Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Jumat, 18 Mei 2012

Titip Rindu Buat BABHE

"Bagi setiap anak gadis,, pria yang dicintai memang menjadi pangerannya tapi ayahnya akan selalu menjadi raja dalam kehidupannya"

Bagi seseorang yang sudah dewasa yang sedang jauh dari orang tuanya, akan sering merasa kangen atau rindu pada ibunya, mamanya, bundanya atau emaknya. Bagaimana dengan ayah..?? Mungkin karena ibu lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaan kita.. Tapi tahu tidak jika ternyata ayahlah yang mengingatkan mama untuk menelpon.

Saat kecil, mungkin mama yang lebih sering menyelimuti saat kita akan terlelap,, tapi tahukah kita bahwa sepulang kerja dengan wajah yang lelah ayah selalu menanyakan pada mama apa yang kita lakukan seharian. Saat sakit batuk/pilek mungkin mama yang terlihat sangat panik dan sibuk mengurusi kita dan ayah seringnya membentak "sudah dikasih tahu jangan minum es masih saja keras kepala! sekarang sakit kan?",, tapi sadarkah kita bahwa itulah wujud kekhawatiran ayah.

Ketika masuk usia remaja, kita menuntut untuk dapat izin keluar dan pulang lebih malam dan dengan tegas ayah berkata "tidak boleh!!",, tahukah kita bahwa sebenarnya ayah hanya ingin menjaga kita karena baginya kita adalah sesuatu yang sangat berharga. Dan saat kita sudah bisa lebih dipercaya, ayah pun melonggarkan aturannya dan dengan berat hati mengijinkan kita pulang lebih larut dan melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu kita pulang di ruang tamu dengan sangat cemas dan khawatir.

Ketika kita dewasa dan harus melanjutkan pendidikan di kota lain, ayah harus melepasmu dan kita lebih sering melihat mama yang dengan air mata mengikhlaskan kita pergi. Tapi tahukah kita bahwa tubuh ayah terasa sangat kaku untuk memeluk  kita?? Dan ayah sangat ingin menangis saat kita memerlukan ini dan itu untuk keperluan pendidikan kita. Ayah hanya mengernyitkan dahi tapi tanpa menolak tetap memenuhi permintaan kita.

Saat kita mengabarkan akan wisuda, ayah terlihat sangat antusias dan sibuk menyiapkan apa saja yang akan dibawa, baju apa yang akan dipakai, jas apa yang terlihat pantas dan meski lelah tetap bersedia mengantar kita mengambil kebaya pesanan kita atau mengantar ke salon tempat kita akan dirias meski waktu masih menunjukkan pukul 4 subuh. Dan saat namamu dipanggil beserta predikat dan jumlah IPK-mu ayah merasa menjadi satu-satunya orang yang sangat bangga pada dirimu.

Sampai ketika keluarga kekasihmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah, dengan sangat berhati-hati ayah akan memberikan izin. Mempertimbangkan dan mengalahkan egonya untuk merelakan putri kecilnya diambil orang lain.

Dan akhirnya...
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan dengan seseorang yang sangat asing baginya dan dianggapnya pantas untukmu ayah pun tersenyum bahagia... Tapi apa kamu tahu bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Menangis karena ayah sangat bahagia dan membisikkan doa semoga putri kecilku yang manis berbahagia bersama pasangannya..

"Ayah.. Dalam hening sepi ku rindu... Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini... Keriput pipimu gambaran perjuangan... ( Ebiet G. Ade - Titip rindu buat ayah)"

Kapan terakhir kita berbicara dengan sangat manis pada ayah? Saya dekat dengan ayah saya. Ayah sudah seperti sahabat saya, yang bisa mengerti saya, dan tetap memaafkan saya meski saya melakukan kesalahan. Dan tetap bersabar menasehati saya meski saya lebih sering ngotot. Yang tetap menganggap saya putri kecilnya. Saya bangga disebut anak papi karena saat bersama ayah saya itulah saat dimana saya bisa melupakan penat kehidupan dan masalah hidup yang tak pernah berhenti dan ayah selalu menjadi tempat pelarian saya saat saya merasa hidup tidak adil.

Ayah mengajarkan saya segalanya... Semua yang saya butuhkan dalam hidup... Tanpa lelah mengingatkan saya tentang kebaikan dan keburukan... Mengajarkan bahwa penting merasa bangga jika melakukan kebenaran...

"I love my dad.. Even my mom is my hero,, my dad still my superman..."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar