Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Selasa, 30 Agustus 2011

Di Balik Indahnya Ied Mubarak 1432 Hijriyah

Keindahan itu terletak pada mata yang memandang...
Mata yang senantiasa bersyukur dan tidak pernah lupa menyadari bahwa semua yang terjadi telah ditentukan..


Aku merindukanmu.....

Ini bukan yang pertama merayakan ied mubarak tanpamu,, tapi sepertinya kali ini aku begitu merindukanmu. Teringat olehku idul fitri belasan tahun silam. Kau masih ada bersamaku. Bercanda riang dan tertawa lepas seolah waktu tidak akan pernah berakhir dan kau tidak akan mudik dalam artian benar-benar mudik...

Keceriaanmu waktu itu membuat semuanya terasa sangat berarti meski dulu kita tinggal dan hidup dengan amat sangat sederhana. Tanpa keluhan baju baru, peci baru, sandal baru atau yang lainnya yang sekarang begitu ku keluhkan... Aku ingat berdesakkan denganmu diatas kasur kapuk tipis yang kata mama itu kasur terbaik yang kita punya... Aku juga ingat bermain supir-supiran di atas sofa butut berwarna merah yang sudah tak empuk lagi.. Aku pun ingat saat kita membagi ang pao lebaran kita dan kau memilih memberikan milikmu padaku dengan alasan aku seorang kakak dan aku lebih berhak mendapatkan lebih banyak darimu... Dan saat itu juga aku sadar kau adalah malaikat yang Allah kirimkan untukku... Yang menjadi pelengkapku.. Yang menjadikanku seorang kakak dengan panggilan kakak sayangmu itu....

I love you so much but maybe Allah loves you more...

8 April 2006 kau meninggalkan aku... Berat rasanya menerima kenyataan kau diambil dariku... Mencoba tegar dan berusaha mengerti bahwa Allah selalu punya rencana indah untukku... Berpikir tak akan ada lagi suasana seperti dulu... Berdesak-desakan di atas kasur,, bermain supir-supiran di atas sofa,, atau ang pao lebih yang sekarang ku tahu milikku harus ku berikan padamu....

Aku hanya ingin kau tahu,, aku berbahagia sekarang, jika kau bisa melihatku karena aku tahu kau telah menjadi 1 bintang di langit untukku... Seperti kata mama saat ayam kesayanganmu mati, mama bilang ayam itu akan jadi bintang yang selalu menemani kita bermain...

Ied Mubarak 1432 H....
Aku masih dan akan selalu merindukanmu... Malaikat pelengkapku.... Fans terhebatku... Pecinta sejatiku.... Adikku tersayang dan terhebat... Aku yakin kau pun merayakan Ied-mu bersama Dia yang begitu mencintaimu dan memilikimu...

Minal aidin wal faidzin... Mohon Maaf lahir dan batin...

P.S : Maafkan kakak nain... Salam sayangku selalu untukmu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar