Hiduplah Untuk Mencintai dan Mencintailah Untuk Tetap Hidup

Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika Tuhan memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal itu justru akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti yang kita harapkan dan tidak akan pernah menjadi elang yang terbang bebas membumbung dan menentang cobaan. Kesulitan yang akan kita temui hanyalah 1 dari sekian banyak cara Tuhan untuk membantu kita memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan...

Cinta itu menyembuhkan manusia baik yang memberi maupun yang menerima.. Karena mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita di dalam kebahagiaan orang-orang yang mencintai kita.. Kegembiraan sejati tidak berasal dari kemudaha yang menyertai kekayaan atau dari pujian-pujian, tetapi berasal dari melakukan sesuatu yang berguna...

Bila kita benar-benar sadar dan mengerti bahwa waktu kita di dunia terbatas, dan bahwa kita tidak punya cara untuk mengetahui kapan waktu kita habis, kita akan menghayati setiap hari dalam hidup kita seolah kita hanya hidup untuk hari itu saja..

Sabtu, 14 Mei 2011

Life is Just Like Cross Words

"If life can't accept your uniqueness, find people who as normal as you.
Find as much as possible."

Sometimes,, we only care what people said...

Terkadang kita terlalu peduli dengan apa yang akan orang katakan tentang kita. Entah itu dari mana kita berasal? Dari kalangan mana kita? siapa orang tua kita? apa jabatan mereka? apa yang kau pakai saat datang ke kampus? dan yang terparah berapa uang yang kau punya yang tersimpan di dompet yang kata orang harus merk dari perancang ternama.

Kita selalu terusik dan menjadikan perkatan orang2 tentang bagaimana seharusnya kita sesuai dengan yang mereka inginkan dan melupakan jati diri kita yang sebenarnya. Kita selalu menganggap bahwa pendapat orang itu penting dan tidak mempedulikan pendapat kita sendiri. Mungkin kita memang mempedulikan pendapat kita (kadang-kadang) yang pada akhirnya justru lebih memprioritaskan pendapat orang lain. Yaaa,, kita memang tinggal di negara yang semua warga negaranya berhak berpendapat dan menilai, tapi yang kita lupakan adalah mereka tidak berhak mendoktrin dan menjadikan pendapat mereka sebagai sebuah keharusan.

Menghargai pendapat orang itu juga penting jika kita beranggapan bahwa kita sebagai manusia merupakam makhluk sosial yang tidak akan hidup sendirian dan membutuhkan orang lain sebagai titik balik bagaiman kita ingin diperlakukan ketika kita memperlakukan orang. Pertanyaan yang mungkin seharusnya kita tanyakan pada diri kita dan orang-orang memberikan pendapat : Apa yang akan kita/mereka lakukan saat kebaikan yang kita lakukan ternayata tidak cukup baik? atau Sudah tepatkah kita memberikan pendapat dan penilaian kepada orang lain padahal kita selalu lupa untuk menilai diri kita sendiri?

"Orang yang bijak itu adalah orang yang lebih dulu menilai dirinya sendiri dan akan berpikir seribu kali untuk melakukan penilaian terhadap orang lain."

Just Be Yourself...

Terimalah diri kita apa adanya. Seperti yang telah Tuhan ciptakan. Karena Dia tak pernah menciptakan sesuatu tanpa maksud tertentu meski hanya sebutir debu, semua itu ada alasannya.

Pendapat orang lain memang penting, tapi itu bukan berarti kita mewajibkan diri untuk berkiblat. Jadikan saja pendapat itu masukkan dan bandingkan kemudian sesuaikan dengan diri kita. That is fit with ourself or nothing at all? Karena pada akhirnya saat menentukkan pilihan dan mengambil keputusan, hanya ada kita dan pertimbangan-pertimbangan dari orang lain dan keputusan tetap ada pada diri kita.

Hidup terkadang seperti teka-teki silang. Kadang kita terlalu mudah menyerah untuk menemukan jawaban dari setiap petunjuk. Padahal ada pengetahuan baru yang akan kita peroleh saat mengetahui jawaban dari petunjuk-petunjuk itu.

"Hidup memainkan perannya, masyarakat membuat aturan mainnya, tapi kartu itu sendiri ada ditangan kita. Kita yang menentukan apakah kita akan kalah ataukah menang"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar