah memang, tapi bukan tidak mungkin.

H A P P Y     N E W    Y E A R
2 0 1 5


Its been a great year. Thank you for being part of it. Wish you all the best and the blesed. Resolusi saya semoga saya masih dipercaya Allah untuk lebih bermanfaat bagi sesama, dipercaya oleh sahabat-sahabat untuk lebih memberikan cinta dan kedamaian. Nobody's perfect kata Jessie J, but Have a little faith in me, jawab Bonjovi, because I don't wanna miss a thing, harapan Aerosmith.

P.S. Tulisan kali ini bisa dibaca sambil dengerin lagunya Another Year Has Gone By-nya Celine Dion