Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Selasa, 19 April 2011

Love is (not) Blind

Akan ada saat dimana kita tidak bisa menentukan apakah ini nyata atau ini hanya sebuah janji yang harus ditepati....

Waktu terasa berjalan begitu lambat,, dan aku masih disini menentukan apa yang akan aku lakukan untuk masa depanku. Perasaan dan impian juga keinginan-keinginan yang entah berasal dari akal atau Qolbu ini begitu membuat kepalaku sedikit berputar dan tak tau harus melakukan apa...??

Entah kerinduan ini nyata ataukah hanya sekedar konsekuensi dari sebuah hubungan jarak jauh yang entah akan bertahan sampai kapan. Keraguan dan rasa tak percaya begitu kuat membelenggu meski aku berusaha percaya (atau lebih tepatnya berpura-pura aku baik2 saja)...

Aku melihatnya senja itu,, dengan penglihatan yang pernah ku pakai untuk melihat setiap kebaikan orang meski pada akhirnya orang itu belum tentu seperti yang aku lihat. Dengan perasaan yang memang masih tersimpan rapi untuknya meski sudah berulang kali tergantikan oleh perasaan dari orang yang berbeda. Perasaan itu hanya bersembunyi dan menepi sebagai konsekuensi begitu tipis harapan dapat memilikinya saat itu. Dan mungkin itulah saatnya setalah dengan berbagai cara dan juga ujian yang datang untuk memastikan bahwa perasaan padanya itu belum sepenuhnya hilang dan tergantikan. Itulah yang aku lihat padanya senja itu. Ketulusan dan keluguan seorang anak laki2 berseragam putih biru yang kini menjadi seorang pangeran tampan yang bisa mendapatkan gadis mana saja yang dia inginkan. Aku melihat ada kekaguman disana untukku. Ada sedikit harapan untuk memiliki dan merengkuhku dari kegundahan. Ada jawaban dari setiap pertanyaan yang selalu ku pertanyakan, "apakah aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang membuatku tak harus berusaha keras menjadi seseorang yang bukan diriku?".  Dan dia menjawabnya. Pertemuan singkat itu, obrolan singkat itu, tatapan sekilas itu, candaan spontan itu, membuat semua usaha keras dan romantis untuk sebuah kebahagiaan hati yang terenggut terbayar tanpa harus berubah sedikit pun.

Tak ada yang tau apa yang terjadi besok... Takdir juga tidak diketahui... Tapi kita memiliki sebuah keharusan untuk melakukan yang terbaik hingga takdir itu menentukan akan jadi apa kita kelak....

Mungkin kebahagiaan itu hanya ada di awal,, tapi untukku dan hubungan baru itu kebahagiaan ada kapan saja aku mau berbahagia. Justru kesulitan dan ujian terberatku datang lebih awal, menyikapi semua fitnah dan perkataan orang tentang dia yang ku lihat begitu baik dan berusaha membaikkan diri. Cinta itu (tidak) buta. Aku mengenalnya dengan keyakinan ada kebaikan dan ketulusan hati dalam dirinya. Aku melihat tanggung jawab besar dan ketidak peduliannya terhadap hal yang bukan urusannya. Aku menilai setiap sikap dan kata2nya bukan karena ingin mencari pembenaran atas penilaian setiap orang yang tidak menyukai dirinya, atau diriku atau hubungan dirinya dan aku. Semua berjalan seperti seharusnya, dengan segala keberanian diri dan kesabaran semua itu berlalu tanpa harus berusaha keras. Dan saat aku mengingat semua itu,, aku menyadari sesuatu yang belum pernah terlintas dlm benakku. Aku belajar mengenal karakter setiap orang, melihat apakah setiap orang berhak mendapat kepercayaan dan kesempatan kedua, menentukan sejauh mana aku akan berjalan bersamanya.

Tak ada manusia yang sempurna... Setiap orang berhak dimaafkan dan mendapat kesempatan untuk berubah menjadi seseorang yang lebih baik...

Aku belajar arti dari sebuah pemaafan saat begitu banyak orang berusaha menjatuhkannya. Aku belajar mengikhlaskan saat dia berniat untuk pergi. Aku belajar meyakini bahwa aku tak memiliki apa pun, belajar bertanggung jawab atas semua yang dititipkan padaku termasuk perasaan ini yang bisa diambil kapan saja oleh-Nya. Aku belajar mengerti bahwa tak semua yang ku anggap benar akan benar menurut orang lain.

Aku memaafkannya seperti dia juga selalu memaafkanku di setiap kesalahan yang ku lakukan. Membuatku merasa bahwa aku memang pantas berbahagia bersamanya entah apa yang akan orang bilang.

Dia membuatkanku sebuah impian masa depan yang begitu sempurna dan bahagia. Yang tak pernah diberikan oleh siapapun di dunia ini kecuali babe. Dia memberikanku harapan tentang kita, yang memang hanya ada kita tidak orang lain.

The way he look at me,, the way he said those words,, the way he hold me tight,, thats explain why I should say that love can even any better when he told me why can he stay....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar