"Yang
penting itu kita wajib baik duluan sama orang lain, terlepas nanti dibalas baik
atau tidak itu Allah yang punya urusan nak. Janji Allah itu pasti."
Begitu
kira-kira yang dikatakan babhe setiap kali saya mengeluh tentang betapa hidup
ini sungguh sudah sangat semena-mena. Yaa, beliau selalu mengajarkan tentang
kebaikan kepada saya. Tentang bagaimana menikmati hidup saya yang entah saya
sadar atau tidak, ada orang lain yang berharap hidup seperti saya. Dan ketika
saya justru semakin mengeluh, babhe akan dengan rincinya menceritakan kehidupan
saya belasan tahun lalu saat kondisi saya tidak senyaman sekarang. Dan itu akan
secara otomatis membuat saya mengingat kembali peristiwa yang begitu sangat
saya syukuri. Mungkin saya pernah menceritakan dipostingan saya sebelumnya
bahwa keadaan saya tidak seperti ini ketika saya masih duduk di kelas 3 Sekolah
Dasar. Dengan keadaan ekonomi orang tua saya mengharapkan untuk makan sebanyak
sekarang tidaklah pernah terlintas di benak saya. Saya masih ingat ketika
sebutir telur yang mama buat menjadi telur dadar harus dibagi 7. Atau roti
tawar yang muncul hanya sebulan sekali. Dan sepatu sekolah yang dipakai
bergantian dengan almarhum adik saya. Babhe selalu bilang Allah tahu kapan
waktu yang tepat mengangkat kami sekeluarga ke kondisi yang lebih baik. Saya
berkesimpulan bahwa Allah sengaja menempatkan saya diposisi itu dulu karena
saya seorang kakak, saya yang akan mengajarkan adik-adik saya tentang apa itu
bersyukur seperti yang selalu diajarkan babhe kepada saya. Dulu saya tidak tahu
apa sebenarnya yang sedang Allah ajarkan kepada saya. Hingga ketika saya
bertemu dengan orang-orang hebat sepanjang masa saya menuntut ilmu di kota
pelajar ini. Saya berpikir, jika saya sudah hidup nyaman sejak dulu, saya tidak
akan pernah mensyukuri keadaan saya yang sekarang dan mungkin justru akan
semakin mengeluh. Mungkin jika saya sudah hidup enak sejak dulu, saya akan menjadi anak yang sombong yang tidak mau
kenal keluarga dan mungkin saya tidak akan menjadi fitry yang sekarang, yang
akan dimintai pendapat atau menjadi pelarian sahabat-sahabat saya yang sedang
bermasalah. Dan yang terpenting saya tidak akan mungkin menjadi kakak yang akan
dijadikan tolak ukur secara akademis maupun cara saya menghadapi orang-orang
yang entah kenapa begitu membenci saya. Allah itu Maha Asyik. Dia tahu kapan
waktu yang tepat untuk saya, dibalik ikhtiar dan doa saya, Allah telah
menyisipkan sejuta kejutan indah yang hanya pantas bagi orang-orang yang dirasa
pantas oleh-Nya.
"Allah merahasiakan masa depan untuk
menguji kita agar berprasangka baik, merencanakan dengan baik, berusaha yang
terbaik serta bersyukur dan bersabar."
Saya
menikmati dan begitu mencintai pekerjaan saya. Berada diantara orang-orang yang
mumtaz dibidangnya. Berkesempatan bertemu dengan adik-adik angkatan saya yang
sungguh sangat diluar dugaan saya. Mereka begitu ikhlas menerima masukan dan
tanpa ragu – meski sedikit saya paksa – memberikan masukan kepada saya. Empat
bulan program magang itu. Tapi berasa hanya 4 minggu. Heheee mungkin karena saya
begitu enjoy berbagi ilmu dengan mereka. Menikmati menit-menit yang terlewati
hingga tanpa sadar malam semakin larut. Meski lelah jelas terpancar di wajah
mereka ketika menemani saya lembur hari itu, entah kenapa mereka tetap memberi
semangat kepada saya dan tetap dengan raut khas junior mereka bercanda seolah
hari itu masih terlalu pagi. Mereka tetap humoris dan profesional. Dan saya
rasa merindukan mereka ketika masa kerja selesai itu worth it.
Ada
yang pernah bilang, jangan menjadikan orang lain sebagi pusat kebahagiaanmu
karena seringnya mereka akan mengecewakan. Dan entah kenapa saya tidak percaya
itu. Mungkin tergantung dari sudut pandang seperti apa kita menganggap orang
lain menjadi pusat kebahagiaan kita. Saya bahagia saat merasa sudah membahagiakan
orang lain. Perasaan yang so priceless like nothing can compare that feeling.
Melihat orang lain tertawa karena saya – bukan menertawakan saya, meski
seringnya mereka begitu – adalah hal yang sangat membahagiakan. Bertukar jokes
yang kadang membuat saya berpikir tidak ada rentang usia antara saya dan
mereka. Mereka sudah seperti adik saya sendiri. Dengan kekonyolan dan keluguan
yang mungkin lugu dibuat-buat. Hahahaa. I’m kinda enjoy it. Spending time with
them. Laughing until my chest is burn. Or just upset because they didn’t work
properly. Sama seperti adik-adik pada umumnya yang begitu menyebalkan tapi
sangat rinduable. ;)
"Setiap orang pasti akan menghadapi
rintangan dalam hidupnya – terkadang ada yang seperti batu sandungan yang hanya
membuat kita terhuyung beberapa saat, ada pula yang seperti awan badai hitam
yang mengerikan, sehingga orang yang paling berani pin menjadi gentar
dibuatnya. Cara kita mengatasi semua rintangan itu menentukan jalan hidup kita,
entah kita akan hidup dengan ketakutan dan amarah, atau dengan sikap pasrah dan
ceria. Karena kita semua adalah jiwa-jiwa yang mampu menghadapi tantangan
hidup."
Banyak
cerita yang bisa saya tulis ketika mengingat mereka dengan sendirinya bercerita
tentang apa itu hidup. Meski dikantor, tak jarang kami berbicara soal hati saat
jam istirahat. Melihat kerlingan dan senyuman yang begitu manis khas
orang-orang yang sudah kenyang, ;) atau melihat betapa antusiasnya mereka
menghadiri persidangan meski hanya mendampingi. Saya ingat saat menghabiskan
malam tahun baru bersama 3 sekawan syarif, eko, luggas. Meski mereka sama-sama
cowok, tapi pandangan mereka tentang seperti apa wanita impian mereka sangat
jauh berbeda. Ada yang memproyeksikannya seperti gita gutawa, raisa, dan
nabilah JKT 48. Hahahaaa ada-ada saja ya mereka itu. But I can’t blame it on
them. In their age, how the girl look like is the most important thing. But
when they get little bit older I mean more mature, true beauty come first. True
beauty means that how the girl behave on behalf and behind is become most
important. Namun dibalik candaan mereka tentang gadis impian ada seseorang yang
entah keceplosan atau tidak, menyebutkan bahwa gadis yang akan menjadi
pendamping hidupnya kelak haruslah seorang gadis yang tangguh dan tidak manja.
Yang tidak akan mengomel hanya karena dia lupa menelpon. Hhmm.. watch out guys
I think maturity is coming to this room. Heheheee ;)
Tidak
perlu wine untuk membuat mereka menceritakan dengan jujur, kasih aja ayam bakar
sama sambal kecap trus soft drink dan tunggu sampe jam 1 dinihari. Mereka akan
bercerita panjang lebar apa yang sedang mereka alami dan apa yang akan mereka
jalani. Bahkan ada yang tanpa bercerita pun saya bisa membaca dari raut
wajahnya bahwa dia harus mengorbankan – lebih tepatnya menunda – mengejar impiannya
menjadi seorang lawyer demi untuk merawat orang tuanya. Yaa, saya tahu
bagaimana rasanya diposisi itu karena itu adalah posisi seorang kakak. Dia yang
akan menjadi kepala keluarga setelah ayahnya. Dia yang akan bertanggung jawab
atas kebahagiaan ibunya setelah ayahnya. Dan dia yang bertanggung jawab akan
jadi apa adik-adiknya kelak. Can you imagine how complicated a big
brother/sister job is?
Ada
bahasa yang mungkin enggan dia ungkapkan dan saya paham betul itu. Perasaan
ketika harus mengorbankan satu-satunya hal yang
begitu kita inginkan dan yang kita mahir lakukan untuk sesuatu yang
seringnya disebut “harapan orang tua”. Saya pernah melalui itu namun
beruntungnya saya, saya menikmatinya. Mengorbankan pendidikan farmasi dan obat
alami universitas ternama di jogja dan memilih menuruti keinginan babhe yang
baru saja kehilangan jagoannya untuk sekolah hukum. Nothing to regret. Kalau
saya tidak ambil jurusan hukum itu dulu, mungkin saya tidak akan bisa ikut
Student Exchange ke Kuala Lumpur. Itu yang saya katakan Allah telah menyiapkan
kejutan-kejutan yang luar biasa untuk saya. Dan semua hal baik itu terjadi
tepat pada waktunya. Saya mengingatkan dia untuk tetap belajar hukum, tetap
mengikuti pendidikan khusus profesi advokat disela-sela kesibukannya belajar
menjadi seorang pengusaha sukses. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok,
tapi ilmu itu penting. Asal bukan ilmu hitam. ;p
"I’ve learned that people will forget
what you said, people will forget what you did, but people will never forget
how you made them feel." –Maya Angelou-
Ada
benernya tuh yang dibilang sama mbak maya. Orang bisa saja melupakan apa yang
kita ucapkan atau kita lakukan tapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana
kita memperlakukan mereka. Saya diajarkan untuk tidak membenci apalagi
mendendam bahkan terhadap orang-orang yang sudah memperlakukan
saya dengan sangat tidak sopan. Sama juga ketika co-workers saya membuat saya
merasa begitu bersemangat untuk ke kantor dan bercanda dengan mereka.
Obrolan-obrolan yang meski diluar konteks hukum, tapi sungguh sangat
menyegarkan. Mereka secara tidak langsung sedang membuat saya merasa sangat
berbahagia dan membuat saya begitu bersyukur bahwa saya punya satu alasan lagi
untuk lebih lama menikmati hidup yang penuh cerita ini. Tidak perlu diceritakan
ya maksud dari kalimat itu. Saya yakin mereka yang saya sebutkan disini sudah
paham betul apa yang saya maksud. Bukan sedang ingin membuat kisah seperti
disinetron-sinetron, tapi saya sedang begitu menikmati hidup yang Allah titipkan
ke saya untuk dinikmati. Dan mereka melengkapi dari sekian banyak malaikat yang
Allah berikan untuk saya. Mereka adik-adik seperjuangan saya, yang dengan
begitu ikhlas menghibur dan menyemangati dan bahkan membuat saya percaya bahwa
cinta itu ada dimana saja. ;)
"Orang yang hatinya penuh syukur, wajahnya
bercahaya memendarkan kedamaian, penghormatan dan pengaruh. Karena selalu ada
harapan bagi mereka yang berdoa seperti halnya selalu ada jalan bagi mereka
yang berusaha."
Last but not least. I find my other half. The one who make me who I wanna
be. The one who make peace with my past and encourage me for my future. He
maybe young but mature enough to tell me that I am a high-handed (suka maksa), selfish and over
trust in people. That’s maybe true, but he don’t even know why I become myself.
Others said I am an easy going person, become the coolest girl even I am older
than them. I am easy to get close with the new comer and become so chic. Maybe
that’s how gemini act. They can be anyone in the same time but never lose
themselves. But I love myself the way i am, cos acting is not my thing. That’s
why dia menyebut saya tidak bisa menutupi perasaan. Hahaa you just not know me
better bro.. ;p
Setiap orang punya ceritanya, sedih atau bahagia itu bagian dari
perjalanan. Life is a journey. Dengan siapa kita berjalan akan membuat kita
belajar bahwa hidup tidak hanya tentang apa yang kita mau dan tidak, atau
tentang apa yang kita bisa atau tidak. Karena pada akhirnya, hidup harus
berbahagia, kalau belum belum bahagia berarti belum akhir. These some of the
SAFE LAW FIRM CREWS pictures. Keep sincere and patience guys.
They look awesome right..? That's why I said I am the luckiest person in the world to have them as junior co-workers.
"Life is a journey full of choices, every choice come with consequences. And mature enough to take responsibility for every decision we make."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar