Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Selasa, 28 Januari 2014

INSIDE STORY (Moment of Truth)



"Yang penting itu kita wajib baik duluan sama orang lain, terlepas nanti dibalas baik atau tidak itu Allah yang punya urusan nak. Janji Allah itu pasti."

Begitu kira-kira yang dikatakan babhe setiap kali saya mengeluh tentang betapa hidup ini sungguh sudah sangat semena-mena. Yaa, beliau selalu mengajarkan tentang kebaikan kepada saya. Tentang bagaimana menikmati hidup saya yang entah saya sadar atau tidak, ada orang lain yang berharap hidup seperti saya. Dan ketika saya justru semakin mengeluh, babhe akan dengan rincinya menceritakan kehidupan saya belasan tahun lalu saat kondisi saya tidak senyaman sekarang. Dan itu akan secara otomatis membuat saya mengingat kembali peristiwa yang begitu sangat saya syukuri. Mungkin saya pernah menceritakan dipostingan saya sebelumnya bahwa keadaan saya tidak seperti ini ketika saya masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Dengan keadaan ekonomi orang tua saya mengharapkan untuk makan sebanyak sekarang tidaklah pernah terlintas di benak saya. Saya masih ingat ketika sebutir telur yang mama buat menjadi telur dadar harus dibagi 7. Atau roti tawar yang muncul hanya sebulan sekali. Dan sepatu sekolah yang dipakai bergantian dengan almarhum adik saya. Babhe selalu bilang Allah tahu kapan waktu yang tepat mengangkat kami sekeluarga ke kondisi yang lebih baik. Saya berkesimpulan bahwa Allah sengaja menempatkan saya diposisi itu dulu karena saya seorang kakak, saya yang akan mengajarkan adik-adik saya tentang apa itu bersyukur seperti yang selalu diajarkan babhe kepada saya. Dulu saya tidak tahu apa sebenarnya yang sedang Allah ajarkan kepada saya. Hingga ketika saya bertemu dengan orang-orang hebat sepanjang masa saya menuntut ilmu di kota pelajar ini. Saya berpikir, jika saya sudah hidup nyaman sejak dulu, saya tidak akan pernah mensyukuri keadaan saya yang sekarang dan mungkin justru akan semakin mengeluh. Mungkin jika saya sudah hidup enak sejak dulu, saya akan  menjadi anak yang sombong yang tidak mau kenal keluarga dan mungkin saya tidak akan menjadi fitry yang sekarang, yang akan dimintai pendapat atau menjadi pelarian sahabat-sahabat saya yang sedang bermasalah. Dan yang terpenting saya tidak akan mungkin menjadi kakak yang akan dijadikan tolak ukur secara akademis maupun cara saya menghadapi orang-orang yang entah kenapa begitu membenci saya. Allah itu Maha Asyik. Dia tahu kapan waktu yang tepat untuk saya, dibalik ikhtiar dan doa saya, Allah telah menyisipkan sejuta kejutan indah yang hanya pantas bagi orang-orang yang dirasa pantas oleh-Nya.

"Allah merahasiakan masa depan untuk menguji kita agar berprasangka baik, merencanakan dengan baik, berusaha yang terbaik serta bersyukur dan bersabar."

Saya menikmati dan begitu mencintai pekerjaan saya. Berada diantara orang-orang yang mumtaz dibidangnya. Berkesempatan bertemu dengan adik-adik angkatan saya yang sungguh sangat diluar dugaan saya. Mereka begitu ikhlas menerima masukan dan tanpa ragu – meski sedikit saya paksa – memberikan masukan kepada saya. Empat bulan program magang itu. Tapi berasa hanya 4 minggu. Heheee mungkin karena saya begitu enjoy berbagi ilmu dengan mereka. Menikmati menit-menit yang terlewati hingga tanpa sadar malam semakin larut. Meski lelah jelas terpancar di wajah mereka ketika menemani saya lembur hari itu, entah kenapa mereka tetap memberi semangat kepada saya dan tetap dengan raut khas junior mereka bercanda seolah hari itu masih terlalu pagi. Mereka tetap humoris dan profesional. Dan saya rasa merindukan mereka ketika masa kerja selesai itu worth it.

Ada yang pernah bilang, jangan menjadikan orang lain sebagi pusat kebahagiaanmu karena seringnya mereka akan mengecewakan. Dan entah kenapa saya tidak percaya itu. Mungkin tergantung dari sudut pandang seperti apa kita menganggap orang lain menjadi pusat kebahagiaan kita. Saya bahagia saat merasa sudah membahagiakan orang lain. Perasaan yang so priceless like nothing can compare that feeling. Melihat orang lain tertawa karena saya – bukan menertawakan saya, meski seringnya mereka begitu – adalah hal yang sangat membahagiakan. Bertukar jokes yang kadang membuat saya berpikir tidak ada rentang usia antara saya dan mereka. Mereka sudah seperti adik saya sendiri. Dengan kekonyolan dan keluguan yang mungkin lugu dibuat-buat. Hahahaa. I’m kinda enjoy it. Spending time with them. Laughing until my chest is burn. Or just upset because they didn’t work properly. Sama seperti adik-adik pada umumnya yang begitu menyebalkan tapi sangat rinduable. ;)

"Setiap orang pasti akan menghadapi rintangan dalam hidupnya – terkadang ada yang seperti batu sandungan yang hanya membuat kita terhuyung beberapa saat, ada pula yang seperti awan badai hitam yang mengerikan, sehingga orang yang paling berani pin menjadi gentar dibuatnya. Cara kita mengatasi semua rintangan itu menentukan jalan hidup kita, entah kita akan hidup dengan ketakutan dan amarah, atau dengan sikap pasrah dan ceria. Karena kita semua adalah jiwa-jiwa yang mampu menghadapi tantangan hidup."

Banyak cerita yang bisa saya tulis ketika mengingat mereka dengan sendirinya bercerita tentang apa itu hidup. Meski dikantor, tak jarang kami berbicara soal hati saat jam istirahat. Melihat kerlingan dan senyuman yang begitu manis khas orang-orang yang sudah kenyang, ;) atau melihat betapa antusiasnya mereka menghadiri persidangan meski hanya mendampingi. Saya ingat saat menghabiskan malam tahun baru bersama 3 sekawan syarif, eko, luggas. Meski mereka sama-sama cowok, tapi pandangan mereka tentang seperti apa wanita impian mereka sangat jauh berbeda. Ada yang memproyeksikannya seperti gita gutawa, raisa, dan nabilah JKT 48. Hahahaaa ada-ada saja ya mereka itu. But I can’t blame it on them. In their age, how the girl look like is the most important thing. But when they get little bit older I mean more mature, true beauty come first. True beauty means that how the girl behave on behalf and behind is become most important. Namun dibalik candaan mereka tentang gadis impian ada seseorang yang entah keceplosan atau tidak, menyebutkan bahwa gadis yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak haruslah seorang gadis yang tangguh dan tidak manja. Yang tidak akan mengomel hanya karena dia lupa menelpon. Hhmm.. watch out guys I think maturity is coming to this room. Heheheee ;)

Tidak perlu wine untuk membuat mereka menceritakan dengan jujur, kasih aja ayam bakar sama sambal kecap trus soft drink dan tunggu sampe jam 1 dinihari. Mereka akan bercerita panjang lebar apa yang sedang mereka alami dan apa yang akan mereka jalani. Bahkan ada yang tanpa bercerita pun saya bisa membaca dari raut wajahnya bahwa dia harus mengorbankan – lebih tepatnya menunda – mengejar impiannya menjadi seorang lawyer demi untuk merawat orang tuanya. Yaa, saya tahu bagaimana rasanya diposisi itu karena itu adalah posisi seorang kakak. Dia yang akan menjadi kepala keluarga setelah ayahnya. Dia yang akan bertanggung jawab atas kebahagiaan ibunya setelah ayahnya. Dan dia yang bertanggung jawab akan jadi apa adik-adiknya kelak. Can you imagine how complicated a big brother/sister job is?

Ada bahasa yang mungkin enggan dia ungkapkan dan saya paham betul itu. Perasaan ketika harus mengorbankan satu-satunya hal yang  begitu kita inginkan dan yang kita mahir lakukan untuk sesuatu yang seringnya disebut “harapan orang tua”. Saya pernah melalui itu namun beruntungnya saya, saya menikmatinya. Mengorbankan pendidikan farmasi dan obat alami universitas ternama di jogja dan memilih menuruti keinginan babhe yang baru saja kehilangan jagoannya untuk sekolah hukum. Nothing to regret. Kalau saya tidak ambil jurusan hukum itu dulu, mungkin saya tidak akan bisa ikut Student Exchange ke Kuala Lumpur. Itu yang saya katakan Allah telah menyiapkan kejutan-kejutan yang luar biasa untuk saya. Dan semua hal baik itu terjadi tepat pada waktunya. Saya mengingatkan dia untuk tetap belajar hukum, tetap mengikuti pendidikan khusus profesi advokat disela-sela kesibukannya belajar menjadi seorang pengusaha sukses. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi ilmu itu penting. Asal bukan ilmu hitam. ;p

"I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel." –Maya Angelou-

Ada benernya tuh yang dibilang sama mbak maya. Orang bisa saja melupakan apa yang kita ucapkan atau kita lakukan tapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana kita memperlakukan mereka. Saya diajarkan untuk tidak membenci apalagi mendendam bahkan terhadap orang-orang yang sudah memperlakukan saya dengan sangat tidak sopan. Sama juga ketika co-workers saya membuat saya merasa begitu bersemangat untuk ke kantor dan bercanda dengan mereka. Obrolan-obrolan yang meski diluar konteks hukum, tapi sungguh sangat menyegarkan. Mereka secara tidak langsung sedang membuat saya merasa sangat berbahagia dan membuat saya begitu bersyukur bahwa saya punya satu alasan lagi untuk lebih lama menikmati hidup yang penuh cerita ini. Tidak perlu diceritakan ya maksud dari kalimat itu. Saya yakin mereka yang saya sebutkan disini sudah paham betul apa yang saya maksud. Bukan sedang ingin membuat kisah seperti disinetron-sinetron, tapi saya sedang begitu menikmati hidup yang Allah titipkan ke saya untuk dinikmati. Dan mereka melengkapi dari sekian banyak malaikat yang Allah berikan untuk saya. Mereka adik-adik seperjuangan saya, yang dengan begitu ikhlas menghibur dan menyemangati dan bahkan membuat saya percaya bahwa cinta itu ada dimana saja. ;)

"Orang yang hatinya penuh syukur, wajahnya bercahaya memendarkan kedamaian, penghormatan dan pengaruh. Karena selalu ada harapan bagi mereka yang berdoa seperti halnya selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha."

Last but not least. I find my other half. The one who make me who I wanna be. The one who make peace with my past and encourage me for my future. He maybe young but mature enough to tell me that I am a high-handed (suka maksa), selfish and over trust in people. That’s maybe true, but he don’t even know why I become myself. Others said I am an easy going person, become the coolest girl even I am older than them. I am easy to get close with the new comer and become so chic. Maybe that’s how gemini act. They can be anyone in the same time but never lose themselves. But I love myself the way i am, cos acting is not my thing. That’s why dia menyebut saya tidak bisa menutupi perasaan. Hahaa you just not know me better bro.. ;p

Setiap orang punya ceritanya, sedih atau bahagia itu bagian dari perjalanan. Life is a journey. Dengan siapa kita berjalan akan membuat kita belajar bahwa hidup tidak hanya tentang apa yang kita mau dan tidak, atau tentang apa yang kita bisa atau tidak. Karena pada akhirnya, hidup harus berbahagia, kalau belum belum bahagia berarti belum akhir. These some of the SAFE LAW FIRM CREWS pictures. Keep sincere and patience guys.

MANGAAAATTT KOPRAAAALLLL....!!!!















They look awesome right..? That's why I said I am the luckiest person in the world to have them as junior co-workers.

"Life is a journey full of choices, every choice come with consequences. And mature enough to take responsibility for every decision we make."




Tidak ada komentar:

Posting Komentar