"Kita terpesona oleh seseorang bukan karena ia mampu melakukan yang tidak mampu kita lakukan, tetapi karena dia bersedia melakukan yang tidak kita lakukan."
Dear readers,
Its been long time since my last post. The last post have been in my draft folder for 2 months. The truth is I'm out of inspiration about what to write or what to describe or what to share.
Sudah desember saja ternyata ya? Tidak terasa dalam hitungan minggu kita akan ganti kalender. hehee yaa another year coming up. Kira-kira apa resolusi yang belum tercapai atau mungkin sudah atau bahkan justru diluar dugaan? Saya sendiri masih tidak memiliki resolusi yang spesifik. Buat saya hidup itu cukup dijalani saja. Dinikmati dan hadapi semua kejutan yang akan hadir, entah itu kejutan yang menyenangkan atau yang tidak terlalu sesuai dengan keinginan.
Saya masih disibukkan dengan kewajiban atas pekerjaan yang saya cintai. Associate lawyer. Yaa, setahun lebih sudah belajar bersama di firma hukum ini. Bertemu dengan berbagai karakter. Yang kadang menyebalkan namun selalu membuat saya bangun diesok pagi dan kembali lagi. Dan entah kenapa saya begitu menikmatinya. Menikmati setiap surat kuasa, somasi, gugatan, membantu mengerjakan disertasi Mr. Iwan dan bahkan menyetir 6 jam nonstop dari jepara kembali ke jogja. Semua itu saya lakukan sesuai dengan niat awal saya masuk ke firma ini.
Saya masih menunggu UPA (Ujian Profesi Advokat) bulan Februari 2014. Kembali mempersiapkan diri untuk mendapatkan legalitas sebagai advokat. Namun saya tidak seambisius dulu yang berpikir bahwa apa yang saya inginkan harus saya dapatkan. Tentu saja dengan usaha yaa. Saya percaya bahwa jika memang saya diijinkan untuk meneruskan cita-cita saya menjadi seorang advokat maka akan saya dapatkan, namun jika tidak, berarti memang bukan rejeki saya. As simple as that.
"Allah itu Maha Adil fit, karirku sukses tapi asmara berantakan..."
Begitu kata teman saya yang sekarang telah menduduki jabatan manager. Yang kerjaannya selalu diluar kota. Dia bercerita kepada saya, (lebih tepatnya saya nanya menjurus ke arah kepo) bahwa ternyata gadis pujaannya itu selingkuh setiap kali dia melakukan perjalanan dinas keluar kota. Dan sayangnya yang menjadi selingkuhannya tidak lain dan tidak bukan adalah mantan pacara si gadis. Yaahh istilah kerennya CLBK (Cinta Lama Belom Kelar). heheheee.. :D
Seperti yang selalu saya tulis dalam postingan saya sebelumnya, saya menuliskan postingan saya karena banyak bertanya dan mendengar. Mengambil beberapa pelajaran dari pengalaman orang lain. Dan beruntungnya saya, saya dikelilingi oleh orang-orang hebat yang selalu mau berbagi cerita dengan saya. Entah berbagi ilmu, berlontar cerita hidup bahkan saling menimpal jokes yang menurut saya begitu menyegarkan. Beberapa minggu terakhir saya betul-betul kehabisan inpirasi untuk merangkai kalimat dalam sebuah posting. Sampai akhirnya teman saya yang manager itu mengomentari status BBM saya.
"Saya kerja keras karena saya bukan tipe laki-laki yang suka menghamburkan uang orang tua.."
Kalau kata-kata itu saya dapat dari seorang adik angkatan saya di Fakultas Hukum UMY. Dia baru lulus bulan oktober 2013 kemarin, tapi kalau baca kata-kata itu akan membuat kita berpikir how can a boy turn out to a man now? Dan dia kebetulan seorang kakak. Kalau belum paham kalimat sebelumnya boleh kok baca postingan-postingan saya sebelumnya. Yang selalu bercerita bahwa gelar "kakak" didepan nama saya justru jauh lebih berat pertanggung jawabannya dibandingkan gelar sarjana dibelakang nama saya.
Saya mendengar cerita yang begitu beragam dari orang-orang disekeliling saya. Belajar dari setiap cerita, ikut tertawa dan berempati dan yang paling sering adalah saya menyadari betapa setiap cerita kehidupan ini sungguh memiliki alur yang luar biasa indah. Yang sudah diatur oleh sang sutradara terhebat.
Saya dikelilingi oleh orang-orang hebat dan orang-orang yang akan menjadi hebat. Maybe I had a gift to be a forecaster but I just believe they have an incredible talent to be a success people. The way they talk, the way they describe a case, the way they handle an argument, all of these thing make me believe, someday they'll get there, to reach their dream.
"Entah mungkin suatu saat di masa lalu saya pernah melakukan hal yang dicintai Tuhan sehingga saya dirasa pantas untuk mendapatkan semua yang saya miliki sekarang.."
Saya masih disibukkan dengan kewajiban atas pekerjaan yang saya cintai. Associate lawyer. Yaa, setahun lebih sudah belajar bersama di firma hukum ini. Bertemu dengan berbagai karakter. Yang kadang menyebalkan namun selalu membuat saya bangun diesok pagi dan kembali lagi. Dan entah kenapa saya begitu menikmatinya. Menikmati setiap surat kuasa, somasi, gugatan, membantu mengerjakan disertasi Mr. Iwan dan bahkan menyetir 6 jam nonstop dari jepara kembali ke jogja. Semua itu saya lakukan sesuai dengan niat awal saya masuk ke firma ini.
Saya masih menunggu UPA (Ujian Profesi Advokat) bulan Februari 2014. Kembali mempersiapkan diri untuk mendapatkan legalitas sebagai advokat. Namun saya tidak seambisius dulu yang berpikir bahwa apa yang saya inginkan harus saya dapatkan. Tentu saja dengan usaha yaa. Saya percaya bahwa jika memang saya diijinkan untuk meneruskan cita-cita saya menjadi seorang advokat maka akan saya dapatkan, namun jika tidak, berarti memang bukan rejeki saya. As simple as that.
"Allah itu Maha Adil fit, karirku sukses tapi asmara berantakan..."
Begitu kata teman saya yang sekarang telah menduduki jabatan manager. Yang kerjaannya selalu diluar kota. Dia bercerita kepada saya, (lebih tepatnya saya nanya menjurus ke arah kepo) bahwa ternyata gadis pujaannya itu selingkuh setiap kali dia melakukan perjalanan dinas keluar kota. Dan sayangnya yang menjadi selingkuhannya tidak lain dan tidak bukan adalah mantan pacara si gadis. Yaahh istilah kerennya CLBK (Cinta Lama Belom Kelar). heheheee.. :D
Seperti yang selalu saya tulis dalam postingan saya sebelumnya, saya menuliskan postingan saya karena banyak bertanya dan mendengar. Mengambil beberapa pelajaran dari pengalaman orang lain. Dan beruntungnya saya, saya dikelilingi oleh orang-orang hebat yang selalu mau berbagi cerita dengan saya. Entah berbagi ilmu, berlontar cerita hidup bahkan saling menimpal jokes yang menurut saya begitu menyegarkan. Beberapa minggu terakhir saya betul-betul kehabisan inpirasi untuk merangkai kalimat dalam sebuah posting. Sampai akhirnya teman saya yang manager itu mengomentari status BBM saya.
"Saya kerja keras karena saya bukan tipe laki-laki yang suka menghamburkan uang orang tua.."
Kalau kata-kata itu saya dapat dari seorang adik angkatan saya di Fakultas Hukum UMY. Dia baru lulus bulan oktober 2013 kemarin, tapi kalau baca kata-kata itu akan membuat kita berpikir how can a boy turn out to a man now? Dan dia kebetulan seorang kakak. Kalau belum paham kalimat sebelumnya boleh kok baca postingan-postingan saya sebelumnya. Yang selalu bercerita bahwa gelar "kakak" didepan nama saya justru jauh lebih berat pertanggung jawabannya dibandingkan gelar sarjana dibelakang nama saya.
Saya mendengar cerita yang begitu beragam dari orang-orang disekeliling saya. Belajar dari setiap cerita, ikut tertawa dan berempati dan yang paling sering adalah saya menyadari betapa setiap cerita kehidupan ini sungguh memiliki alur yang luar biasa indah. Yang sudah diatur oleh sang sutradara terhebat.
Saya dikelilingi oleh orang-orang hebat dan orang-orang yang akan menjadi hebat. Maybe I had a gift to be a forecaster but I just believe they have an incredible talent to be a success people. The way they talk, the way they describe a case, the way they handle an argument, all of these thing make me believe, someday they'll get there, to reach their dream.
"Be kind, be honest, be loving, be true and all of these things will come back to you."
"Hidup itu seperti melakukan perjalanan kesuatu tempat bernama cita-cita. Kita akan bertemu dengan orang-orang yang membuat kita belajar. Entah itu belajar untuk beradaptasi atau mungkin belajar untuk tidak melakukan kesalahan mereka. Karena setiap kita, memiliki ceritanya sendiri. Dan, sebanyak apa pun orang-orang yang mencintai kita, akan selalu ada pembenci. Jangan balas membenci, karena dari pengalaman saya, itu menghabiskan tenaga. Buktikan saja kepada mereka yang membenci bahwa hidup ini akan berpihak pada mereka yang tulus. I guarantee." :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar