Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Kamis, 28 Juli 2016

UNTOLD STORY (28 Things I've Learned From My 28th Years)


“We do not grow absolutely, chronologically.  We grow sometimes in one dimension, and not in another; unevenly.  We grow partially. We are relative. We are mature in one realm, childish in another.  The past, present, and future mingle and pull us backward, forward, or fix us in the present.  We are made up of layers, cells, constellations.”

Anais Nin




Happy birthday to me! May 23th, I turn a ripe old age of 28 and, as much as I'm not thrilled to be inching toward thirty, I'm pretty excited to look back on the past year and reflect on what an amazing, positive experience it was. There were, as there always will be, some tough times, but over all, I'd have to say that my 28th year was pretty darn awesome. One of the reasons it was so awesome is because I learned so much about life. Every year I learn more and more and, in my opinion, that's one of the best highs life has to offer -- looking back and realizing just how far you've come because of all that you've learned. I could spend hours and hours writing about this year and all of the ups and downs it's brought, but today I've narrowed the post down to 28 things I learned during my 28th year. With each of these lessons listed, I hope all of you can teach me something or learned something about me without judging me.

1. Father's job is not to teach his daughter how to be a lady, It's to teach her how a lady should be treated.



"A father is a girl's first love, forever guardian, 
long lasting of cares and life time king."
Anonymous

28 tahun hidup saya, sebagian besar dari masa itu saya belajar banyak dari ayahanda saya. Mengagumi beliau dengan segenap hati saya meski saya tahu beliau bukanlah seorang yang sempurna. There's no such a perfect father, but my father is perfect to me. Pria berhati besar yang begitu tulus mencintai saya dengan segala kekurangan yang saya punya, yang senantiasa mendoakan saya meski tak jarang saya lupa mendoakan beliau. Tak jarang pula beliau berusaha untuk memenuhi segala bentuk permintaan putri sulungnya yang kadang-kadang (sering malah) maksa. hehee.. hey, I'm his first child and daughter also his princess. Beliau begitu sabar menghadapi saya (seperti yang saya tulis dalam postingan saya Titip Rindu Buat Babhe) dengan berbagai macam gejolak emosi dan egoisme yang pada ujung hari membuat saya begitu mencintai ayahanda saya.

On April, 25th a man i've been dating for maybe a month come to talk my daddy.  Dari sekian banyak kata yang diucapkan babhe, kalimat "saya tidak minta syarat macam-macam, hanya jaga fitry, bahagiakan fitry". Maybe for you that's a cheesy words, but for me that's means the world for me. Dan itu hanya sebagian kecil dari sekian banyak cinta yang beliau berikan pada saya. So, I learned, that everyone can have kids, but to be a parents, not everybody can make such an effort to be them.

Kegagalan saya yang membuat saya kehilangan 10 kgs berat badan hanya dalam waktu 2 minggu membuat saya menyadari bahwa dia yang saya anggap prince charming saya itu bukanlah orang yang tepat untuk saya. Membuat saya menyadari bahwa cinta bukan dongeng tentang seorang pangeran tampan yang akan datang memintamu dari ayahandamu dan kemudian kalian berdua akan hidup bahagia selamanya. Dan membuat beliau lebih berhati-hati.

keikhlasan hati ayahanda, kesabaran hati beliau, membuat saya percaya bahwa saya begitu dicintai olehnya. Dididik dengan penuh cinta dan kasih oleh beliau. Beliau tidak mengajarkan saya bagaimana menjalani hidup, beliau menjalani hidup dan membiarkan saya menyaksikannya. Saya mungkin tidak selalu menjadi ratu bagi suami saya kelak, tapi paling tidak saya akan menjadi seorang putri bagi ayahanda saya selamanya. Entah akan sampai dimana perjalanan saya nanti, ayahanda saya tetap akan menjadi my number one man. Because no man in this world can love me like my father did. Dan saya mencintai ayahanda saya karena beliaulah satu-satunya pria yang tidak akan pernah menyakiti saya.

2. Mom know the best

"A mother is a girl forever best friend. They maybe live in her womb for nine months but lives in her heart forever."

Ibunda saya bukan seorang sarjana. Beliau hanya pegawai negeri golongan dua yang sehari-hari bekerja mulai jam 4 subuh hingga 11 malam. Sudah pernah saya tulis di postingan saya sebelumnya betapa tangguh dan hebatnya wanita nomor satu saya itu. Betapa beliau memiliki hati yang begitu luas meski posturnya tidak lebih besar dari anak SMP. Beliau yang dengar sabar mengasuh, mendidik dan membesarkan kelima anaknya. Dan tidak mampu meneteskan air mata ketika seorang putra kesayangannya dipanggil pulang Sang Pemilik kehidupan.

Saya telah menjadi seorang advokat sekarang. Dan dari beberapa perkara perceraian yang saya tangani, banyak dari kronologisnya mengajarkan saya jangan pernah melanggar apa yang dipesankan ibunda. Banyak dari kegagalan tersebut bermula ketika ada nasehat ibunda yang dilanggar. Ada pesan kebaikan ibunda yang tidak kita gubris. Dan saya pun pernah mengalami itu. Merasa begitu dibutakan oleh cinta sehingga apa yang dinasehatkan ibunda saya tidak saya indahkan.

Mama, begitu saya memanggil beliau. Bukan wanita sempurna, tapi beliau sempurna untuk saya. Bukan wanita hebat yang menginspirasi dunia, tapi beliau menjadi inspirasi saya bagaimana menjadi wanita kuat dan mandiri. Mama, mungkin bukan koki berkelas dunia, tapi masakan beliau penuh cinta dan kebaikan, yang mampu membuat berat badan saya naik berkilo-kilogram. Mama, yang doanya mampu mengguncang lauhul mahfuz, yang karena doanya kehidupan saya menjadi jauh lebih mudah saya jalani, yang dengan doanya membuat saya bertemu seseorang yang pantas menjaga beliau.

Dan tidak ada yang mampu membayar semua itu meski saya memberangkatkan haji, memberikan tiket liburan, tas dengan merek yang susah disebutkan, sepatu dengan sol merah, atau handphone keluaran teranyar. Semua yang saya berikan itu hanya bernilai nol koma sekian persen dari apa yang sudah dikorbankan dan diberikan mama demi layaknya kehidupan saya hingga saat ini. 

3. When love is real, when the person is right, you really DO just know.


"Everything that I understand, I understand only because I love."
Leo - Tolstoy

There are many people who have helped me to become the person I am today (a person, admittedly, who is still a work in progress!), but there are few that have had quite the impact he has had on my life. I feel, at times, like I was always waiting for him, like I knew he was out there and it was that knowledge tickling the recesses of my brain that hinted and suggested and prodded until I moved forward in the right direction, closer to him. I feel as if I have been moving towards him for some time, or maybe he was moving towards me, but without knowing it was coming, we crashed into each other on a night when the sky was filled with shooting stars and our hearts, tired as they were, were still brimming with hope.

Banyak orang yang saya kenal yang membuat saya belajar dari kehidupan mereka, kisah mereka, kesalahan mereka, dan bahkan impian-impian mereka. Orang tua saya bahkan adik-adik saya. Saya pun belajar dari kenyataan pahit saya gagal menikah dengan orang yang selama 6 tahun mengaku mencintai saya. Tapi tentu saja tidak ada penyesalan. Saya beranggapan bahwa satu lagi pelajaran hidup saya dapatkan. Otak memang tidak dirancang untuk melupakan, namun hati diciptakan untuk mengikhlaskan. Because after all, rencana Allah selalu baik.

Banyak yang bertanya bagaimana saya bisa bertahan menjalani hubungan jarak jauh yang dapat bertahan tahunan. Bagaimana saya bisa menerima seorang pria yang begitu asing yang punya masa lalu tidak begitu baik dan betah bertahan bersamanya. Atau sampai yang paling ekstrim ada seorang teman yang 'nyeletuk' cari aja pengacara yang mapan dan tampan, gak usah sama dia, belum ada apa-apanya. Ini adalah pendapat seorang teman yang dulu saya abaikan dengan dalih saya hanya ingin menerapkan apa yang diajarkan orang tua saya untuk selalu melihat kebaikan dalam setiap diri orang lain. Keraguan sempat datang berulang kali, namun banyak teman yang berpendapat jika itu hanya sindrom pranikah. Namun, yang saya lupa bahwa alam pun dapat memberikan tanda-tanda yang mungkin saat itu tidak begitu saya hiraukan.


"Karena rejeki sudah tertakar, maka jodoh tidak akan tertukar."

Saya bertemu dengannya pertama kali saat pelantikan Advokat di Pengadilan Tinggi Jayapura sekitar tanggal 15 Desember 2015. Saat itu saya yang masih terseok-seok menata hati dari keterpurukan dan memutuskan untuk tidak terlibat urusan hati dan berfokus pada karir tidak terlalu menggubris obrolan yang sebenarnya biasa saja. Sempat hilang respect dengannya karena perdebatan kami soal hari ibu. Namun kecanggihan media sosial dan seringnya kami berpapasan di Pengadilan tempat kami bersidang. Dari sekedar "like" posting di salah satu media sosial paling booming (Path), berlanjut dengan sms dan bbm, bertukar gombalan dan taruhan derby (Milan vs Inter) saya yakin something happened between us. Ada sesuatu yang begitu menjanjikan lebih dari sekedar obrolan sesama rekan Advokat.

Sejak pertama bertemu dengannya, saya tahu ada sesuatu yang istimewa tentangnya saat dia dengan begitu lepasnya bercerita dengan ayahanda saya ketika kami satu jadwal penerbangan dari Jayapura ke Sorong. Klise, bisa saja, mengingat kami baru saja bertemu akhir tahun 2015 dan baru menjalin kedekatan awal tahun ini. Saya sempat sarkastik ketika ada teman yang bilang "you just know he's the one, you only just know", saya berpikir bagaimana bisa seseorang tahu dia telah bertemu jodohnya ketika baru bertemu? Dan ternyata itu terjadi pada saya. Yes, I do just know he's the one. Saya pernah jatuh cinta sebelum bertemu dengannya, tetapi kali ini saya merasa jauh lebih bahagia. Dia membuat saya merasa semua akan baik-baik saja mau bagaimana pun keadaannya, atau akan seperti apa kelak jadinya. Dengannya semua terasa sangat alami, mengalir begitu saja. Obrolan tentang pekerjaan, tentang hati, tentang mimpi, semua terjalin begitu saja.

I've had my fair share of relationships and I can't say that they all left me feeling as if I was an awesomely talented, wonderful person. In fact, some of the people I'd been with in the past made me feel as if I was worthless, pointless, useless. Some people made me feel as if I could do no right and that whatever I did would probably result in a big mess of mistakes (which may or may not have been true at the time...). Now I see that the right person, the best person, will always bring you up. No matter what you love to do, the right person for you will be supportive of it. They don't have to do it too, they don't even have to understand it sometimes, but they will always loving and respectfully support you. They will bring you up as high as they can and never will they try to push you down.  

Dia mencintai saya dengan segala kurang yang saya miliki. Dia melihat kekurangan saya sebagai sesuatu yang begitu istimewa. Dia yang akan dengan rela berkendara di bawah hujan hanya untuk memastikan saya tidak dalam keadaan marah dan kecewa. Dia yang genggaman tangannya mendamaikan. Dia yang selalu berusaha membuat saya tersenyum. Dia yang meyakinkan saya bahwa senyuman saya merupakan asesoris terbaik melebihi tas Prada atau jam tangan Daniel Wellington. Dia yang akan begitu gundah ketika raut wajah saya berubah menjadi khawatir. Dan meski terkadang masalah muncul dia yang akan menjadi jauh lebih tenang, dia tahu bahwa kebahagiaan saya bersamanya jauh lebih penting. Dia yang merasa begitu takut kehilangan saya, yang begitu membuat saya merasa dialah yang selama ini Allah simpan untuk saya. Dia dengan keluasan hatinya mau menerima saya meski berulang kali saya memintanya untuk mencari seseorang yang lebih baik dari saya. Dia, the one I'm proudly called my man. Sebab cinta bukan apa yang kita katakan, tetapi apa yang kita lakukan.

So, when the person is right, the love is true, you do just know....

4. Perubahan, scary as it is, can be just what you need to free yourself
  
“It’s not that some people have willpower and some don’t.
It’s that some people are ready to change and others are not.”
James Gordon

Change is a funny thing. Perubahan terkadang bisa menjadi sesuatu yang lucu. Untuk sesaat kita berpikir bahwa perubahan harus segera dilakukan dan kita akan melakukan apa pun untuk berubah. Tapi kadang-kadang kita begitu takut untuk berubah karena sudah terlanjur berada di zona 'nyaman' yang terasa sangat sulit untuk berubah.

Saya kembali ke kampung halaman saya bulan april lalu. Memutuskan menerima tawaran kerja dari perusahaan di tempat asal saya. Sempat hectic karena saya sudah hampir 3 tahun saya bekerja di sebuah firma hukum di jogja dan kondisi kerja saya begitu nyaman karena saya bekerja dengan orang-orang yang saya kenal dekat. Lingkungan kerja baru, topografi masyarakat yang sangat berbeda, dan tentu saja penanganan kasus yang bi-lingual. :)

Sempat stres karena bingung harus gimana, tetapi saya merasa kembali belajar. Ini sama seperti waktu saya pertama bekerja di kantor sebelumnya. Adaptasi dengan lingkungan kerja baru dan berkas-berkas perkara yang (bisa jadi bikin bingung) luar biasa membuat otak saya bekerja jauh lebih keras.

Tidak ada hal yang tidak mungkin, termasuk perubahan. Segala yang baik tidak tiba-tiba muncul, tetapi melalui tahapan dan proses yang memang tidak singkat. Sama seperti juga saya, saya masih melakukan perubahan-perubahan dan upgrade-upgrade yang menjadikan saya jauh lebik baih dan lebih bermanfaat baik untuk diri saya atau untuk orang-orang disekitar saya. Jangan khawatir atau takut akan melakukan kesalahan karena dari kesalahan kita akan belajar sesuatu yang benar.

5. Jika gagal, Mulai lagi (when you fail, start over)

"Berhasil itu tidak datang sendiri,
dia adalah proses dari berusaha dan berdoa."

Sudah pernah saya tuliskan di postingan sebelumnya, perjuangan saya untuk sampai di posisi saya yang sekarang. 28 tahun hidup saya, saya merasakan gagalnya berjuang, indahnya buah kesabaran, manisnya buah berusaha. 2 tahun belakangan saya berusaha berulang-ulang untuk lulus ujian profesi advokat, and lucky number 3, saya berhasil lolos setelah ujian ketiga. Bukan sekedar usaha saya, doa mama, babhe, sahabat-sahabat saya, dan mungkin orang-orang yang pernah saya lakukan kebaikan pada mereka, membuat saya lolos ujian tersebut. Putus asa dan keinginan menyerah bukan tak jarang hadir, membuat saya berpikir untuk tidak melanjutkan perjuangan saya. Tapi, inilah cita-cita saya yang harus saya perjuangkan.

Apalah arti gagal, jika itu hanya membuat kita menjadi lebih baik karena belajar dari kesalahan. How'd I know? Believe me I know so.. :)

6. No matter how hard it seems, you can let go of your past.

"When you finally let go of the past, 
something better is come along"

Bicara soal masa lalu agak-agaknya bakal penuh derai air mata, dan penyesalan. Hahaa.. Saya pernah berada dalam kondisi seperti itu and I learned how to deal with it. Pada akhirnya saya belajar sesuatu tentang melupakan masa lalu yang dulu selalu menahan langkah saya untuk bergerak maju. Saya tidak akan bercerita betapa bodohnya saya masa itu ketika semua yang saya lihat begitu abstrak dan tidak jelas. Ketika semua yang ada dipikiran saya hanya sekedar untuk dilihat orang, dihargai orang. Saya lupa bahwa Tuhan mengawasi segalanya dalam diam-Nya, dan tetap menerima saya dan taubat saya (inshaa Allah). Saya tidak akan menyalahkan orang-orang yang dulu mengajari saya dan mungkin mengajak saya berhura-hura menikmati dunia, saya justru berterima kasih dipertemukan dengan mereka sehingga (lagi-lagi) saya belajar dari mereka dan dunia mereka untuk sampai pada titik dimana saya berdiri sekarang.

Tidak ada yang salah dengan masa lalu kita, seburuk apa pun, sekelam apa pun, selama masih diberikan nafas, kita masih diberi kesempatan untuk selalu memperbaiki sikap, pola pikir, dan iman kita. Kita tidak tahu tentang masa depan, tetapi paling tidak kita bisa berusaha untuk membuat sesuatu yang lebih baik untuk masa depan.

7. Hiduplah sesuai dengan cara kita, dengan cara yang baik, meskipun orang lain tidak memahami itu.

"We're living in a wild world, where the bad things can be great 
and the good thing sometimes come to bad ending."

Pada waktu saya kuliah dulu, saya kekurangan teman dan berusaha melakukan apa saja hanya agar saya memiliki teman. Saat itu yang terpenting dalam otak saya adalah bagaimana agar saya memiliki banyak teman, mengerjakan tugas kuliah mereka, mengikuti mereka kemana pun hingga pada suatu ketika saya menerima hasil koreksi tugas kuliah saya dimana teman-teman yang saya bantu mengerjakan tugas mendapatkan nilai yang begitu luar biasa sementara saya mendapatkan nilai yang sangat buruk. Baiknya dosen saya itu menegur saya dengan cara itu. Beliau tahu saya mengerjakan tugas-tugas mereka tetapi tidak enak hati menegur saya secara langsung maka digunakanlah cara itu. Bagian tersedihnya adalah mereka tidak sedikit pun berempati pada saya, justru merayakan keberhasilan 'mereka' dan meninggalkan saya sendiri meratapi kegagalan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan semua yang saya lakukan untuk mereka dengan dalih untuk mendapatkan teman itu. I just know that true friend will find you in some surprised way and they'll never leave you in any reason to cheer you or just to laughs of your foolness. And hey, I finally have true friends of me.

So, setelah lulus dan menjalani pilihan kami masing-masing saya dipertemukan kembali dengan teman-teman saya dulu dan mereka luar biasa telah berubah. Sempat saya berharap permintaan maaf yang tulus dari mereka karena telah 'memanfaatkan' saya dulu, ada secuil dendam yang masih tersimpan, namun saya telah memaafkan mereka jauh sebelum itu, karena saya diajarkan untuk tegar dan kuat, tidak mendendam sepahit apa pun kesalahan yang mereka lakukan kepada saya.

Inilah saya, manusia biasa yang masih belajar tentang kebaikan diri. Yang diajarkan untuk senantiasa melihat kebaikan dalam diri seorang penjahat sekalipun. Ini cara saya hidup. Dan meskipun banyak orang yang tidak paham dengan hidup yang saya jalani, saya percaya kita diciptakan sesuai dengan jalan yang sudah digariskan dan dituliskan dalam lauhul mahfudz. :)

8. You can continue love others, without liking their choices.

"Biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa."

Seperti yang saya tulis sebelumnya, kita diberikan pilihan-pilihan dalam hidup. Tentu pilihan-pilihan itu datang dengan konsekuensi dan tanggung jawabnya masing. Saya bertemu banyak orang yang berbeda pola pikir tentang segala hal, tetapi saya tidak menjadikan itu alasan untuk membenci mereka. Apa yang mereka yakini mungkin itu yang terbaik untuk mereka, begitu juga dengan yang saya yakini. Selama saya tidak menyimpang dan keluar dari ajaran yang agama saya ajarkan, saya rasa tidak akan jadi masalah. Apalagi negara saya ini menganut prinsip Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. We are born in differences, so why hate people when they're different with you. :)

9. Be your own hero.
"Everyone is a hero to himself"


Saya merupakan anak rantau selama kurang lebih 12 tahun di kota pelajar. Yang memutuskan melanjutkan sekolah jauh dari orang tua saya. Selama 12 tahun saya hidup jauh orang tua saya, selama itu pula saya belajar bahwa semua yang saya lakukan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk diri saya. Kebaikan atau keburukan semuanya akan kembali pada saya.

Hanya saya yang mampu menyelamatkan diri saya sendiri dari setiap konsekuensi atas keputusan yang saya ambil dalam perjalanan kehidupan saya. Tidak mudah memang, tetapi itulah saat dimana saya belajar menjadi lebih tangguh dari setiap luka saat terjatuh atau gagal. Sebab pahlawan tidak melulu soal topeng dan jubah atau pedang, bertanggung jawab atas setiap pilihan dalam hidup merupakan defini saya mengartikan kata pahlawan.

10. Family matters


"Family is like a tree, we may grow in different branches, but we remain in the same roots."

Saya merupakan sulung dari 5 bersaudara, meski seorang adik saya meninggal, saya tetap merasa kami adalah 5 bersaudara. Saya pernah menulis bahwa gelar kakak di depan nama saya lebih berat tanggungannya dibandingkan gelar sarjana di belakang nama saya. Entah saya yang merasa berat atau mungkin karena sebagai seorang yang disebut kakak punya peran ganda. Kakak menjadi panutan meski untuk menjadi baik pun tidak mudah. Kakak menjadi pelindung kedua setelah orang tua. Kakak menjadi pembela paling fanatik terhadap adik-adiknya. Kakak menjadi ATM 24 jam nonstop untuk adiknya yang berjiwa sedikit kapitalis. hahaa I'm joking.

Saya bahagia dikelilingi 4 orang adik dengan karakter yang begitu luar biasa variatif. Mereka menjadi penghibur hati saya ketika saya sedih. Mereka menyemangati saya ketika saya merasa hidup sudah begitu melelahkan. Mereka menjadi mentor saya untuk hal-hal baru yang pada saat saya dibesarkan belum begitu eksis. Mereka mengajarkan saya arti sebuah pengabdian yang tulus dan penghormatan yang tinggi meski saya tahu saya belum bisa disebut seorang kakak yang baik.

Saya beruntung memiliki mereka sebagi adik-adik saya. Bukan karena keadaan saya sekarang, tetapi karena mereka adik-adik kecintaan saya. Yang begitu patah hati mengetahui saya batal menikah, yang begitu bersemangat ketika saya menemukan cinta baru, yang mampu tertawa terbahak-bahak meski saya tahu lelucon saya tidak begitu bagus. Dan yang begitu antusias ketika saya membalas telepon penting mereka dengan sms : "nanti kakak telpon balik, kakak lagi meeting dengan klien", sebab mereka tahu dan percaya bahwa dibalik sok sibuknya kakak mereka, ada kebutuhan mereka yang akan selalu siap saya penuhi.

Mereka, adik-adik kecintaan hati saya. Yang akan selalu ada untuk saya semarah apa pun saya kepada mereka. Yang akan selalu menyayangi dan mengagumi saya seburuk apa pun pengalaman saya.

11. Surround yourself with great people who inspired you

Aneh rasanya ketika mendadak kualitas hidup kita beranjak naik ketika kita dikelilingi oleh orang-orang hebat yang memotivasi kita untuk berkarya dan sukses. Saya pernah menjadi asosiate magang di sebuah Law Firm di jogja yang membuat saya belajar banyak hal, kenal banyak karakter dan yang terpenting membuat saya terpacu untuk terus meningkatkan kualitas diri saya.

Sama seperti saya memutuskan untuk ikut ayahanda di tempat tugas baru. Saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat, belajar dari cerita dan pengalaman mereka. Mungkin tidak selalu bagus, tetapi I've got something to learn from their stories.

12. Follow your passion, your dream, and make it happen

"Every morning we have two choices, continue our sleep with dreaming or wake up and make your dream come true."

I used to think that it was impossible to combine what you are passionate about and make a living out of it. Dulu saya pernah berpikir sulit rasanya memiliki passion untuk sesuatu tapi sulit rasanya menghasilkan lembaran rupiah dari hobi itu. Saya suka menulis, awalnya hanya sebuah buku harian, kemudian menjadi 7 buku harian, lalu setelah mengenal internet jadilah saya menulis blog. Isinya mungkin bukan sesuatu yang penting, tapi untuk segelintir sahabat pembaca saya, mereka beranggapan tulisan saya menginspirasi. Hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk mengirim naskah buku yang saya salin dari tulisan di blog saya ini. Buku adalah sahabat dekat saya. Saya banyak tahu karena membaca, dan banyak mengerti karena menulis. Sehingga untuk memahami, saya butuh banyak mendengarkan.

Saat ini saya adalah seorang konsultan hukum atau masyarakat lebih suka menyebut profesi ini sebagai pengacara. Bukan hal mudah untuk bisa ada di posisi sekarang, saya butuh 3 kali ujian profesi untuk bisa memenuhi syarat diangkat menjadi advokat. Butuh penantian 2 tahun untuk bisa menjadi bagian dari Legal Department perusahaan tambang ternama milik amerika yang duduk cantik di negeri ini. Meski lahir dan dibesarkan juga dibiayai hidupnya oleh uang negara alias gaji pegawai negeri, saya tidak pernah berkeinginan untuk menjadi bagian dari kelompok terbesar pekerja di bangsa ini. Mungkin karena saya agak susah diatur sehingga saya meyakini pegawai negeri bukan pekerjaan yang cocok untuk saya. Saya memilih profesi ini terlepas dari latar belakang pendidikan saya, adalah karena saya hobi mengurusi urusan orang. hahaa. Yaa yaa, jika dimasyarakat hal ini akan sangat mengganggu, lain halnya jika seorang pengacara, sebab itulah pekerjaannya, sebab orang yang ingin dibantu itu memiliki masalah hukum yang karena keterbatasan waktu membutuhkan seseorang untuk dapat membantu mengurusi urusannya tersebut.

Tidak mudah untuk menjalani profesi ini, sebab setiap yang datang kepada saya punya polemik dan masalah yang meski sama tetapi punya tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda. Ada yang hanya dengan kita jelaskan secara rinci sudah paham dan mengerti, namun ada pula yang meski sudah kita jelaskan se-jelas-jelasnya bahkan menunjukkan bagaimana prosedur kita melakukan pekerjaan tetap saja memiliki kadar ketidak percayaan yang luar biasa. Terkadang ingin rasanya mengatakan kalau tidak percaya dengan kinerja kami silahkan boleh cari pengacara lain. Namun, sesuai pesan ayahanda saya, bahwa anggaplah dirimu dokter yang sedang menghadapi pasien yang sedang sakit, mereka punya kendali penuh terhadap tubuh mereka tetapi tetap saja akan mencari dokter ketika sakit. He got the point.

Pengacara mungkin bukan profesi impian saya, tetapi saya menikmati bekerja tanpa batasan waktu, ruang dan yang terpenting saya dibayar untuk sekedar mendengarkan orang berkeluh kesah. Bermanfaat untuk orang lain meski terkadang dimanfaatkan bukan hal yang sulit jika dalam melakukan pekerjaan kita mampu ikhlas. Sebab yang saya yakini, Tuhan saya Maha Pemurah, Maha Kaya, maka kenapa saya harus takut menjadi miskin? :)

13. Jadilah versi terbaik diri kita setiap hari

Kita terlahir dalam keadaan yang luar biasa baik. Maka, penting rasanya jika kita melakukan sesuatu yang begitu berarti meski hanya untuk seseorang. Hidup adalah proses menjadi lebih baik, lebih bermanfaat. Hidup adalah progres, untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena, setiap hari yang kita jalani merupakan pelajaran baru, pengalaman baru.

14. There is always first time for everything

Saya ingat saat dimana pertama kali saya belajar mengendarai sepeda, sepeda motor, atau menyetir. Luka lecet di lutut, siku, atau bahkan mobil baru yang kemudian tergores dan bemper yang entah sudah patah berapa kali. Namun, itulah proses, dari luka dan jatuh itulah kita menjadi lebih mahir bahkan mungkin hebat. Akan selalu ada pertama kali untuk semua hal. Bahkan untuk saya yang meski sudah sering wara-wiri sidang, tetap merasa gugup ketika ada saja perkara baru. Orang hebat tidak terlahir hebat, mereka dilatih menjadi hebat.

Sehingga, ketika saat pertama kali melakukan sesuatu dan hasilnya tidak sesuai harapan, berusalah lagi. Bahkan Thomas Alfa Edison butuh 3000 kali percobaan untuk bisa menciptakan sebuah lampu pijar. 

15. Take a good care of your health

Yep! I'm not kiding. Kesehatan merupakan nikmat Tuhan yang terkadang lupa kita syukuri. Padahal kita bukan siapa-siapa bukan apa-apa tanpa kesehatan kita. Banyak yang bekerja over time agar dapat mengumpulkan uang lebih untuk berlibur, tetapi saat akan berlibur justru jatuh sakit sehingga uang yang seharusnya untuk berlibur digunakan untuk membayar biaya berobat.

Dan saya pernah mengalami hal itu. Hahaa
Saya suka makan, bukan hobi tapi karena butuh. Saya bukan tipe cewek yang membatasi porsi makan hanya agar kemeja bermerek versace terlihat indah saya kenakan. Tetapi karena bagi saya, apa yang saya makan menjadi penunjang kinerja saya. Dan coklat merupakan energy booster saya hampir setiap saat. Makan yang baik dan istirahat yang cukup merupakan kunci utama kita mampu bekerja dengan produktif, mampu menerima info dengan baik, dan yang paling membahagiakan mampu lebih banyak menebar kebaikan.

16. Tidak ada yang sia-sia saat kita mampu mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang kita peroleh

Kalau boleh jujur, saya sebenarnya lebih suka sekolah kedokteran dibanding sekolah hukum. Namun permintaan untuk mengambil jurusan hukum dari ayahanda saya tidak kuasa saya tolak, mengingat beliau yang membiayai pendidikan saya itu. Tahun pertama saya lewati sedikit lesu, tapi berkat pendidik yang luar biasa memotivasi dan melihat banyak kesempatan kerja lulusan hukum saat itu membuat saya mengumpulkan semangat untuk menikmati setiap pasal yang diajarkan kepada saya.

Butuh waktu 4 tahun 6 bulan bagi saya untuk menyelesaikan kuliah saya itu. Berulang kali down saat menyusun skripsi dan berulang kali berkeinginan untuk menyerah. Namun, setiap kali saya ingin menyerah, saya ingat bahwa ada doa seorang wanita yang berharap kehidupan yang lebih baik untuk anaknya, ada pengorbanan seorang ayah yang begitu membanggakan putri manisnya.

Selalu ada pelajaran untuk sesuatu yang kita lalui. Entah itu sesuatu yang membahagiakan, atau mungkin sesuatu yang mampu membuat kita mengeluarkan air mata ber-ember-ember.

Look at me now. Saya mungkin belum sekelas Hotman Paris atau Ibu Elsa Syarif but someday I'll get there. :)

17. Plan tomorrow today

Kita memang tidak punya jaminan untuk hidup sampai besok. Tapi tidak ada salahnya kita merencanakan apa yang akan kita lakukan besok hari ini. Sehingga semua yang kita jalani tertata, tidak hanya sekedar melalui hari untuk kemudian diulangi lagi besok. Hidup hanya sekali, namun jika kita melakukannya dengan benar maka sekali saja sudah cukup.

18. Selalu memberi lebih dari apa yang kita terima

Orang tua saya selalu mengajarkan untuk selalu mengutamakan orang-orang yang lebih membutuhkan dibanding saya. Ayahanda saya mengajarkan saya untuk lebih mengutamakan menolong orang daripada mengharapkan bayaran dari jasa yang saya sediakan. Ibunda saya mengajarkan kepada saya bahwa dengan memberi kita tidak akan kekurangan.

Saya diajarkan untuk selalu memberikan lebih dari apa yang saya terima. Jika saya diperlakukan baik, maka perlakukan orang yang baik itu dengan penuh hormat. Jika saya telah dibantu, maka bantulah orang lain dengan kebaikan yang sama dan ingatlah orang yang pernah membantu itu sehingga nilai kebaikan tidak hanya untuk saya tetapi juga untuk orang yang telah membantu saya.

Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan. Karena dengan memberi lebih dari yang kita terima maka itu akan menjadi investasi kebaikan untuk diri kita sendiri.

19. Everything Happened for A Reason

"Because truly after the hardship come ease. Truly after the hardship come ease." 
Q.S. Al-Insyirah : 5-6  

28 tahun perjalan hidup saya bukan tanpa hambatan. Saya belajar bangkit dari keterpurukan, belajar tegar dari setiap kegundahan, dan belajar tersenyum dari setiap kesedihan. Saya percaya semua yang terjadi kepada saya dan kehidupan saya bukan tanpa alasan, sebab itulah yang menjadikan saya sekarang. Yang menjadikan saya seperti yang sahabat lihat sekarang.

Sebab kesedihan itu berdurasi, seperti halnya kebahagiaan yang akan hilang dan berganti. Badai tidak akan bertahan lama, dan hanya badai yang menyisakan pohon-pohon terkuat. :)

20. Berdoalah untuk kebaikan orang lain

Saya pernah mendengar kalimat jika kita mendoakan kebaikan untuk orang lain, malaikat akan ikut mengamini dan berkata : "demikan juga semoga doa itu berlaku untukmu". Dan saya begitu meyakini itu sebab saya percaya hanya kebaikan yang menjadi buah dari kebaikan. Saya pun pernah membuktikan hal itu. Bahwa Tuhan saya begitu Pengasih dan Pemurah, yang meski sudah berapa kali saya lupa pada-Nya, Dia tidak pernah melupakan saya. Saya selalu diberikan seperti apa yang selalu saya doakan untuk orang-orang yang begitu menyayangi saya.

21. Forgive and Forget

"I never knew how strong I was until I had to forgive someone who wasn't sorry, and accept an apology I never received."

Kira-kira begitu yang saya alami 11 bulan terakhir. Mencoba memaafkan orang-orang yang saya rasa tidak pantas saya maafkan dan kemudian melupakan dan merelakan apa yang telah mereka lakukan terhadap saya. Mencoba memahami bahwa saya memaafkan bukan karena mereka pantas dimaafkan, tetapi saya berhak dan pantas menjadi  jauh lebih berbahagia.

22. The Best View Comes After the Hardest Climb

"I hated every minute of training, but I said, don't quit, suffer now and live the rest of your life as a champion." -Muhammad Ali-

Tidak ada orang hebat yang terlahir seketika menjadi hebat. Ada perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit untuk mencaai tujuan dan cita-cita. Itu juga yang saya alami. Melihat kedua orang tua saya merelakan anak gadisnya merantau ke luar pulau hanya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mengorbankan waktu dan tenaga untuk bekerja lebih keras agar kebutuhan saya dan adik-adik saya terpenuhi. Butuh kesabaran ekstra yang pada akhirnya berbuah luar biasa indah.

Saya percaya, bahwa pendaki yang telah bersusah payah mendaki berhak menikmati indahnya pemandangan dari puncak gunung yang didakinya dan merasakan kehebatan berada di puncak pendakiannya.

23. Mencintailah dengan Tulus

"Cinta yang indah adalah cinta yang menyatukan impian dan nafas dari dua jiwa tapi yang tetap memisahkan mereka sebagai dua jiwa yang saling menghormati kemandirian masing-masing. Mereka tak dapat berpisah, tapi tak mungkin menyiksa satu sama lain untuk menjadi sama dengan yang lain. Sebab cinta adalah kekuatan yang menghormati kemandirian dan memuliakan kebersamaan."

Tidak ada yang bisa mengukur kadar ketulusan, namun pernahkah kita melihat para orang tua kita yang mampu saling mencintai meski telah menikah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Atau pernahkah kita melihat seseorang yang akhirnya membenci kekasihnya meski dulu pernah meyakini bahwa tidak akan ada orang lain selain kekasihnya.

Ketulusan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun bukan hal yang sulit dan tidak mungkin juga kita lakukan. Orang yang hatinya tulus mencintai memancarkan pesona kasih yang akan membuat orang-orang disekitarnya merasa nyaman dan damai berada di dekatnya. Sebab, yang berasal dari hati akan selalu menyentuh hati.

Love is understanding each others. Forgiving for no reason. And stay together as long as you breathe.

24. Bersyukurlah untuk apa saja yang datang pada kita

Hati yang penuh dengan rasa syukur tidak akan pernah merasa kekurangan. Dan saya bersyukur hari ini bukan karena saya memiliki segalanya, atau karena saya telah mencapai apa yang saya inginkan. Saya bersyukur hari ini karena saya percaya apa pun yang Tuhan rencanakan untuk saya merupakan yang terbaik. Semua hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil Sang Pemilik.

Kesedihan dan kebahagiaan bukan hal yang permanen. Jika kita mampu bersyukur untuk apa yang kita miliki sekarang, kita tidak akan pernah sakit hati atau bahkan iri terhadap orang lain yang mungkin mampu berlibur setiap minggu, atau terhadap orang lain yang melakukan keburukan namun tetap bisa berbahagia. Setiap orang punya cerita dan perjuangannya sendiri yang menjadikannya seperti itu.

Bersyukurlah maka kau akan kaya.

25. Memaafkanlah seperti engkau juga pernah bersalah kepada orang lain

Tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Begitu juga dengan diri kita. Sengaja atau tidak kita semua pernah bersalah kepada orang lain. Maka, ketika ada seseorang yang bersalah kepada kita, maafkanlah seperti kita pun berharap dimaafkan untuk kesalahan kita.

26. Kesederhanaan adalah kesempurnaan yang sesungguhnya

Sebelum sampai pada usia saya saat ini, saya selalu berpikir untuk menjadi sempurna. Dengan outfit yang branded, gadget paling gres, have a luxury ride, atau pake make up yang saya sendiri saja tidak begitu paham. hahaha who I want to fool..? Hingga ketika seseorang dengan mesranya mengatakan kepada saya bahwa senyuman tulus saya jauh lebih menyejukkan mata daripada barang branded yang saya pakai. Dan saya pun meyakini apa yang dikatakannya. we don't need a bling fling to impressed people. Just smile, a sincere smile and look what happened..

27. Balaslah setiap ketulusan dengan cinta

"Tetaplah menjadi baik. Jika beruntung kamu akan bertemu orang baik. Jika tidak kamu akan ditemukan orang baik."

Saya begitu meyakini hal itu. Sebab, ayahanda saya mengajarkannya kepada saya. Untuk senantiasa melakukan kebaikan. Saya percaya bahwa setiap masa lalu memiliki makna, dan takdir menunjukkan lebih dari apa yang pantas saya terima.

Ketulusan seorang klien yang hanya mampu membayar saya dengan beberapa tandan pisang dan beberapa kilo mangga haruslah saya balas dengan memperjuangkan hak hukumnya tanpa membedakannya dengan klien yang lain. Karena bagi saya rejeki bukan sekedar materi. Uang itu penting tapi bukan segalanya.

Ketulusan bisa berwujud apa saja, dalam hal terkecil sekalipun. Sebab tidak ada kebaikan yang sia-sia.

28. Syukuri apa yang ada

"Kita menjadi kaya bukan karena kita memiliki segalanya, tetapi karena kita mampu mensyukuri apa yang kita miliki."
 
Last but not least, syukuri apa yang ada. Be grateful for anything we have in life. Kesedihan atau kebahagiaan, semuanya wajib kita syukuri. Dengan bersyukur, kita mampu melihat segala sesuatu dari berbagai sisi.

Kita kaya ketika kita memiliki sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang. Quality time dengan keluarga, dicintai dengan begitu hebat, dan yang paling simpel adalah masih diijinkan bernafas dengan gratis, atau masih bisa bangun di pagi hari yang begitu cerah di negara yang bukan daerah perang.

Banyak yang bisa kita syukuri. Untuk saya pribadi, pencapaian saya hingga saat ini merupakan wujud kesyukuran saya, wujud nyata doa-doa ibunda saya, wujud nyata keikhlasan ayahanda saya. Saya tidak akan mampu menyebutkan banyaknya nikmat Allah yang saya terima. Namun satu yang wajib saya lakukan adalah mensyukuri semua nikmat itu. Nikmat sakit yang menandakan saya harus lebih memperhatikan kesehatan saya, nikmat sedih yang berarti saya harus lebih banyak membahagiakan orang lain, termasuk ditemukan atau bertemu atau mungkin menemukan seseorang yang selama ini disimpan untuk saya setelah melewati beberapa patah hati dan kecewa.

Kita tidak perlu menjadi orang lain untuk membuat orang lain terkesan. Jadilah diri sendiri. Lakukanlah kebaikan. Berlakulah dengan penuh hormat. Berkatalah dengan penuh kejujuran. Hidup memang tidak semudah berkata-kata, namun bukankah kita diminta untuk saling mengingatkan? Bagi saya, ini hanya merupakan self reminder untuk diri saya sendiri.

Sehingga, nikmat Tuhanku yang mana yang akan aku dustakan.


To be Continued...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar